<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950</id><updated>2012-02-16T04:41:04.556-08:00</updated><title type='text'>MAJELIS AL-KAHFI لسلام عليكم ورحمة الله وبركات</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>67</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-1751302750882226312</id><published>2010-04-23T18:05:00.000-07:00</published><updated>2010-04-23T18:05:37.648-07:00</updated><title type='text'>DOSA YANG LEBIH HEBAT DARI BERZINA</title><content type='html'>Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidakdapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Iamelangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.&lt;br /&gt;Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa as terkejut. "Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya ......telah berzina." Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun......lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya....... cekik lehernya sampai......tewas", ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi musaberapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik," Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?" "Ada !" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran. "Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina". Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan&lt;br /&gt;sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH &amp;gt; Abdurrahman Arroisy)&lt;br /&gt;Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-1751302750882226312?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/1751302750882226312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=1751302750882226312' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/1751302750882226312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/1751302750882226312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/04/dosa-yang-lebih-hebat-dari-berzina.html' title='DOSA YANG LEBIH HEBAT DARI BERZINA'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-114198842855626866</id><published>2010-04-23T18:01:00.001-07:00</published><updated>2010-04-23T18:01:44.486-07:00</updated><title type='text'>Untuk wanita calon penghuni Surga</title><content type='html'>Wahai wanita para calon penghuni surga……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, kedudukanmu lebih utama daripada bidadari.&lt;br /&gt;Sebab, bidadari tidak pernah merasa lelah, tidak dibebani kewajiban berupa ketaatan, peribadatan, muamalah, perintah dan larangan. Kepadamu diwajibkan ketaatan kepada Tuhanmu dan kepada suamimu serta mendidik anak2mu dan mengurus rumah tanggamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meskipun di dunia kau mungkin kerap kali dihinggapi rasa lelah, kesusahan, kegelisahan mengurus buah hati kita, atau barangkali perasaan sakit ketika engkau berjuang melahirkan mereka. Namun percayalah perasaan itu semua akan hilang saat engkau mendapat ijin dari-Nya untuk tinggal didalam surga-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai wanita calon penghuni surga …..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika engkau benar2 merindukan surga-Nya, Hendaklah engkau rajin berpuasa, bersikap tegar, gemar beribadah, perbanyaklah mohon ampunan dari Nya , bersabarlah serta taatlah kepada Tuhanmu dan kepada suamimu,Jalankan kewajiban-kewajibanmu dalam mengasuh dan mendidik anak2mu, bimbing saudara2mu, nasehati teman2mu, jaga hak tetanggamu, Yang tidak boleh kau lupakan adalah sayangi kedua orang tuamu, karena merekalah kau menjadi ada, tundukkan pandanganmu saat berhadapan dengan mereka, dan jangan sekali2 kau tinggikan suaramu ketika berbicara dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai wanita calon penghuni surga……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahakan setiap malammu untuk memperbanyak sujud kepada-Nya. Tidak sepantaslah seorang wanita yang rindu akan surga-Nya, berperilaku kasar, suka berteriak, pemarah, mudah cemas dan gelisah, suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan suka mengeraskan suara tangisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbaik bagimu adalah kaitkan hatimu kepada Allah dan menyintai-Nya sepenuh hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah… sungguh kami memohon surga kepadaMu, dan kami berlindung kepada-Mu dari api neraka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-114198842855626866?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/114198842855626866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=114198842855626866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/114198842855626866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/114198842855626866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/04/untuk-wanita-calon-penghuni-surga.html' title='Untuk wanita calon penghuni Surga'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-2877719140137122818</id><published>2010-04-23T18:00:00.001-07:00</published><updated>2010-04-23T18:00:41.671-07:00</updated><title type='text'>10 Wasiat Imam Hasan Al Banna</title><content type='html'>1. Bangunlah segera untuk melaksanakan shalat apabila mendengar adzan walau bagaimanapun keadaanmu.&lt;br /&gt;2. Baca, telaah, dan dengarlah Al Quran, Berdzikirlah kepada Allah subhanallahu wata’ala dan janganlah engkau senang menghambur-hamburkan wakrtumu dalam masalah yang tidak ada faidahnya.&lt;br /&gt;3. Bersungguh-sungguhlah untuk bisa berbahasa arab dengan fasih.&lt;br /&gt;4. Jangan memperbanyak perdebatan dalam berbagai bidang percakapan karena hal itu tidak akan mendatangkan kebaikan.&lt;br /&gt;5. Jangan banyak tertawa, sebab hati yang selalu berkomunikasi dengan Allah (berdzikir) adalah tenang dan tentram.&lt;br /&gt;6. Jangan suka bergurau karena umat yang berjihad tidak berbuat kecuali dengan sungguh-sunguh dan terus menerus.&lt;br /&gt;7. Jangan mengeraskan suara di atas suara yang diperlukan pendengar, karean hal itu akan mengganggu dan menyakiti.&lt;br /&gt;8. Jauhilah ghibah (menggunjing) atau menyakiti hati orang lain dalam bentuk apapun dan janganlah berbicara kecuali yang baik.&lt;br /&gt;9. Berkenalanlah dengan saudaramu yang kau temui walaupun dia tidak meminta sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan ta’awun (kerjasama).&lt;br /&gt;10. Pekerjaan rumah (PR) kita sesungguhnya lebih banyak dari waktu yang tersedia, maka tolonglah saudaramu untuk untuk memanfaatkan waktunya dan apabila kalian memiliki keperluan maka sederhanakan dan cepatlah diselesaikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-2877719140137122818?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/2877719140137122818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=2877719140137122818' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/2877719140137122818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/2877719140137122818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/04/10-wasiat-imam-hasan-al-banna.html' title='10 Wasiat Imam Hasan Al Banna'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-4016615341989798940</id><published>2010-04-23T17:59:00.001-07:00</published><updated>2010-04-23T17:59:06.951-07:00</updated><title type='text'>Masa Hidup Di Dunia Sesungguhnya Masa Yang Sangat Singkat (TAUSIYAH AL-HABIB HANNAN ASSEGAF)</title><content type='html'>Masa hidup rata-rata manusia 60 – 80 tahun terlihat sangat panjang bagi yang tidak memahami akhirat. Padahal di akhirat hidup adalah abadi, entah itu di surga atau di neraka, artinya tidak sekedar 500 atau seribu tahun atau sejuta tahun, tapi lebih dari itu yang berarti bermilyar-milyar tahun atau penafsiran umumnya dikatakan sebagai abadi (kekal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sebelum Allah SWT menentukan kita masuk surga atau neraka, kitapun masih harus mengikuti ’masa menunggu’ di alam kubur selama ratusan hingga ribuan tahun; tergantung iman, amal dan ibadah kita di dunia. Kemudian masih ada ribuan tahun lagi ’masa menunggu’ di Padang Mahsyar, ratusan hingga ribuan tahun lagi ’masa menunggu’ di proses pengadilan akhirat. Dan seterusnya, sehingga 60 – 80 tahun di dunia sesungguhnya adalah waktu yang sangat singkat. Rasulullah SAW menggambarkan masa kehidupan di dunia ibarat orang yang sedang singgah sejenak dalam suatu perjalanan yang sangat jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia merugi (terhalang dari mendapat kebaikan dan pahala) di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari no. 6412).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang mulia di atas memberikan beberapa faedah kepada kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sepantasnya bagi kita memanfaatkan waktu sehat dan waktu luang untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Subhanahu wa Ta"ala dan mengerjakan kebaikan-kebaikan sebelum hilangnya dua nikmat itu. Karena, waktu luang akan diikuti dengan kesibukan, dan masa sehat akan disusul dengan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Islam sangat memperhatikan dan menjaga waktu. Karena waktu adalah kehidupan, sebagaimana Islam memperhatikan kesehatan badan di mana akan membantu sempurnanya agama seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dunia adalah ladang akhirat. Maka sepantasnya seorang hamba membekali dirinya dengan takwa dan menggunakan kenikmatan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta"ala untuk taat kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta"ala adalah dengan menggunakan nikmat tersebut untuk taat kepada-Nya. (Bahjatun Nazhirin Syarhu Riyadhis Shalihin, 1/180-181) “Dan ingatlah ketika Rabbmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat itu kepada kalian. Dan jika kalian mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (Al-Qur’an, surat Ibrahim, ayat 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan yang ada, banyak waktu kita berlalu sia-sia tanpa kita manfaatkan dan kita pun tidak bisa memberikan manfaat kepada salah seorang dari hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta"ala. Kita tidak merasakan penyesalan akan hal ini kecuali bila ajal telah datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu seorang insan pun berangan-angan agar ia diberi kesempatan kembali ke dunia walau sedetik untuk beramal kebaikan, akan tetapi hal itu tidak akan didapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang nikmat ini luput sebelum datangnya kematian pada seseorang, dengan sakit yang menimpanya hingga ia lemah untuk menunaikan apa yang Allah Subhanahu wa Ta"ala wajibkan terhadapnya, ia merasakan dadanya sempit tidak lapang dan ia merasa letih. Terkadang datang kesibukan pada dirinya dengan mencari nafkah untuk dirinya sendiri dan keluarganya sehingga ia terluputkan dari menunaikan banyak dari amal ketaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta"ala berfirman :&lt;br /&gt;“Hingga ketika datang kematian menjemput salah seorang dari mereka, ia pun berkata: ‘Wahai Rabbku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku bisa mengerjakan amal shalih yang dulunya aku tinggalkan’.” (Al-Mukminun: 99-100)&lt;br /&gt;“Sebelum datang kematian menjemput salah seorang dari kalian, hingga ia berkata: ‘Wahai Rabbku, seandainya Engkau menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih.’ Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang waktunya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Al-Munafiqun: 10-11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah sepantasnya bagi insan yang berakal untuk memanfaatkan waktu sehat dan waktu luangnya dengan melaksanakan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta"ala sesuai dengan kemampuannya. Jika ia dapat membaca Al Qur’an, maka hendaklah ia memperbanyak membacanya. Bila ia tidak pandai membaca Al Qur’an maka ia memperbanyak zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta"ala. Bila ia tidak dapat melakukan hal itu, maka ia melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Atau mencurahkan apa yang ia mampu berupa bantuan dan amal kebaikan kepada saudara-saudaranya. Semua ini adalah kebaikan yang banyak namun luput dari kita dengan sia-sia.” (Syarah Riyadhis Shalihin, 1/451-452).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedemikian pentingnya mengisi waktu dengan baik sehingga Al-Quran memiliki satu surat khusus mengenai waktu (surat Al Ashr). “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran”. Rasulullah SAW menggambarkan betapa pentingnya mengisi waktu dengan kebaikan dengan menganjurkan kita bersedekah walau dengan sebiji kurma sekalipun, atau menanam pohon walaupun besok kiamat tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-4016615341989798940?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/4016615341989798940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=4016615341989798940' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/4016615341989798940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/4016615341989798940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/04/masa-hidup-di-dunia-sesungguhnya-masa.html' title='Masa Hidup Di Dunia Sesungguhnya Masa Yang Sangat Singkat (TAUSIYAH AL-HABIB HANNAN ASSEGAF)'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-7960057553179564935</id><published>2010-04-23T17:56:00.001-07:00</published><updated>2010-04-23T17:56:36.872-07:00</updated><title type='text'>Diantara Keutamaan Sabar Menghadapi Cobaan :</title><content type='html'>Diantara Keutamaan Sabar Menghadapi Cobaan :&lt;br /&gt;o Allah memuji orang-orang yang sabar dan menyanjung mereka. Firman-Nya.&lt;br /&gt;“Artinya : Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. [Al-Baqarah : 177]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o orang yang sabar adalah orang-orang yang dicintai Allah, sebagaimana firman-Nya.&lt;br /&gt;“Artinya : Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar”. [Ali Imran : 146]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Allah memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan balasan yang lebih baik daripada amalnya dan melipat gandakannya tanpa terhitung. Firman-Nya.&lt;br /&gt;“Artinya : Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. [An-Nahl : 96]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. [Az-Zumar : 10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Sabar adalah sifat seorang mukmin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Shuhaib Radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Apabila mendapat kelapangan, maka dia bersyukur dan itu kebaikan baginya. Dan, bila ditimpa kesempitan, maka dia bersabar, dan itu kebaikan baginya”. [Ditakhrij Muslim, 8/125 dalam Az-Zuhud]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Dari Sa’id bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata. ‘Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya ?. Beliau menjawab. Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan (agama) yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan, apabila di dalam agamanya ada kelemahan, maka dia akan diuji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan di atas bumi dan tidak ada satu kesalahan pun pada dirinya”.[ Isnadnya shahih,ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 1509, Ibnu Majah, hadits nomor 4023, Ad-Darimy 2/320, Ahmad 1/172]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Cobaan tetap akan menimpa atas diri orang mukmin dan mukminah, anak dan juga hartanya, sehingga dia bersua Allah dan pada dirinya tidak ada lagi satu kesalahanpun”. [Isnadnya Hasan, ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 2510. Dia menyatakan, ini hadits hasan shahih, Ahmad 2/287, Al-Hakim 1/346, dishahihkan Adz-Dzahaby]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Sa’id Al-Khudry dan Abu Hurairah Radhiyallahu anhuma, keduanya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Tidaklah seorang Mukmin ditimpa sakit, letih, demam, sedih hingga kekhawatiran yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya”. [Ditakhrij Al-Bukhari 7/148-149, Muslim 16/130]&lt;br /&gt;Perbaharuilah iman dengan lafazh La ilaha illallah dan carilah pahala di sisi Allah karena cobaan yang menimpa. Janganlah sekali-kali mengatakan :”Andaikan saja hal ini tidak terjadi”, tatkala menghadapi taqdir Allah. Sesungguhnya tidak ada taufik kecuali dari sisi Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-7960057553179564935?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/7960057553179564935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=7960057553179564935' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/7960057553179564935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/7960057553179564935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/04/diantara-keutamaan-sabar-menghadapi.html' title='Diantara Keutamaan Sabar Menghadapi Cobaan :'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-3128038612461632972</id><published>2010-04-23T17:55:00.001-07:00</published><updated>2010-04-23T17:55:12.547-07:00</updated><title type='text'>Perbandingan kerja dunia dan kerja akhirat</title><content type='html'>Mari kita ambil beberapa contoh yang menunjukkan bahwa pekerjaan dunia itu susah dan berat tetapi manusia menganggapnya ringan karena daya tariknya yang kuat. Juga contoh urusan-urusan akhirat yang mudah dan ringan tapi umat Islam merasakan urusan itu susah dan berat karena merasa daya tariknya lemah. Kita dapat mengambil contoh beberapa perkara untuk perbandingan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mana yang lebih berat, shalat Subuh dua rakaat sekitar 20 menit dengan kerja delapan jam sehari? Bahkan demi mencari uang ada kalanya sanggup bekerja sebagai buruh kasar. Betapa beratnya. Namun sebagian umat Islam sanggup tidak shalat Subuh sekedar 20-30 menit tapi tidak jemu-jemu bekerja delapan jam untuk mencari uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mana lebih berat, menolong kawan karena Allah mungkin sekedar satu-dua jam dibandingkan lari maraton berjam-jam, kadang-kadang terpaksa naik bukit, menyeberang sungai, menuruni jurang yang terjal demi mencari ketenaran dan kemegahan nama. Tentu lebih susah menempuh lari maraton tapi mudah saja manusia dapat melakukannya. Sedankan menolong kawan yang kesusahan terasa amat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mana lebih berat, memberi maaf kepada orang yang bersalah kepada kita karena hal itu diperintahkan oleh Allah dengan memenuhi keinginan naik gunung untuk mencari ketenaran dan kemegahan nama. Padahal kita tidak mendaki gunung itu bukan satu kesalahan tapi kita lebih mampu mendaki gunung daripada memberi maaf yang diperintahkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pergi shalat berjamaah tidaklah memakan waktu yang lama. Tidak juga menempuh perjalanan yang jauh dan tidak meletihkan. Dibandingkan dengan pergi berwisata ke tempat yang jauh yang dan menyita banyak waktu dan meletihkan. Bahkan tidak jarang ada orang yang pergi ke hutan, pantai, hulu sungai atau tempat lain dengan tujuan agar dapat bergaul bebas. Namun orang tidak sanggup pergi shalat berjamaah tapi sanggup pergi berwisata ke tempat yang jauh. Adakalanya sepulang bepergian terlibat pertengkaran dengan suami atau isteri karena merasa sakit hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Banyak orang yang pergi belajar ke luar negeri bertahun-tahun lamanya untuk mencari ijazah agar dapat makan gaji, sanggup meninggalkan orang tua dan tanah air, mengorbankan uang berjuta-juta, bahkan sampai ada yang mati di negeri orang. Mana yang lebih susah, pergi belajar ke luar negeri dengan belajar agama di masjid sekedar satu jam untuk memperbaiki diri, tidak mengorbankan waktu dan uang puluhan juta rupiah, tidak sampai meninggalkan orang tua dan tanah air? Tentulah lebih susah pergi di luar negeri dibandingkan dengan belajar di mesjid sekedar satu-dua jam. Namun kenyataannya, banyak orang yang sanggup pergi ke Amerika tapi tidak sanggup untuk pergi ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mana lebih berat, hendak berkhidmat melayani ibu dan ayah sekedar satu atau dua jam kemudian orang tuapun memberi makanan, pakaian dan lain-lain, dibandingkan dengan melayani boyfriend atau girlfriend berjam-jam lamanya, bahkan berhari-hari? Ada yang sampai habis uang. Sedangkan orang lain yang melihat pun merasa malu. Adakalanya tidak jujur, rupanya di belakang ada orang lain. Tentu lebih susah melayani boyfriend atau girlfriend daripada melayani ibu dan ayah. Namun banyak yang orang tidak sanggup berkhidmat dengan ibu ayah dan lebih sanggup melayani pacar walaupun susah payah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mana lebih berat, menyumbang klub-klub hiburan, biasanya paling kurang satu juta rupiah agar tidak jatuh status, dengan menyumbang fakir miskin sekedar sepuluh ribu atau dua puluh ribu rupiah? Tentu lebih berat menyumbang klub-klub hiburan daripada bersedekah kepada fakir miskin sekedar sepuluh dua puluh ribu. Namun terasa lebih berat ketika bersedekah, sedangkan untuk menyumbang jutaan rupiah karena nama, sanggup. Adakalanya ketika isteri atau keluarga mengetahuinya, mereka marah. Namun walaupun begitu resikonya, sanggup juga untuk menanggungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Menonton film yang merusak akhlak atau membaca buku yang tidak bermanfaat dapat dilakukan sampai berjam-jam. Mana yang lebih mengorbankan waktu atau mana lebih susah, dibandingkan dengan berzikir atau membaca Al Quran selama 30 menit. Tentu waktu kita lebih terkorban dengan menonton film serta membaca buku atau novel yang tidak bermanfaat daripada berzikir atau membaca Al Quran sekedar 30 menit. Namun orang lebih sanggup menghabiskan waktu dengan menonton film atau membaca novel daripada berzikir atau mengkaji Al Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mana lebih susah, pergi berjudi atau berdisko yang menghabiskan waktu dan uang, kadang sampai mabuk minuman keras, kemudian bertengkar dengan isteri hingga porak poranda rumah-tangga dengan sesekali mengeluarkan harta dan tenaga untuk menolong tetangga yang mengalami kesusahan? Sedangkan hal itu dapat berbuah rasa kasih sayang. Tentu menolong tetangga lebih mudah tapi banyak orang tidak sanggup berbuat, lebih sanggup pergi berjudi atau berdisko, minum alkohol hingga hancur rumah tangga, bertengkar dan berhutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ada banyak orang yang masuk penjara, dibunuh, difitnah, ditangkap, dipermalukan, dihina dan dicaci-maki oleh orang. Mana yang lebih banyak, disebabkan mencuri, menipu, membunuh, berzina, merampok , memperjuangkan ideologi atau disebabkan mencari rezeki yang halal dan memperjuangkan agama Islam?Sudah tentu yang mencari rezeki yang halal dan karena memperjuangkan agama sangat sedikit dibandingkan yang disebabkan melakukan kejahatan. Tapi karena kejahatan atau keinginan dunia, sesorang sanggup menerima resiko yang berat. Sedangkan kalau demi kebaikan dan kebenaran tidak banyak yang sanggup melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jail2.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita menguraikan dan membuat perbandingan antara kerja-kerja akhirat dengan kerja-kerja dunia, kita dapat melihat bahwa kerja-kerja dunia lebih-lebih lagi yang bersifat mungkar dan maksiat sebenarnya lebih susah dan lebih berat resikonya daripada kerja-kerja halal dan kerja-kerja akhirat. Namun meskipun demikian kebanyakan orang orang tidak sanggup melakukan kerja-kerja akhirat walaupun lebih mudah dibandingkan melakukan kerja-kerja dunia yang susah dan berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan bahwa kita umat Islam lebih cenderung hatinya kepada dunia daripada akhirat walaupun dunia itu murah dan sementara dibandingkan dengan akhirat yang istimewa dan kekal abadi. Tepat sekali kata pepatah Melayu, “Cinta itu buta”. Cinta kepada apa pun jadi buta, sehingga yang lain tidak terlihat lagi. Yang lain walaupun cantik dan istimewa tidak ada perhatian lagi. Ibarat orang yang jatuh cinta kepada seseorang, ia menjadi lupa kepada yang lain, lupa ayah ibu, lupa kakak dan adik, lupa makan minum, lupa bekerja dan lain-lain lagi. Dan karena cintanya itulah ia sanggup bersusah payah dan sanggup menerima resiko yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga orang yang sudah cinta dan jatuh hati dengan dunia, ia lakan upa kepada akhirat. Ia sanggup bersusah payah untuk dunia, sanggup menerima resiko yang berat bahkan sanggup mati karenanya. Untuk akhirat, walaupun istimewa dan mudah mengerjakannya namun terasa berat untuk karena tidak cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengkaji bahwa kerja-kerja dunia lebih susah dan berbahaya, lebih berat dan lebih tinggi resikonya daripada kerja-kerja akhirat, apa yang akan menjadi hujah dan alasan kita nanti di hadapan Tuhan di akhirat kelak jika kita meninggalkan urusan akhirat? Sebenarnya tidak ada hujah dan alasan bagi kita untuk meninggalkan urusan akhirat. Oleh karena itu, lebih banyak manusia yang masuk neraka daripada masuk syurga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-3128038612461632972?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/3128038612461632972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=3128038612461632972' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/3128038612461632972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/3128038612461632972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/04/perbandingan-kerja-dunia-dan-kerja.html' title='Perbandingan kerja dunia dan kerja akhirat'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-8601339941973090135</id><published>2010-04-23T17:53:00.001-07:00</published><updated>2010-04-23T17:53:49.739-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana cara Bersyukur</title><content type='html'>Apakah kita telah menjadi hamba yang bersyukur dan apakah cara kita bersyukur telah benar ? semoga artikel dibawah ini bermanfaat bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara Bersyukur..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shollallahu Alaihi Wa Sallam dikenal sebagai abdan syakuura (hamba Allah yang banyak bersyukur). Setiap langkah dan tindakan beliau merupakan perwujudan rasa syukurnya kepada Allah.Suatu ketika Nabi memengang tangan Muadz bin Jabal dengan mesra seraya berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Muadz, demi Allah sesungguhnya aku amat menyayangimu". Beliau melanjutkan sabdanya, "Wahai Muadz, aku berpesan, janganlah kamu tinggalkan pada tiap-tiap sehabis shalat berdo'a : Allahumma a'innii `alaa dzikrika wa syukrika wa husni `ibaadatika (Ya Allah,tolonglah aku agar senantiasa ingat kepada-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, dan baik dalam beribadat kepada-Mu)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita perlu memohon pertolongan Allah dalam berdzikir dan bersyukur ? ., Tanpa pertolongan dan bimbingan Allah amal perbuatan kita akan sia-sia. Sebab kita tidak akan sanggup membalas kebaikan Allah kendati banyak menyebut asma Allah; Menyanjung, memuja dan mengaungkan-Nya. Lagi pula, hakikat syukur bukanlah dalam mengucapkan kalimat tersubut, kendati ucapan tersebut wajib dilakukan sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Junaid seorang sufi, pernah ditanya tentang Makna (hakikat) syukur. Dia berkata, "Jangan sampai engkau menggunakan nikmat karunia Allah untuk bermaksiat kepada-Nya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, adakah sesuatu yang bukan nikmat Allah. Kita taat dengan menggunakan karunia dan izin Allah. Bahkan ketaatan itu sendiri merupakan karunia dan hidayah Allah. Sebaliknya, seseorang yang melakukan maksiat pun sudah pasti dengan menyalahgunakan nikmat Allah dan akibat kesalahannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita menerima pemberian Allah kita memuji-Nya, tetapi ini sama sekali belum mewakili kesyukuran kita. Pujian yang indah dan syahdu saja belum cukup, dia baru dikatakan bersyukur bila diwujudkan dalam bentuk amal shaleh yang diridhai Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hazim Salamah bin Dinar berkata, "Perumpamaan orang yang memuji syukur kepada Allah hanya dengan lidah, namun belum bersyukur dengan ketaatannya, sama halnya dengan orang yang berpakaian hanya mampu menutup kepala dan kakinya, tetapi tidak cukup menutupi seluruh tubuhnya. Apakah pakaian demikian dapat melindungi dari cuaca panas atau dingin ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur sejati terungkap dalam seluruh sikap dan perbuatan, dalam amal perbuatan dan kerja Nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-8601339941973090135?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/8601339941973090135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=8601339941973090135' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/8601339941973090135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/8601339941973090135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/04/bagaimana-cara-bersyukur.html' title='Bagaimana cara Bersyukur'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-1243668710887326142</id><published>2010-03-27T08:40:00.000-07:00</published><updated>2010-03-27T08:40:40.878-07:00</updated><title type='text'>keramat para wali Allah swt,  terbitkan pada buku kenalilah akidahmu edisi 2 insya Allah.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="sb_messagebody"&gt;&lt;b&gt;FIRMAN ALLAH SWT MENJELASKAN KERAMAT PARA WALI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="sb_messagebody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="sb_messagebody"&gt;Firman Allah swt menceritakan kejadian Sulaiman as : "Maka berkatalah Sulaiman (as) : siapakah diantara kalian yg dapat membawakan Singgasananya (Singgasana Ratu Balqis) kehadapanku sebelum mereka datang menyerahkan diri?, maka berkatalah seorang Ifrit dari golongan Jin : Aku akan membawakannya padamu sebelum kau berdiri dari kursimu!, sungguh aku memiliki kekuatan dan dapat dipercaya!, Maka berkatalah seseorang yg memiliki ilmu dari kitabullah : Aku akan membawakannya padamu (singgasana Ratu Balqis) sebelum engkau mengedipkan matamu, maka ketika Sulaiman (as) melihat singgasana itu dalam sekejap sudah tegak dihadapannya…" (QS Annaml 39-41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini jika kita ringkaskan saja, maka tidak mustahil seorang wali Allah berkata aku mampu berbuat ini dan itu, aku mampu menghidupkan yg mati, aku mampu memindahkan singgasana itu sebelum kau kedipkan matamu!, atau ucapan ucapan yg didasari kekuatan ilahiah, dan yg mengingkari hal ini maka Allah swt telah menyiapkan jawabannya sebelum mereka bertanya dan mengingkari, sbgmn firman Allah swt diatas, membuktikan bahwa ucapan itu bukan ucapan sombong, tapi justru merupakan tanda kebesaran Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt diatas ini jelas bukan tercantum pada Taurat, Zabur, Injil atau shuhuf para nabi terdahulu, padahal kejadiannya adalah pada ummat terdahulu, namun tercantum pada Alqur'an, agar Ummat Muhammad saw memahami bahwa jika muncul hal hal seperti ini pada masa mereka maka hal itu bukan hal yg aneh, namun hal biasa yg sudah terjadi pada ummat ummat terdahulu, justru yg mengingkari hal seperti ini kufur hukumnya karena ia mengingkari Alqur'an,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt menceritakan kejadian Musa dan Khidir as dalam surat Al Kahfi:&lt;br /&gt;Maka ia (Musa as) menemukan hamba dari hamba hamba hamba Kami yg kami beri padanya Rahmat dari sisi kami dan kami mengajarinya dengan ilmu dari sisi kami (Ladunniy) (65), &lt;br /&gt;maka berkata padanya Musa : Bolehkah aku mengikutimu agar kau ajarkan dari kemuliaan kemuliaan yg diajarkan padamu? (66), &lt;br /&gt;ia (Khidir as) menjawab : engkau tak akan mampu bersabar bersamaku (67), &lt;br /&gt;dan bagaimana pula kau bisa bersabar pada apa apa yg kau belum dikabarkan? (68), &lt;br /&gt;(Musa menjawab) engkau akan menyaksikan Insya Allah aku merupakan orang yg bersabar dan aku tak akan mengingkari urusanmu (69), &lt;br /&gt;berkatalah ia (khidir as) : Jika kau mengikutiku janganlah kau bertanya apapun sampai aku sendiri yg mengabarkannya padamu (70), &lt;br /&gt;maka mereka pun berlalu, hingga menumpang disebuah kapal dan ia (khidir as) menenggelamkannya, berkatalah (musa as) apakah kau merusak dan menenggelamkannya untuk mencelakakan pemiliknya, sungguh kau telah berbuat kejahatan! (71), &lt;br /&gt;maka berkatalah ia (Khidir as) bukankah telah kukatakan bahwa engkau sungguh tak akan bersabar bersamaku? (72), &lt;br /&gt;maka ia (Musa as) berkata : Jangan kau perdulikan kelupaanku, dan jangan menyulitkanmu persahabatanku dg mu (maafkan apa yg kuperbuat) (73),&lt;br /&gt;maka mereka berlalu hingga menjumpai seorang anak, lalu ia (Khidir as) membunuhnya, maka Musa berkata: Apakah kau membunuh manusia suci tanpa sebab yg benar..??, sungguh kau telah berbuat kejahatan!! (74), &lt;br /&gt;maka berkatalah ia (Khidir as) bukankah telah kukatakan bahwa engkau sungguh tak akan bersabar bersamaku? (75), &lt;br /&gt;(Musa as berkata) Jika aku bertanya lagi tentang sesuatu maka jangan kau jalan bersamaku, karena aku telah berulang ulang berbuat kesalahan (76), &lt;br /&gt;maka mereka berlalu hingga mereka mengunjungi sebuah perkampungan, dan mereka minta makan dan penduduk tak mau menjamu mereka, maka keduanya menemui sebuah tembok yg hampir roboh, maka ia (Khidir as) menegakkannya, maka ia berkata (Musa as) jika kau mau bisa saja kau membayar tukang untuk melakukannya (77), &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkatalah ia (khidir as) Inilah perpisahanku denganmu, akan kukabarkan padamu makna makna yg kau tak dapat bersabar atasnya (78), &lt;br /&gt;mengenai kapal itu, adalah milik orang miskin yg bekerja dilautan dan aku sengaja merusaknya, karena dihadapan mereka ada penguasa yg akan merampas semua kapal kapal, (aku menenggelamkannya agar ka[al mereka selamat dan dapat diperbaiki dan barang barang dan hartanya selamat) (79), &lt;br /&gt;mengenai anak yg kubunuh maka kedua ayah ibunya adalah orang mukmin, dan kami tak ingin ia hidup menjadi penjahat dan kufur (Sebagaimana riwayat Shahih Muslim bahwa anak itu akan tumbuh menjadi kafir dan kami menyayangi kedua orang tuanya dan tak mau mengecewakan keduanya) (80), &lt;br /&gt;maka Allah ingin menggantikan untuk ayah ibunya yg lebih baik bagi mereka dan suci (81), &lt;br /&gt;mengenai Tembok maka milik dua anak yatim di kota dan dibawahnya terdapat harta karun milik kedua ayah ibunya dan keduanya orang yg shalih, dan Allah menginginkan agar mereka dewasa dan mengeluarkan harta itu untuk mereka kelak, inilah rahmat dan kasih sayang pada mereka dari Tuhanmu, dan aku tidak memperbuat itu dari keinginan pribadiku, itulah makna dari apa apa yg kau tak bisa bersabar darinya (82). (QS Al Kahfi 65-82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah sudah bahwa Allah swt menguasakan kepada hamba hamba Nya beberapa hal yg tidak masuk akal dan bertentangan dg syariah, hal ini dimunculkan oleh Allah swt bahwa itu bukan berupa kegilaan, tapi justru kehendak Allah swt dan mengandung hikmah yg mendalam, dimana Allah swt mengajari Musa as bahwa tak bisa logika menjadi acuan atas segala hal, banyka hal gaib yg kelihatannya adalah kemungkaran namun justru merupakan Samudra kelembutan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt dalam hadits Qudsiy : "Barangsiapa memusuhi wali Ku maka Ku umumkan perang padanya, tiadalah hamba hamba Ku mendekat pada Ku dengan hal hal yg telah kuwajibkan, dan hamba hamba Ku tak henti hentinya pula mendekat pada Ku dengan hal hal yg sunnah hingga Aku mencintainya, Jika Aku mencintainya maka aku menjadi telinganya yg ia gunakan untuk mendengar, aku menjadi pandangannya yg ia gunakan untuk melihat, aku menjadi tangannya yg ia gunakan untuk melawan, aku menjadi kakinya yg ia gunakan untuk melangkah, Jika ia meminta pada Ku niscaya kuberi apa yg ia minta, dan jika ia mohon perlindungan pada Ku niscaya kuberi padanya perlindungan" (Shahih Bukhari Bab Arriqaaq/Tawadhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hafidh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy dalam kitabnya Fathul Baari Bisyarh Shahih Bukhari menjelaskan makna hadits ini dalam 6 penafsiran, secara ringkasnya saja bahwa panca indera mereka telah suci dari hal hal dosa karena mereka menyucikannya, dan mereka tidak mau berucap terkecuali kalimat kalimat dzikir atau ucapan mulia, tak mau mendengar terkecuali yg mulia pula, demikian seluruh panca inderanya, dan Allah swt membimbing panca indera mereka untuk selalu mulia. (Fathul Baari Bisyarh Shahih Bukhari Bab Arriqaaq/Tawadhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yg terpenting dalam hadits mulia ini adalah perkataan : "Jika ia meminta pada Ku niscaya kuberi permintaan Nya", ucapan ini jelas jelas menjawab seluruh sangkalan mereka, &lt;br /&gt;Bahwa bisa saja mereka berdoa pada Allah swt untuk menghidupkan yg mati, pindah ke tempat lain, mendengar atau melihat perasaan orang lain dlsb, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagaimana dijelaskan oleh Imam Tajuddin Assubkiy bahwa diantara bentuk karamat adalah sepuluh macam, dan sungguh lebih banyak dari itu, yg pertama adalah Menghidupkan yg mati, kedua adalah berbicara dg yg mati, yg ketiga adalah terbelahnya lautan dan keringnya lautan, keempat adalah berubahnya bentuk, kelima adalah berjalan diatas air, keenam adalah ucapan hewan dan benda, ketujuh adalah taatnya hewan, kedelapan adalah digulungnya waktu, kesembilan terdiamnya lidah atau terucapkannya, kesepuluh adalah terkeluarkannya harta karun, demikian dijelaskan dg panjang lebar oleh Imam Tajuddin Assubkiy Dalam kitabnya Thabaqatussyafi'i Al Kubra Juz II hal 338 cetakan Darul Ihya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentunya kejadian Tsunami di Aceh telah pula memperjelas ini, bahwa Air Dahsyat setinggi 30 meter dengan kecepatan 300km/jam dan kekuatan ratusan juta ton, terbelah di makam makam shalihin dan masjid, menunjukkan kemuliaan dan keramat para Wali Allah yg dimuliakan Allah swt walau mereka telah wafat, mereka tetap Benteng Allah swt dimuka Bumi sebagaimana firman Nya : "Sungguh Bumi diwariskan Allah pada hamba hamba Nya yg shalih" (QS Al Anbiya 105).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul saw bersabda : akan datang kelak…., atau akan muncul kelak setelah aku wafat…., atau kelak di hari kiamat…., hadits hadits shahih semacam ini ratusan banyaknya, merupakan tanda tanda hari kiamat, keadaan kelak di alam barzakh, keadaan di hari kiamat, kesemuanya dikabarkan oleh Rasul saw dengan gamblangnya menunjukkan bahwa beliau saw mengetahui apa yg akan terjadi, bahkan mengetahui seseorang itu akan mati dalam kebaikan atau dalam kekufuran, sebagaimana riwayat shahih Muslim yg menjelaskan bahwa seorang pejuang yg berjuang dengan giatnya namun Rasul saw berkata : "Dia ahli neraka!", para sahabat menyangkalnya karena orang itu berjihad dengan semangat dan kesungguhan, namun terbuktilah pada akhirnya ia membunuh diri dengan memotong urat nadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERAMAT PARA SAHABAT&lt;br /&gt;Ketika Khalifah Umar bin Khattab ra sedang berkhutbah jumat, tiba tiba ditengah khutbahnya ia berseru dengan kerasnya : Wahai Sariah bin Hashiin.., keatas gunung.. keatas gunung..!, maka kagetlah para sahabat lainnya, kenapa Khalifah berkata demikian?, apa maksudnya?, sebulan kemudian kembalilah Sariah bin Hashiin dari peperangan bersama pasukan sahabat lainnya, mereka bercerita saat mereka terdesak dalam peperangan mereka mendengar suara Umar bin Khattab ra yg tak terlihat wujudnya, teriakan itu adalah : Wahai Sariah bin Hashiin.., keatas gunung.. keatas gunung..!, maka kami naik keatas gunung dan berkat itu kami memenangkan peperangan (Durrul muntatsirah fil ahaditsil Masyhurah oleh Al Hafidh Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthi Juz 1 hal 22, Al Ishabah Juz 3 hal 6, Tarikh Attabari Juz 2 hal 553).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERAMAT PARA SAHABAT RIWAYAT SHAHIH BUKHARI&lt;br /&gt;Riwayat lain Ketika dua orang sahabat di malam yg gelap keluar dari menghadap Rasul saw, maka terlihatlah dua cahaya menerangi mereka, cahaya itu terus mengikuti mereka hingga mereka berpisah maka dua cahaya itupun berpisah, sampai mereka masuk kerumahnya masing masing (Shahih Bukhari Bab Manaqib)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat lain Ketika salah seorang sahabat membaca surat Alkahfi disuatu malam maka ia melihat keledainya melarikan diri, maka ketika ia selesai shalat ia melihat kabut yg menyelimuti sekitar, maka keesokan harinya ia menceritakannya pada Rasul saw maka Rasul saw berkata : Bacalah terus wahai fulan, sungguh itu adalah ketenangan yg turun sebab Alqur'an (Shahih Bukhari Bab Alamat Nubuwwah fil islam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat lain ketika Abubakar shiddiq diberkahi makanan untuk tamu2nya dirumahnya, hingga tamu tamunya menyaksikan bahwa setiap mereka memakan makanan itu namun makanan itu tidak berkurang (Shahih Bukhari Bab Samar Ma'addhaif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat lainnya Rasul saw bersabda : "Wahai Umar, tiadalah syaitan berpapasan denganmu disuatu jalan kecuali ia akan menghindar mencari jalan yg bukan jalanmu" (Shahih Bukhari Bab Manaqib Umar bin Khattab ra), berkata Al Hafidh Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy bahwa dalam hadits ini terkandung makna bahwa Ma'shum adalah hal yg wajib bagi para Nabi, namun merupakan hal yg bisa saja terjadi (tidak mustahil) bagi selain Nabi (Fathul Baari Bisyarh Shahih Bukhari Bab Manaqib Umar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat lainnya sabda Rasulullah saw ; Tiadalah bayi bercakap cakap terkecuali tiga, &lt;br /&gt;Isa bin Maryam (as), &lt;br /&gt;dan di Bani Israil seorang lelaki bernama Jureij, ketika sedang shalat datanglah ibunya memanggilnya,seraya berkata dalam hatinya : Apakah aku menjawabnya atau meneruskan shalat?, maka Ibundanya marah dan berdoa : Wahai Allah jangan kau matikan ia hingga kau perlihatkan padanya wajah pelacur, maka suatu ketika Jureij di tempat khalwatnya dan datanglah padanya seorang wanita mengajaknya berzina, maka ia menolak, lalu pelacur itu mendatangi seorang penggembala dan kemudian berzina dengannya, maka wanita itupun hamil dan melahirkan bayi lelaki, maka wanita itu berkata ini adalah dari perbuatan Jureij..!, maka penduduk marah dan menghancurkan rumah ibadahnya, menyeretnya dan mencacinya, maka ia berwudhu dan shalat, dan mendatangi bayi itu dan berkata : Siapa ayahmu..?!, maka Bayi itu berkata : Ayahku adalah Penggembala, maka mereka berkata : Kami akan membangun rumah ibadahmu dari emas..??, maka ia berkata, tidak.., cukup dari tanah!.&lt;br /&gt;Yg ketiga adalah ketika seorang wanita menyusui anaknya dari Bani Israil, maka lewatlah seorang pria berwibawa dan penguasa, maka ibu itu berkata : Wahai Allah jadikan anakku sepertinya!, maka anak itu melepaskan susu ibunya dan menjawab : Wahai Allah jangan jadikan aku sepertinya!, lalu ia kembali menyusu, dan berkata Abu Hurairah : seakan akan aku melihat pada Nabi saw yg menghisap jarinya (mempercontohkan hikayat), lalu lewatlah seorang Budak, dan ibunya pun berkata : Wahai Allah jangan jadikan anakku sepertinya!, maka Bayinya melepaskan susunya dan berkata : Wahai Allah jadikanlah aku sepertinya!, (berkata ibunya) mengapa begitu?, bayinya berkata : Orang pertama adalah penguasa bengis, dan Budak itu adalah dituduh pencuri, pezina, dan ia tak melakukannya" (Shahih Bukhari Bab Ahaditsul Anbiya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat hadits ibu yg menyusui bayi diatas menunjukkan bolehnya Allah memberikan keramat pada wali sejak ia masih bayi, sudah dapat tahu takdir orang, tahu siapa orang itu sebenarnya, dan mengtahui hal yg ghaib, maka jika ada habaib masa lalu yg dikatakan sudah keramat danjadi wali Allah sejak bayinya, semacam Imam Abubakar bin Salim Fakhrul wujud dan lainnya, maka telah jelas diriwayatkan dalam shahih Bukhari mengenai dalilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat lainnya bahwa Khubaib ra ketika ditangkap oleh Bani Harits , (dalam riwayat yg panjang), bahwa Putri dari Al Harits berkata : Tak pernah kulihat tawanan pun yg lebih baik dari Khubaib (ra), sungguh telah kusaksikan ia makan buah anggur sedangkan di Makkah saat itu tak ada sama sekali buah buahan, dan ia didalam penjara Besi, dan itu adalah Rizki yg diberikan oleh Allah swt (Shahih Bukhari Bab Jihad wassayr) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat lainnya bahwa seorang dari penduduk Kuufah mengadukan kepada Khalifah Umar ra tentang Sa'ad bin Abi Waqqash ra, maka diutuslah bersamanya seorang pengintai yg bertanya tentang Sa'ad di Kufah, maka ia berkeliling di masjid Kufah dan tak ada yg menyaksikan kecuali kebaikan Sa'ad ra, maka berkatalah seorang lelaki yg dikenal dg nama Aba Sa'dah : Jika kau bertanya pada kami maka sungguh Sa'ad (ra) tidak membagi dg adil, dan banyak lagi fitnahnya pada Sa'ad ra, maka berkatalah Sa'ad (ra) "Wahai Allah jika ia dusta maka panjangkan usianya, dan panjangkan kemiskinannya, dan munculkan atasnya fitnah fitnah".&lt;br /&gt;Maka berkata Ibn Umair ra kulihat ia tua renta hingga kedua alisnya sudah hampir menutup kedua matanya karena sangat tua, dan sangat miskin, dan mengejar ngejar para wanita di jalanan seraya memegang megangnya, jika ditanya padanya : Kenapa kau berbuat ini??, ia menjawab : Aku adalah si tua renta yg terkena fitnah karena doa Sa'ad (ra). ( Shahih Bukhari Bab Adzan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RIWAYAT TSIGAH LAINNYA TENTANG KERAMAT PARA SAHABAT DAN IMAM IMAM&lt;br /&gt;Berkata Imam Al Khazin : telah diriwayatkan dari Abu Sa'id Alkhudri ra Sungguh Rasulullah saw bersabda : "hati hatilah pada firasat orang mukmin, sungguh (firasat) dia itu melihat dengan Cahaya Allah" (diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitabnya Attaarikh, dan Ibn Jarir, Ibn Hatim, Ibn Sunniy, Abu Nu'aim, dan diriwayatkan pula oleh Imam Attirmidziy dan Imam Attabrani, dan diriwayatkan pula oleh Ibn Jarir dari Ibn Umar ra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada para ulama dan para pemilik anugerah, bahwa pada firasat mereka teriwayatkan dg kabar dan riwayat yg masyhur, diantaranya dikatakan oleh Al hafidh pada kitabnya "Tawaali Atta'sis" berkata Assaajiy, berkata padaku Abu Dawud, berkata kepadaku Qutaybah, berkata pada Abdu Hamiid, aku keluar bersama Imam Syafii dari Makkah, maka kami bertemu seorang lelaki di Abtah, maka kukatakan pada Imam Syafii : "Tebak keberadaan lelaki itu..?", maka berkata Imam Syafii : "Dia itu tukang kayu, atau penjahit!", maka kutanya pada lelaki itu seraya berkata : "Dulu aku tukang kayu dan sekarang penjahit",&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan pula oleh Al Hakim dari riwayat lain, dari Qutaybah berkata : "Kulihat Muhammad bin Alhasan dan Imam Syafii duduk berdua diteras Ka'bah, maka lewatlah seorang lelaki, maka berkatalah salah satu dari mereka : "kemarilah kami akan menebak pekerjaanmu, maka berkata salah satu dari mereka (Muhammad bin Alhasan dan Imam Syafii) engkau adalah Penjahit!, dan berkata yg lainnya : Engkau adalah tukang kayu!, maka berkata orang itu : "dulu aku penjahit dan sekarang tukang kayu".&lt;br /&gt;Berkata Al Hafidh : sanad kedua riwayat diatas shahih.&lt;br /&gt;(Tuhfatul ahwadziy bisyarh Jami Tirmidziy Bab : Min Suuratil Hijr Juz 8 /556)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diriwayatkan berkenaan syarh hadits firasah, bahwa Ustman bin Affan ra dikunjungi beberapa sahabatnya, dan diantara mereka memandang pada seorang wanita, maka berkata Utsman bin Affan ra : "salah satu dari kalian masuk kerumahku dengan mata yg berzina!", maka berkatalah seorang dari mereka dengan kagetnya : "Apakah ada wahyu setelah Rasulullah..??" (maksudnya pembicaraan yg membuka masalah gaib dan tersembunyi/kasyaf), maka berkata Utsman bin Affan ra: "Bukan wahyu, namun firasat yg benar!". (Syarh Musnad Abi Hanifah juz 1 /566).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-1243668710887326142?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/1243668710887326142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=1243668710887326142' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/1243668710887326142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/1243668710887326142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/03/keramat-para-wali-allah-swt-terbitkan.html' title='keramat para wali Allah swt,  terbitkan pada buku kenalilah akidahmu edisi 2 insya Allah.'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-4308014594940430016</id><published>2010-03-23T21:26:00.001-07:00</published><updated>2010-03-23T21:26:52.358-07:00</updated><title type='text'>Aku Mencintaimu Karena Agama Pada Dirimu   Pesan Baru</title><content type='html'>Jika hilang agama yang ada pada dirimu, maka hilang pula cintaku padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, Islam adalah satu-satunya agama terbaik yang mengajarkan untuk menjaga kesucian dan memelihara moral kita. Salah satunya adalah dengan mengatur pergaulan antara laki-laki dan perempuan sekaligus melarang pergaulan bebas antara lelaki dan wanita yang bukan muhrim. Karena kesan pergaulan antara laki-laki dan wanita yang bukan muhrim cenderung kepada godaan syaitan dan fitnah yang besar, ini terbukti pada masyarakat jahiliah terdahulu dan masyarakat jahiliah sekarang. Oleh karena itu Islam menyerukan hijab sebagai tujuan utama dalam syariat Islam. Hijab adalah suatu sistem kehidupan yang lengkap dan sempurna serta memberi kebaikan kepada seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijab, yang secara harafiah berarti tirai atau dinding, yang bisa berarti perlindungan wanita dalam Islam dari pandangan laki-laki terutama yang bukan muhrim. Salah satu prinsip dasar Islam adalah pewujudan suatu sistem yang suci, sehingga Islam senantiasa berusaha mendidik setiap anggota masyarakat, laki-laki maupun wanita, untuk menjadi manusia yang bertaqwa, disiplin, dan menjaga kesucian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara pendidikan yang penting adalah dengan latihan agar manusia berdisiplin atas kecenderungan mereka terhadap jenis yang lain dan agar kecenderungan-kecenderungan ini hanya disalurkan melalui jalan yang halal. Untuk tujuan ini Islam membuat suatu sistem yang bernama hijab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem hijab adalah peraturan-peraturan yang merupakan elaborasi tindakan-tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam sosialisasi antara pria dan wanita. Hijab tak terbatas pada perintah bagi wanita untuk menutup kepala dan wajah saja, melainkan suatu sistem yang menyeluruh yang menjadi panduan-panduan dasar bagi laki-laki dan wanita dalam bermu’amalah untuk membangun masayarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian hijab sebagai suatu sistem bisa kita pahami lewat firman Allah swt yang menyerukan kepada laki-laki terlebih dulu untuk berhijab sebelum kepada wanita seperti dinyatakan di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”&lt;br /&gt;QS. an-Nur (24) : 30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Allah juga menyerukan hijab kepada kaum wanita seperti di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”&lt;br /&gt;QS. an-Nur (24) : 31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, apabila kita menemui saudari kita lainnya yang belum berhijab atau sudah berhijab tetapi masih sebagai sekedar asesoris dan masih menunjukan akhlak yang kurang bagus, maka sudah menjadi tugas kitalah sesama muslim untuk mengajak dan mengingatkannya. Sudah barang tentu dengan cara yang baik dan tutur kata yang lembut tanpa melukai perasaan mereka. Apalagi sampai menghina dan mengucilkan mereka dari pergaulan kita. Bisa jadi mereka belum tahu mengenai hijab. Atau apabila sudah tahu mereka belum punya niat yang kuat untuk melaksanakannya. Dan apabila sudah punya niat untuk berhijab barangkali mereka belum mampu untuk menjalaninya. Maka tuntunlah mereka dengan pengertian serta cara yang paling sederhana dan mudah untuk mereka pahami atau jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi saudariku yang sudah tahu mengenai hijab tapi masih enggan untuk berhijab biarkanlah kami dengan cara kami dan tidak menghalangi kami dalam mencapai ridla Allah. Janganlah sampai memusuhi kami dengan keyakinan kami. Atau mempengaruhi saudari yang lain untuk tidak mengikuti jalan kami. Karena memang sesungguhnya kita adalah bersaudara. Ya Allah cintakanlah aku pada hati hambaMu yang mencintaiMu agar makin tebal cintaku padaMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah yang indah semakin indah bila tertutup, akan menarik bila semakin tidak terlihat. Biarlah tetap akan menjadi misteri untuk selamanya, yang tidak akan pernah selesai kecuali dengan memilikinya. Sesuatu yang tidak bisa disingkap apalagi disentuh akan menimbulkan kerinduan dan misteri. Dan sesuatu yang tersembunyi dengan baik, terjaga dengan utuh akan tampak bernilai tinggi. Tanpa hijab tak akan bernilai. Begitu pula dengan Allah yang senantiasa tersembunyi diliputi misteri, maka kita selalu merindukan untuk berjumpa dengan-Nya. Biarlah indah pada waktunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-4308014594940430016?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/4308014594940430016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=4308014594940430016' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/4308014594940430016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/4308014594940430016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/03/aku-mencintaimu-karena-agama-pada.html' title='Aku Mencintaimu Karena Agama Pada Dirimu   Pesan Baru'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-2790972362088198408</id><published>2010-03-16T10:35:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T10:35:23.523-07:00</updated><title type='text'>ALLAH S.W.T MENGATUR SEGALA URUSAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;SENANGKAN HATIMU DARI URUSAN TAKDIR KERANA APA YANG DIATUR OLEH SELAIN-MU TENTANG URUSAN DIRIMU, TIDAK PERLU ENGKAU CAMPUR TANGAN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kita bertauhid melalui dua cara, pertama bertauhid dengan akal dan keduanya bertauhid dengan hati. Bidang akal ialah ilmu dan liputan ilmu sangat luas, bermula dari pokok kepada dahan-dahan dan seterusnya kepada ranting-ranting. Setiap ranting ada hujungnya, iaitu penyeleaiannya. Ilmu bersepakat pada perkara pokok, bertolak ansur pada cabangnya dan berselisih pada rantingnya atau penyelesaiannya. Jawapan kepada sesuatu masalah selalunya berubah-ubah menurut pendapat baharu yang ditemui. Apa yang dianggap benar pada mulanya dipersalahkan pada akhirnya. Oleh sebab sifat ilmu yang demikian orang awam yang berlarutan membahas tentang sesuatu perkara boleh mengalami kekeliruan dan kekacauan fikiran. Salah satu perkara yang mudah mengganggu fikiran ialah soal takdir atau Qadak dan Qadar. Jika persoalan ini diperbahaskan hingga kepada yang halus-halus seseorang akan menemui kebuntuan kerana ilmu tidak mampu mengadakan jawapan yang konkrit. Qadak dan Qadar diimani dengan hati. Tugas ilmu ialah membuktikan kebenaran apa yang diimani. Jika ilmu bertindak menggoyangkan keimanan maka ilmu itu harus disekat dan hati dibawa kepada tunduk dengan iman. Kalam Hikmat keempat di atas membimbing ke arah itu agar iman tidak dicampur dengan keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama nafsu dan akal menjadi hijab, beriman kepada perkara ghaib dan menyerah diri secara menyeluruh tidak akan dicapai. Qadak dan Qadar termasuk dalam perkara ghaib. Perkara ghaib disaksikan dengan mata hati atau basirah. Mata hati tidak dapat memandang jika hati dibungkus oleh hijab nafsu. Nafsu adalah kegelapan, bukan kegelapan yang zahir tetapi kegelapan dalam keghaiban. Kegelapan nafsu itu menghijab sedangkan mata hati memerlukan cahaya ghaib untuk melihat perkara ghaib. Cahaya ghaib yang menerangi alam ghaib adalah cahaya roh kerana roh adalah urusan Allah s.w.t. Cahaya atau nur hanya bersinar apabila sesuatu itu ada perkaitan dengan Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah adalah cahaya bagi semua langit dan bumi. ( Ayat 35 : Surah an-Nur )&lt;br /&gt;Dialah Yang Maha Tinggi darjat kebesaran-Nya, yang mempunyai Arasy (yang melambangkan keagungan dan kekuasaan-Nya); Ia memberikan wahyu darihal perintah-Nya kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya (yang telah dipilih menjadi Rasul-Nya), supaya Ia memberi amaran (kepada manusia) tentang hari pertemuan, - ( Ayat 15 : Surah al-Mu’min )&lt;br /&gt;Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (wahai Muhammad) – Al-Quran sebagai roh (yang menghidupkan hati) dengan perintah Kami; engkau tidak pernah mengetahui (sebelum diwahyukan kepadamu); apakah Kitab (Al-Quran) itu dan tidak juga mengetahui apakah iman itu; akan tetapi Kami jadikan Al-Quran: cahaya yang menerangi, Kami beri petunjuk dengannya sesiapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) adalah memberi petunjuk dengan Al-Quran itu ke jalan yang lurus, - Iaitu jalan Allah yang memiliki dan menguasai yang ada di langit dan yang ada di bumi. Kepada Allah jualah kembali segala urusan. ( Ayat 52 &amp;amp; 53 : Surah asy-Syura )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila cahaya roh berjaya menghalau kegelapan nafsu, mata hati akan menyaksikan yang ghaib. Penyaksian mata hati membawa hati beriman kepada perkara ghaib dengan sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah s.w.t telah menghamparkan jalan yang lurus kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Dia berfirman:&lt;br /&gt;Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan Aku cukupkan nikmat-Ku kepada kamu, dan Aku telah redakan Islam itu menjadi agama untuk kamu. ( Ayat 3 : Surah al-Maa’idah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam adalah umat yang paling bertuah kerana Allah s.w.t telah menyempurnakan nikmat-Nya ke atas mereka dengan mengurniakan Islam. Allah s.w.t menjamin juga bahawa Dia reda menerima Islam sebagai agama mereka. Jaminan Allah s.w.t itu sudah cukup bagi mereka yang menuntut keredaan Allah s.w.t untuk tidak menoleh ke kiri atau ke kanan, sebaliknya terus berjalan mengikut landasan yang telah dibina oleh Islam. Islam adalah perlembagaan yang lengkap mencakupi semua aspek kehidupan baik yang zahir mahupun yang batin. Islam telah menjelaskan apa yang mesti dibuat, apa yang mesti tidak dibuat, bagaimana mahu bertindak menghadapi sesuatu dan bagaimana jika tidak mahu melakukan apa-apa. Segala peraturan dan kod etika sudah dijelaskan dari perkara yang paling kecil hingga kepada yang paling besar. Sudah dijelaskan cara beribadat, cara berhubungan sesama manusia, cara membahagikan harta pusaka, cara mencari dan membelanjakan harta, cara makan, cara minum, cara berjalan, cara mandi, cara memasuki jamban, cara hukum qisas cara melakukan hubungan kelamin, cara menyempurnakan mayat dan semua aspek kehidupan diterangkan dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam tidak perlu bertengkar tentang penyelesaian terhadap sesuatu masalah. Segala penyelesaian telah dibentangkan, hanya tegakkan iman dan rujuk kepada Islam itu sendiri nescaya segala pertanyaan akan terjawab. Begitulah besarnya nikmat yang dikurniakan kepada umat Islam. Kita perlulah menjiwai Islam untuk merasai nikmat yang dikurniakan itu. Kewajipan kita ialah melakukan apa yang telah Allah s.w.t aturkan sementara hak mengatur atau mentadbir adalah hak Allah s.w.t yang mutlak. Jika terdapat peraturan Allah s.w.t yang tidak dipersetujui oleh nafsu kita, jangan pula melentur peraturan tersebut atau membuat peraturan baharu, sebaliknya nafsu hendaklah ditekan supaya tunduk kepada peraturan Allah s.w.t. Jika pendapat akal sesuai dengan Islam maka yakinilah akan kebenaran pendapat tersebut, dan jika penemuan akal bercanggah dengan Islam maka akuilah bahawa akal telah tersilap di dalam perkiraannya. Jangan memaksa Islam supaya tunduk kepada akal semasa yang akan berubah pada masa yang lain, tetapi tundukkan akal kepada apa yang Tuhan kata yang kebenarannya tidak akan berubah sampai bila-bila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengamalkan tuntutan Islam disertai dengan beriman kepada Qadak dan Qadar, jiwanya akan sentiasa tenang dan damai. Putaran roda kehidupan tidak membolak-balikkan hatinya kerana dia melihat apa yang berlaku adalah menurut apa yang mesti berlaku. Dia pula mengamalkan kod yang terbaik dan dijamin oleh Allah s.w.t. Hatinya tunduk kepada hakikat bahawa Allah s.w.t yang mentadbir sementara sekalian hamba berkewajipan taat kepada-Nya, tidak perlu masuk campur dalam urusan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin timbul pertanyaan apakah orang Islam tidak boleh menggunakan akal fikiran, tidak boleh mentadbir kehidupannya dan tidak boleh berusaha membaiki kehidupannya? Apakah orang Islam mesti menyerah bulat-bulat kepada takdir tanpa tadbir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah s.w.t menceritakan tentang tadbir orang yang beriman:&lt;br /&gt;Maka Yusuf pun mulailah memeriksa tempat-tempat barang mereka, sebelum memeriksa tempat barang saudara kandungnya (Bunyamin), kemudian ia mengeluarkan benda yang hilang itu dari tempat simpanan barang saudara kandungnya. Demikianlah Kami jayakan rancangan untuk (menyampaikan hajat) Yusuf. Tidaklah ia akan dapat mengambil saudara kandungnya menurut undang-undang raja, kecuali jika dikehendaki oleh Allah. (Dengan ilmu pengetahuan), Kami tinggikan pangkat kedudukan sesiapa yang Kami kehendaki; dan tiap-tiap yang berilmu pengetahuan, ada lagi di atasnya yang lebih mengetahui. (Ayat 76 : Surah Yusuf )&lt;br /&gt;Dan kepunyaan-Nya jualah kapal-kapal  yang berlayar di lautan laksana gunung-ganang. (Ayat 24 : Surah ar-Rahmaan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Yusuf a.s, dengan kepandaiannya, mengadakan muslihat untuk membawa saudaranya, Bunyamin, tinggal dengannya. Kepandaian dan muslihat yang pada zahirnya diatur oleh Nabi Yusuf a.s tetapi dengan tegas Allah s.w.t mengatakan Dia yang mengatur muslihat tersebut dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya. Kapal yang pada zahirnya dibina oleh manusia tetapi dengan tegas Allah s.w.t mengatakan kapal itu adalah kepunyaan-Nya. Ayat-ayat di atas memberi pengajaran mengenai tadbir yang dilakukan oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w sendiri menganjurkan agar pengikut-pengikut baginda s.a.w mentadbir kehidupan mereka. Tadbir yang disarankan oleh Rasulullah s.a.w ialah tadbir yang tidak memutuskan hubungan dengan Allah s.w.t, tidak berganjak dari tawakal dan penyerahan kepada Tuhan yang mengatur pentadbiran dan perlaksanaan. Janganlah seseorang menyangka apabila dia menggunakan otaknya untuk berfikir maka otak itu berfungsi dengan sendiri tanpa tadbir Ilahi. Dari mana datangnya ilham yang diperolehi oleh otak itu jika tidak dari Tuhan? Allah s.w.t yang membuat otak, membuatnya berfungsi dan Dia juga yang mendatangkan buah fikiran kepada otak itu. Tadbir yang dianjurkan oleh Rasulullah s.a.w ialah tadbir yang sesuai dengan al-Quran dan as-Sunah. Islam hendaklah dijadikan penapis untuk mengasingkan pendapat dan tindakan yang benar dari yang salah. Islam menegaskan bahawa sekiranya tidak kerana daya dan upaya dari Allah s.w.t, pasti tidak ada apa yang dapat dilakukan oleh sesiapa pun. Oleh yang demikian seseorang mestilah menggunakan daya dan upaya yang dikurniakan Allah s.w.t kepadanya menurut keredaan Allah s.w.t. Seseorang hamba Allah s.w.t tidak sepatutnya melepaskan diri dari penyerahan kepada Allah Yang Maha Mengatur. Apabila apa yang diaturkannya berjaya menjadi kenyataan maka dia akui bahawa kejayaan itu adalah kerana persesuaian aturannya dengan aturan Allah s.w.t. Jika apa yang diaturkannya tidak menjadi, diakuinya bahawa aturannya wajib tunduk kepada aturan Allah s.w.t dan tidak menjadi itu juga termasuk di dalam tadbir Allah s.w.t. Hanya Allah s.w.t yang berhak untuk menentukan. Allah s.w.t Berdiri Dengan Sendiri, tidak ada sesiapa yang mampu campur tangan dalam urusan-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-2790972362088198408?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/2790972362088198408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=2790972362088198408' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/2790972362088198408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/2790972362088198408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/03/allah-swt-mengatur-segala-urusan.html' title='ALLAH S.W.T MENGATUR SEGALA URUSAN'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-8554470693857115944</id><published>2010-03-14T01:38:00.001-08:00</published><updated>2010-03-14T01:38:33.018-08:00</updated><title type='text'>TANDA DITERIMA AMAL</title><content type='html'>BARANGSIAPA YANG DAPAT MERASA MANIS BUAH DARI AMALNYA SEKARANG (DI DUNIA) IA MENJADI BUKTI DITERIMA AMALNYA KELAK (DI AKHIRAT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah dari amal adalah kesan yang lahir dari amal kebaikan yang dilakukan. Kesan itu menjadi tanda menunjukkan sama ada amal seseorang itu diterima oleh Allah s.w.t atau tidak. Banyak ayat al-Quran dan Hadis Rasulullah s.a.w yang menceritakan tentang tanda-tanda yang boleh dibuat ukuran tentang amal yang dilakukan. Misalnya Rasulullah s.a.w bersabda:&lt;br /&gt;Barangsiapa tidak dicegah oleh sembahyangnya dari melakukan perbuatan keji dan munkar, maka dia tidak bertambah dekat dengan Allah s.w.t, bahkan bertambah jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembahyang yang diterima oleh Allah s.w.t adalah sembahyang yang mendekatkan orang yang melakukannya kepada Allah s.w.t dan tandanya adalah orang itu dilindungi dari terjerumus melakukan perbuatan keji dan munkar. Andaikata mata hati dapat melihat nescaya akan kelihatan sembahyang dan amal kebaikan yang lain, mengeluarkan nur-nur yang menjadi tentera melindungi orang yang berbuat sembahyang dan kebaikan itu daripada percubaan tentera musuh menjatuhkannya ke dalam lembah kekejian dan kemunkaran. Orang tersebut kadang-kadang terlintas juga dihatinya untuk melakukan maksiat, tetapi nur-nur yang menjadi tentera amal kebaikan bertindak menghindarkannya daripada melakukan maksiat yang ingin dilakukannya itu, hinggakan dia sendiri hairan bagaimana dia boleh terselamat padahal dia sudah berada di hadapan pintu maksiat. Tentera nur tersebut bukan setakat mengawal kejahatan daripada menghampiri tuannya bahkan ia juga sering menarik tuannya kepada kebaikan hinggakan orang itu selalu berpeluang berbuat kebaikan tanpa dirancang dan dia selalu berasa hairan bagaimana bila ada sahaja kerja kebaikan maka tiba-tiba dia ikut serta melakukannya sedangkan tiada sesiapa menjemputnya untuk melakukan pekerjaan itu. Inilah yang dinamakan buah daripada amal kebaikan. Jika dia ikhlas menjaga amal kebaikannya, maka tentera nur yang lahir dari amal itu akan ikhlas pula melindunginya, bukan sahaja ketika di atas muka bumi ini, malah tentera nur itu akan menemaninya di dalam kubur, memberi cahaya dan menghilangkan kesunyiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak mendapat buah dari amalnya sering ditarik ke arah yang berlawanan. Dia mudah terjerumus ke dalam lembah maksiat walaupun dia sudah berusaha berungguh-sungguh untuk menjauhkannya. Dia berasa berat untuk beribadat walaupun dia sudah mencuba untuk khusyuk. Walaupun banyak amal kebaikan yang dilakukannya tetapi jika amal itu tidak ikhlas, iaitu tidak ada nyawanya maka dia tidak dapat menghidupkan tentera nur dari amal tersebut, yang boleh menjaganya daripada kebinasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab amal kebaikan orang Mukmin tidak dibalas sepenuhnya semasa dia hidup di dunia ini maka Allah s.w.t menggantikannya dengan sejenis rasa kelazatan dan kepuasan mengiringi amalnya sehingga dia tidak berasa bosan dan tidak berasa rugi kerana beramal. Amal yang salih ditempatkan di Iliyyin yang berhampiran dengan syurga. Walaupun orang Mukmin masih hidup di dunia, amalnya telah pun diangkat ke Iliyyin dan amal itu sudah dapat mencium bau syurga. Keharuman bau syurga itu disalurkan kepada tuannya yang berada di dunia. Oleh sebab itu orang Mukmin sudah dapat mengecap bau syurga sebelum memasukinya dan ketika mereka masih hidup di dunia. Keharuman dan kelazatan imbasan syurga dirasai ketika mereka beramal, terutamanya ketika bersembahyang. Suasana sembahyang mereka seolah-olah mereka berada di dalam syurga, sebab itulah mereka tidak mendengar desiran angin dan tidak sakit ditikam dengan tombak, kerana kelalaian dan kesakitan tidak ada di dalam syurga. Allah s.w.t berfirman:&lt;br /&gt;Ketahuilah! Sesungguhnya wali-wali Allah, tidak ada kebimbangan (dari sesuatu yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak berdukacita. (Wali-wali Allah itu ialah) orang-orang yang beriman serta mereka pula sentiasa bertakwa. Untuk mereka sahajalah kebahagiaan yang menggembirakan di dunia dan di akhirat; tidak ada (sebarang) perubahan pada janji-janji Allah; yang demikian itulah kejayaan yang besar. ( Ayat 62 – 64 : Surah Yunus)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-8554470693857115944?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/8554470693857115944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=8554470693857115944' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/8554470693857115944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/8554470693857115944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/03/tanda-diterima-amal.html' title='TANDA DITERIMA AMAL'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-7508619765026775944</id><published>2010-03-13T11:18:00.000-08:00</published><updated>2010-03-13T11:18:56.986-08:00</updated><title type='text'>Tabligh Akbar Majelis Al-Hasyimi ( Hadroh Majelis Al-kahfi )</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gmHqyJgAoYc/S5vk2aSLvGI/AAAAAAAAAVQ/fVOperhlg2Y/s1600-h/pamplete.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_gmHqyJgAoYc/S5vk2aSLvGI/AAAAAAAAAVQ/fVOperhlg2Y/s320/pamplete.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-7508619765026775944?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/7508619765026775944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=7508619765026775944' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/7508619765026775944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/7508619765026775944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/03/tabligh-akbar-majelis-al-hasyimi-hadroh.html' title='Tabligh Akbar Majelis Al-Hasyimi ( Hadroh Majelis Al-kahfi )'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gmHqyJgAoYc/S5vk2aSLvGI/AAAAAAAAAVQ/fVOperhlg2Y/s72-c/pamplete.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-2026537561365252348</id><published>2010-03-07T19:41:00.000-08:00</published><updated>2010-03-07T19:41:11.455-08:00</updated><title type='text'>Cinta kepada Allah</title><content type='html'>Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahawa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Bila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat kepada Nabi Isa a.s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting dari kisah berikut adalah hikmahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan dalam sebuah kitab karangan Imam Al-Ghazali bahawa pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan di hadapan seorang pemuda yang sedang menyiram air di kebun. Bila pemuda yang sedang menyiram air itu melihat kepada Nabi Isa a.s berada di hadapannya maka dia pun berkata, "Wahai Nabi Isa a.s, kamu mintalah dari Tuhanmu agar Dia memberi kepadaku seberat semut Jarrah cintaku kepada-Nya." Berkata Nabi Isa a.s, "Wahai saudaraku, kamu tidak akan terdaya untuk seberat Jarrah itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata pemuda itu lagi, "Wahai Isa a.s, kalau aku tidak terdaya untuk satu Jarrah, maka kamu mintalah untukku setengah berat Jarrah." Oleh kerana keinginan pemuda itu untuk mendapatkan kecintaannya kepada Allah, maka Nabi Isa a.s pun berdoa, "Ya Tuhanku, berikanlah dia setengah berat Jarrah cintanya kepada-Mu." Setelah Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun berlalu dari situ. Selang beberapa lama Nabi Isa a.s datang lagi ke tempat pemuda yang memintanya berdoa, tetapi Nabi Isa a.s tidak dapat berjumpa dengan pemuda itu. Maka Nabi Isa a.s pun bertanya kepada orang yang lalu-lalang di tempat tersebut, dan berkata kepada salah seorang yang berada di situ bahawa pemuda itu telah gila dan kini berada di atas gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Nabi Isa a.s mendengat penjelasan orang-orang itu maka beliau pun berdoa kepada Allah S.W.T, "Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku tentang pemuda itu." Selesai sahaja Nabi Isa a.s berdoa maka beliau pun dapat melihat pemuda itu yang berada di antara gunung-ganang dan sedang duduk di atas sebuah batu besar, matanya memandang ke langit. Nabi Isa a.s pun menghampiri pemuda itu dengan memberi salam, tetapi pemuda itu tidak menjawab salam Nabi Isa a.s, lalu Nabi Isa berkata, "Aku ini Isa a.s."Kemudian Allah S.W.T menurunkan wahyu yang berbunyi, "Wahai Isa, bagaimana dia dapat mendengar perbicaraan manusia, sebab dalam hatinya itu terdapat kadar setengah berat Jarrah cintanya kepada-Ku. Demi Keagungan dan Keluhuran-Ku, kalau engkau memotongnya dengan gergaji sekalipun tentu dia tidak mengetahuinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi dia mencintai dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi dia inginmendapat sanjungan dari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang yang mengaku cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah S.A.W telah bersabda, "Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima &amp;amp; lupa kepada yang lima :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mereka cinta kepada dunia. Tetapi mereka lupa kepada akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mereka cinta kepada harta benda. Tetapi mereka lupa kepada hisab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mereka cinta kepada makhluk. Tetapi mereka lupa kepada al-Khaliq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mereka cinta kepada dosa. Tetapi mereka lupa untuk bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mereka cinta kepada gedung-gedung mewah. Tetapi mereka lupa kepada kubur."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-2026537561365252348?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/2026537561365252348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=2026537561365252348' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/2026537561365252348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/2026537561365252348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/03/cinta-kepada-allah.html' title='Cinta kepada Allah'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-1354143254207086778</id><published>2010-02-24T08:33:00.001-08:00</published><updated>2010-02-24T08:33:49.121-08:00</updated><title type='text'>Memandang Orang lain lebih Baik dari pada Kita</title><content type='html'>Kita harus memandang diri orang lain lebih baik dari pada kita dan memandang diri kita sendiri lebih jelek daripada orang lain dalam hal iman ,ilmu,dan amal.namun kita jangan memandang non-muslim lebih baik daripada kita.sebab,Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jaganlah kamu merasa hina dan jangan bersedih hati,sedang kamu ada dalam derajat yang tinggi apabila kamu dalam keadaan beriman”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Abdul Kadir Al Jaelany berkata,Apabila engkau bertemu dengan seseorang,hendaklah engkau memandangnya lebih utama dari pada kamu,dan engkau mengatakan,’ mungkin dia lebih baik disisi Allah dari pada aku,dan lebih tinggi derajatnya’.Apabila dia lebih kecil,hendaklah engkau mengatakan,’Orang ini tidak berbuat dosa kepada Allah sedangkan aku berbuat dosa,maka tidak ragu lagi bahwa dia lebih baik dari pada aku’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila keadaan orang yang kau lihat itu lebih tua,hendaklah mengatakan,Orang ini telah banyak beribadah kepada Allah sebelum aku’.apabila keadaan ornag yang engkau pandang orang alim(kiai),hendaklah engkau mengatakan,’Orang ini telah di beri sesuatu(anugrah)yang belum aku dapatkan dan ia telah mengetahui apa yang belum aku ketahui serta telah mengamalkan ilmunya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila orang itu bodoh,hendaklahengkau mengatakan,Orang ini durhaka pada Allah karena kebodohanya,sementara aku berilmu.Aku tidak tahu dengan apa aku diakhiri atau denganapa dia diakhiri husnulkhotimah atau suu’ulkhotimah.Dan apabila keadaan orang kafir,hendaklah engkau mengatakan,Aku tidak tahu,mungkin aku menjadi kafir sehingga aku brakhir dengan amal jelek’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak membeda-bedakan manusia karena perbedaan harta,tahta,atau turunan.Akan tetapi,Islam mengajarkan manusia sama derajatnya di sisi Allah dan manusia lebih mulia adalah orang yang lebih takwa di antara mereka.Oleh karena itu,sebagian para ulama berdoa dengan doa sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah jadikan aku orang sabar dan bersukur,dan jadikan aku dalam memandang diriku seseorang yang kecil/hina dan jadikan aku seseorang yang memandang besar,ketika memendang diri orang lain.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-1354143254207086778?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/1354143254207086778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=1354143254207086778' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/1354143254207086778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/1354143254207086778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/02/memandang-orang-lain-lebih-baik-dari_24.html' title='Memandang Orang lain lebih Baik dari pada Kita'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-829630601906713338</id><published>2010-02-09T10:01:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T10:01:12.549-08:00</updated><title type='text'>Panduan tata cara tayamum</title><content type='html'>&lt;!-- img blog--&gt; Segala puji hanya kembali dan milik Allah &lt;em&gt;Tabaroka wa Ta’ala, &lt;/em&gt;hidup kita, mati kita hanya untuk menghambakan diri kita kepada&amp;nbsp; Dzat yang tidak membutuhkan sesuatu apapun dari hambanya. &lt;em&gt;Sholawat &lt;/em&gt;dan salam semoga senantiasa tercurah kepada &lt;em&gt;R&lt;/em&gt;&lt;em&gt;a&lt;/em&gt;&lt;em&gt;sulul Islam, &lt;/em&gt;Muhammad bin Abdillah &lt;em&gt;shollallahu ‘alaihi wa sallam, &lt;/em&gt;beserta keluarga dan para sahabat beliau &lt;em&gt;ra&lt;/em&gt;&lt;em&gt;dhiyallahu ‘anhum.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tidak jarang dari kita melihat sebagian dari saudara-saudara kita kalangan kaum muslimin yang masih asing dengan istilah tayammum atau pada sebagian lainnya hal ini tidak asing lagi akan tetapi belum mengetahui bagaimana tayammum yang Nabi &lt;em&gt;shollallahu ‘alaihi was sallam &lt;/em&gt;ajarkan serta yang diinginkan oleh syari’at kita. Maka penulis mengajak pembaca sekalian untuk meluangkan waktu barang 5 menit untuk bersama mempelajari hal ini sehingga ketika tiba waktunya untuk diamalkan sudah dapat beramal dengan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Pengertian Tayammum&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kami mulai pembahasan ini dengan mengemukakan pengertian tayammum. Tayammum secara &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;bahasa&lt;/span&gt; diartikan sebagai Al Qosdu (القَصْدُ) yang berarti maksud. Sedangkan secara &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;istilah dalam syari’at&lt;/span&gt; adalah sebuah peribadatan kepada Allah berupa mengusap wajah dan kedua tangan dengan menggunakan &lt;em&gt;sho’id &lt;/em&gt;yang bersih&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;. S&lt;em&gt;ho’id&lt;/em&gt; adalah seluruh permukaan bumi yang dapat digunakan untuk bertayammum baik yang terdapat tanah di atasnya ataupun tidak&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Dalil Disyari’atkannya Tayammum&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tayammum disyari’atkan dalam islam berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah dan Ijma’ (konsensus) kaum muslimin&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;. Adapun dalil dari Al Qur’an adalah firman Allah &lt;em&gt;‘Azza wa Jalla,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau &lt;/em&gt;&lt;em&gt;berhubungan badan dengan&lt;/em&gt;&lt;em&gt; perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”. &lt;/em&gt;(QS. Al Maidah [5] : 6).&lt;br /&gt;Adapun dalil dari As Sunnah adalah sabda &lt;em&gt;Rasulullah shollallahu ‘alaihi was sallam&lt;/em&gt; dari sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman &lt;em&gt;rodhiyallahu ‘anhu,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;« وَجُعِلَتْ تُرْبَتُهَا لَنَا طَهُورًا إِذَا لَمْ نَجِدِ الْمَاءَ »&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Dijadikan bagi kami (ummat Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi was sallam ) permukaan bumi sebagai thohur/sesuatu yang digunakan untuk besuci&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn4"&gt;&lt;strong&gt;[4]&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; (tayammum) jika kami tidak menjumpai air”.&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn5"&gt;&lt;strong&gt;[5]&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Media yang dapat Digunakan untuk Tayammum&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Media yang dapat digunakan untuk bertayammum adalah &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;seluruh permukaan bumi yang bersih&lt;/span&gt; baik itu berupa pasir, bebatuan, tanah yang berair, lembab ataupun kering. Hal ini berdasarkan hadits Nabi &lt;em&gt;shollallahu ‘alaihi was sallam &lt;/em&gt;dari sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman &lt;em&gt;rodhiyallahu ‘anhu &lt;/em&gt;di atas dan secara khusus,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;جُعِلَتِ الأَرْضُ &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;كُلُّهَا&lt;/span&gt; لِى وَلأُمَّتِى مَسْجِداً وَطَهُوراً&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Dijadikan (permukaan, &lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;) bumi &lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;seluruhnya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; bagiku (Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam) dan ummatku sebagai tempat untuk sujud dan sesuatu yang digunakan untuk bersuci”.&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn6"&gt;&lt;strong&gt;[6]&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jika ada orang yang mengatakan bukankah dalam sebuah hadits Hudzaifah ibnul Yaman&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt; Nabi mengatakan tanah?! Maka kita katakan sebagaimana yang dikatakan oleh Ash Shon’ani &lt;em&gt;rohimahullah, &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;“Penyebutan sebagian anggota lafadz umum bukanlah pengkhususan”&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn8"&gt;&lt;strong&gt;[8]&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;. Hal ini merupakan pendapat Al Auzaa’i, Sufyan Ats Tsauri Imam Malik, Imam Abu Hanifah&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt; demikian juga hal ini merupakan pendapat Al Amir Ashon’ani&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn10"&gt;[10]&lt;/a&gt;, Syaikh Al Albani&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn11"&gt;[11]&lt;/a&gt;, Syaikh Abullah Alu Bassaam&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn12"&gt;[12]&lt;/a&gt; -&lt;em&gt;rohimahumullah-, &lt;/em&gt;Syaikh DR. Sholeh bin Fauzan Al Fauzan&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn13"&gt;[13]&lt;/a&gt; dan Syaikh DR. Abdul Adzim bin Badawiy Al Kholafiy &lt;em&gt;hafidzahumallah&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn14"&gt;&lt;strong&gt;[14]&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Keadaan yang &amp;nbsp;Dapat Menyebabkan Seseorang Bersuci &amp;nbsp;dengan Tayammum&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan Al Fauzan &lt;em&gt;hafidzahullah&lt;/em&gt; menyebutkan beberapa keadaan yang dapat menyebabkan seseorang bersuci dengan tayammum,&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jika tidak ada air baik dalam keadaan safar/dalam perjalanan ataupun tidak&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn15"&gt;[15]&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terdapat air (dalam jumlah terbatas &lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;) bersamaan dengan adanya kebutuhan lain yang memerlukan air tersebut semisal untuk minum dan memasak. &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Adanya kekhawatiran jika bersuci dengan air akan membahayakan badan atau semakin lama sembuh dari sakit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketidakmapuan menggunakan air untuk berwudhu dikarenakan sakit dan tidak mampu bergerak untuk mengambil air wudhu dan tidak adanya orang yang mampu membantu untuk berwudhu bersamaan dengan kekhawatiran habisnya waktu sholat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Khawatir kedinginan jika bersuci dengan air dan tidak adanya yang dapat menghangatkan air tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Tata Cara Tayammum Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tata cara tayammum Nabi &lt;em&gt;shollallahu ‘alaihi was sallam &lt;/em&gt;dijelaskan hadits ‘Ammar bin Yasir &lt;em&gt;rodhiyallahu ‘anhu, &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;بَعَثَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ ، فَلَمْ أَجِدِ الْمَاءَ ، فَتَمَرَّغْتُ فِى الصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَصْنَعَ هَكَذَا » . فَضَرَبَ بِكَفِّهِ ضَرْبَةً عَلَى الأَرْضِ ثُمَّ نَفَضَهَا ، ثُمَّ مَسَحَ بِهَا ظَهْرَ كَفِّهِ بِشِمَالِهِ ، أَوْ ظَهْرَ شِمَالِهِ بِكَفِّهِ ، ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian aku mengalami junub dan aku tidak menemukan air. Maka aku berguling-guling di tanah sebagaimana layaknya hewan yang berguling-guling di tanah. Kemudian aku ceritakan hal tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam. Lantas beliau mengatakan, “Sesungguhnya cukuplah engkau melakukannya seperti ini”. Seraya beliau memukulkan telapak tangannya ke permukaan bumi sekali pukulan lalu meniupnya. Kemudian beliau mengusap punggung telapak tangan (kanan)nya&lt;/em&gt; dengan tangan kirinya dan &lt;em&gt;mengusap punggung telapak tangan (kiri)nya dengan tangan kanannya, lalu beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn16"&gt;&lt;strong&gt;[16]&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam salah satu lafadz riwayat Bukhori,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;وَمَسَحَ وَجْهَهُ وَكَفَّيْهِ وَاحِدَةً&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Dan beliau mengusap wajahnya dan kedua telapak tangannya dengan sekali usapan”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits di atas kita dapat simpulkan bahwa tata cara tayammum beliau &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam &lt;/em&gt;adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Memukulkan kedua telapak tangan ke permukaan bumi dengan &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;sekali pukulan &lt;/span&gt;kemudian meniupnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian menyapu punggung telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan sebaliknya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian menyapu wajah dengan dua telapak tangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semua usapan baik ketika mengusap telapak tangan dan wajah &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;dilakukan sekali usapan saja.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian tangan yang diusap adalah bagian &lt;strong&gt;telapak tangan sampai pergelangan tangan&lt;/strong&gt; saja atau dengan kata lain tidak sampai siku seperti pada saat wudhu&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn17"&gt;[17]&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tayammum dapat menghilangkan hadats besar semisal janabah, demikian juga untuk hadats kecil.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak wajibnya urut/tertib dalam tayammum.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Pembatal Tayammum&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembatal tayammum sebagaimana pembatal wudhu. Demikian juga tayammum tidak dibolehkan lagi apa bila telah ditemukan air bagi orang yang bertayammum karena ketidakadaan air dan telah adanya kemampuan menggunakan air atau tidak sakit lagi &amp;nbsp;bagi orang yang bertayammum karena ketidakmampuan menggunakan air&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn18"&gt;[18]&lt;/a&gt;. Akan tetapi shalat atau ibadah lainnya&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn19"&gt;[19]&lt;/a&gt; yang telah ia kerjakan sebelumnya sah dan tidak perlu mengulanginya. Hal ini berdasarkan hadits Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam &lt;/em&gt;dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri &lt;em&gt;r&lt;/em&gt;&lt;em&gt;a&lt;/em&gt;&lt;em&gt;dhiyallahu ‘anhu,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;خَرَجَ رَجُلَانِ فِي سَفَرٍ ، فَحَضَرَتْ الصَّلَاةُ – وَلَيْسَ مَعَهُمَا مَاءٌ – فَتَيَمَّمَا صَعِيدًا طَيِّبًا ، فَصَلَّيَا ، ثُمَّ وَجَدَا الْمَاءَ فِي الْوَقْتِ ، فَأَعَادَ أَحَدُهُمَا الصَّلَاةَ وَالْوُضُوءَ ، وَلَمْ يُعِدْ الْآخَرُ ، ثُمَّ أَتَيَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَا ذَلِكَ لَهُ ، فَقَالَ لِلَّذِي لَمْ يُعِدْ : أَصَبْت السُّنَّةَ وَأَجْزَأَتْك صَلَاتُك وَقَالَ لِلْآخَرِ : لَك الْأَجْرُ مَرَّتَيْنِ&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Dua orang lelaki keluar untuk safar. Kemudian tibalah waktu sh&lt;/em&gt;&lt;em&gt;a&lt;/em&gt;&lt;em&gt;lat dan tidak ada air di sekitar mereka. Kemudian keduanya bertayammum dengan permukaan bumi yang suci lalu keduanya sh&lt;/em&gt;&lt;em&gt;a&lt;/em&gt;&lt;em&gt;lat. Setelah itu keduanya menemukan air sedangkan saat itu masih dalam waktu yang dibolehkan sh&lt;/em&gt;&lt;em&gt;a&lt;/em&gt;&lt;em&gt;lat yang telah merek&lt;/em&gt;&lt;em&gt;a&lt;/em&gt;&lt;em&gt; kerjakan tadi. Lalu salah seorang dari mereka berwudhu dan mengulangi sh&lt;/em&gt;&lt;em&gt;a&lt;/em&gt;&lt;em&gt;lat sedangkan yang lainnya tidak mengulangi sh&lt;/em&gt;&lt;em&gt;a&lt;/em&gt;&lt;em&gt;latnya. Keduanya lalu menemui Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam dan menceritakan yang mereka alami. Maka beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mengatakan kepada orang yang tidak mengulang shalatnya, “&lt;strong&gt;Apa yang kamu lakukan telah sesuai dengan sunnah dan kamu telah mendapatkan pahala shalatmu&lt;/strong&gt;”. Beliau mengatakan kepada yang mengulangi shalatnya,&amp;nbsp; “&lt;strong&gt;Untukmu dua pahala&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn20"&gt;&lt;strong&gt;[20]&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;”&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn21"&gt;&lt;strong&gt;[21]&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Juga hadits Nabi &lt;em&gt;shollallahu ‘alaihi was sallam &lt;/em&gt;dari sahabat Abu Huroiroh &lt;em&gt;rodhiyallahu ‘anhu,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;الصَّعِيدُ وُضُوءُ الْمُسْلِمِ ، وَإِنْ لَمْ يَجِدْ الْمَاءَ عَشْرَ سِنِينَ.فَإِذَا وَجَدَ الْمَاءَ فَلْيَتَّقِ اللَّهَ وَلْيُمِسَّهُ بَشَرَتَهُ&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Seluruh permukaan bumi (tayammum) merupakan &lt;strong&gt;wudhu&lt;/strong&gt; bagi seluruh muslim jika ia tidak menemukan air selama sepuluh tahun (kiasan bukan pembatasan angka)&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn22"&gt;&lt;strong&gt;[22]&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, apabila ia telah menemukannya hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dan menggunakannya sebagai alat untuk besuci”.&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn23"&gt;&lt;strong&gt;[23]&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Di Antara Hikmah Disyari’atkannya Tayammum&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup kami sampaikan hikmah dan tujuan disyari’atkannya tayyamum adalah untuk menyucikan diri kita dan agar kita bersyukur dengan syari’at ini serta tidaklah sama sekali untuk&amp;nbsp; memberatkan kita, sebagaimana akhir firman Allah dalam surat Al Maidah ayat 6,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak menyucikan kamu dan menyempurnakan &lt;strong&gt;nikmat&lt;/strong&gt;Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;”&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;(QS. Al Maidah: 6).&lt;br /&gt;Abul Faroj Ibnul Jauziy &lt;em&gt;rohimahullah&lt;/em&gt; mengatakan ada empat penafsiran ahli tafsir tentang &lt;strong&gt;nikmat&lt;/strong&gt; apa yang Allah maksudkan dalam ayat ini,&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, nikmat berupa diampuninya dosa-dosa&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn25"&gt;[24]&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, nikmat berupa hidayah kepada iman, sempurnanya agama, ini merupakan pendapat Ibnu Zaid &lt;em&gt;rohimahullah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, nikmat berupa keringanan untuk tayammum, ini merupakan pendapat Maqotil dan Sulaiman.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat&lt;/strong&gt;, nikmat berupa penjelasan hukum syari’at, ini merupakan pendapat sebagian ahli tafsir&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftn26"&gt;[25]&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Demikianlah akhir tulisan ini mudah-mudahan menjadi tambahan ‘amal bagi penulis dan tambahan ilmu bagi pembaca sekalian. &lt;em&gt;Allahumma Amiin.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Di waktu Dhuha, Ahad 12 Dzulhijjah 1430 H.&lt;br /&gt;Penulis: Aditya Budiman&lt;br /&gt;Muroja’ah: M.A. Tuasikal&lt;br /&gt;Artikel &lt;a href="http://muslim.or.id/"&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr size="1" /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Lihat Syarhul Mumti’ ‘ala Zaadil Mustaqni’ oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin &lt;em&gt;rohimahullah &lt;/em&gt;hal. 231/I, terbitan Al Kitabul ‘Alimiy, Beirut, Lebanon. &lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Kami ringkas dengan penyesuaian redaksi dari Lisanul ‘Arob oleh Muhammad Al Mishriy &lt;em&gt;rohimahullah &lt;/em&gt;hal. 251/III, terbitan Darush Shodir, Beirut, Lebanon.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Sebagaimana dikatakan oleh An Nawawi Asy Syafi’i &lt;em&gt;rohimahullah. &lt;/em&gt;[Lihat Al Minhaaj Syarh Shohih Muslim oleh An Nawawi &lt;em&gt;rohimahullah&lt;/em&gt; hal. 279/IV cetakan Darul Ma’rifah, Beirut dengan tahqiq dari Syaikh Kholil Ma’mun Syihaa].&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Lihat Taudhihul Ahkam min Bulughil Maroom oleh Syaikh Abdullah Alu Bassaam &lt;em&gt;rohimahullah &lt;/em&gt;hal. 412/I terbitan Maktabah Asaadiy, Mekkah, KSA.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt; HR. Muslim no. 522.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt; HR. Ahmad no. 22190, dinyatakan shohih lighoirihi oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Ta’liq beliau untuk Musnad Imam Ahmad, terbitan Muasa’sah Qurthubah, Kairo, Mesir.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt; Yang kami maksud adalah hadits Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi was sallam,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;« وَجُعِلَتْ تُرْبَتُهَا لَنَا طَهُورًا إِذَا لَمْ نَجِدِ الْمَاءَ »&lt;br /&gt;Demikian juga hadits dari sahabat ‘Ali yang diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnadnya no. 774 dinyatakan Shohih oleh Syaikh Ahmad Syakir,&lt;br /&gt;« وَجُعِلَ اَلتُّرَابُ لِي طَهُورًا »&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt; Lihat Subulus Salaam Al Mausulatu ilaa Bulughil Maroom oleh Al ‘Amir Ash Shon’ani &lt;em&gt;rohimahullah&lt;/em&gt; hal. 354/I dengan tahqiq dari Syaikh Muhammad Shubhi Hasan Halaaq cetakan Dar Ibnul Jauziy, Riyadh, KSA.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt; Lihat Al Minhaaj Syarh Shohih Muslim hal. 280/IV.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt; Lihat Subulus Salaam Al Mausulatu ilaa Bulughil Maroom hal. 351-352/I.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref11"&gt;[11]&lt;/a&gt; Lihat Ats Tsamrul Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitaab oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani &lt;em&gt;rohimahullah &lt;/em&gt;hal. 31/I cetakan Ghiroos, Kuwait.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref12"&gt;[12]&lt;/a&gt; Lihat Taudhihul Ahkam min Bulughil Maroom&lt;em&gt; &lt;/em&gt;hal. 414/I.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref13"&gt;[13]&lt;/a&gt; Lihat Al Mulakhoshul Fiqhiy hal. 38 oleh Syaikh DR. Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan &lt;em&gt;hafidzahullah&lt;/em&gt; cetakan Dar Ibnul Jauziy Riyadh.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref14"&gt;[14]&lt;/a&gt; Lihat Al Wajiz fi Fiqhil Kitab was Sunnah oleh Syaikh DR. Abdul Adhim bin Badawiy Al Kholafiy &lt;em&gt;hafidzahullah&lt;/em&gt; hal&lt;em&gt;.&lt;/em&gt; 56 Dar Ibnu Rojab Kairo, Mesir.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref15"&gt;[15]&lt;/a&gt; Asy Syaukani menambahkan keadaan yang dapat menyebabkan seseorang bersuci dengan tayammum dengan jauhnya air, kemudian beliau menambahkan batasan suatu jarak dikatakan tidak jauh dalam hal ini dengan adanya kemungkinan seseorang dapat mendapatkan air kemudian berwudhu dengannya dan dapat sholat pada waktunya. [lihat As Saylul Jaror oleh Asy Syaukani &lt;em&gt;rohimahullah &lt;/em&gt;hal. 129/I, terbitan Darul Kutub ‘Ilmiyah, Beirut, Lebanon.] namun Syaikh Muhammad bin&amp;nbsp; Sholeh Al ‘Utsaimin mengatakan bahwa batasan dikatakan tidak jauh itu adalah urf/penilaian masyarakat [lihat Syarhul Mumti’ ‘ala Zaadil Mustaqni’ hal. 235/I ].&lt;br /&gt;Tambahan dari editor,&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, “….&amp;nbsp; Akan tetapi, mereka juga boleh cukup dengan tayamum jika memang harus memperoleh air yang tempatnya jauh. Mereka nanti bertayamum dan mengerjakan shalat di waktunya masing-masing. Namun yang lebih baik adalah melakukan jama’ suri seperti tadi dan tetap berwudhu dengan air, ini yang lebih afdhol (lebih utama). Walhamdulillah.”[ Majmu’ Al Fatawa, hal. 458/XXI.]&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref16"&gt;[16]&lt;/a&gt; HR. Bukhori no. 347, Muslim no. 368.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref17"&gt;[17]&lt;/a&gt; Kami katakan demikian karena ke&lt;strong&gt;mutlak&lt;/strong&gt;an yang ada dalam ayat tayammum (&lt;strong&gt;وَأَيْدِيكُمْ&lt;/strong&gt; ,”Dan sapulah tanganmu”. [QS. Al Maidah (5) : 6]) tidak bisa di di&lt;strong&gt;muqoyyad&lt;/strong&gt;kan dengan ayat wudhu (&lt;strong&gt;وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;, &lt;/strong&gt;“Dan basuhlah tanganmu sampai dengan siku”&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;[QS. Al Maidah (5) : 6]), karena hukum kedua masalah ini berbeda (yang satu masalah tayammum yang lainnya wudhu) walaupun sebabnya sama, hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin &lt;em&gt;rohimahullah &lt;/em&gt;dalam &lt;strong&gt;Syarh Nadzmul Waroqot&lt;/strong&gt; hal. 123, terbitan Dar Ibnul Jauziy, Riyadh dan lihat juga &lt;strong&gt;Ma’alim Ushul Fiqh&lt;/strong&gt; oleh Syaikh Muhammad Husain bin Hasan Al Jaizaniy, hal. 441,&amp;nbsp; terbitan Dar Ibnul Jauziy, Riyadh.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref18"&gt;[18]&lt;/a&gt; Lihat Al Wajiz fi Fiqhil Kitab was Sunnah hal.56.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref19"&gt;[19]&lt;/a&gt; Karena tayammum merupakan badal/pengganti dari wudhu. Sehingga apa yang dibolehkan dengan berwudhu dibolehkan juga dengan tayammum. [Lihat Subulus Salaam Al Mausulatu ilaa Bulughil Maroom hal. 360/I ].&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref20"&gt;[20]&lt;/a&gt; Yaitu satu pahala untuk sholat yang pertama dan satu pahala untuk sholat yang kedua. [Lihat &lt;strong&gt;Subulus Salaam Al Mausulatu ilaa Bulughil Maroom&lt;/strong&gt; hal. 362/I, &lt;strong&gt;Taudhihul Ahkam min Bulughil Maroom&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;hal. 426/I].&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref21"&gt;[21]&lt;/a&gt; HR. Abu Dawud no. 338, An Nasa’i no. 433. Dinyatakan shohih oleh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 3861.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref22"&gt;[22]&lt;/a&gt; Lihat &lt;strong&gt;Taudhihul Ahkam min Bulughil Maroom&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;hal. 422/I.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref23"&gt;[23]&lt;/a&gt; HR. Ahmad no. 21408, Tirmidzi no. 124, Abu Dawud no. 333, An Nasa’i no. 420, dan lain-lain. Hadits ini dinyatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dan dinyatakan &lt;strong&gt;shohih lighoirihi&lt;/strong&gt; oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref25"&gt;[24]&lt;/a&gt; Dalil tentang hal ini hadits &lt;strong&gt;Humroon&lt;/strong&gt; tentang wudhunya Utsman bin Affan &lt;em&gt;rodhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-tata-cara-tayammum.html#_ftnref26"&gt;[25]&lt;/a&gt; Lihat &lt;strong&gt;Zaadul Masiir&lt;/strong&gt; hal. 108, Asy Syamilah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-829630601906713338?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/829630601906713338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=829630601906713338' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/829630601906713338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/829630601906713338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/02/panduan-tata-cara-tayamum.html' title='Panduan tata cara tayamum'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-765347462183140136</id><published>2010-02-09T09:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T09:51:10.424-08:00</updated><title type='text'>Fiqih Wudhu</title><content type='html'>&lt;div class="image-feature"&gt; &lt;/div&gt;&lt;!-- img blog--&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp; Tanya:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Niat apakah yang dimaksudkan dalam berwudhu dan mandi (wajib)? Apa hukum perbuatan yang dilakukan tanpa niat dan apa dalilnya?&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Niat yang dimaksud dalam berwudhu dan mandi (wajib) adalah niat untuk menghilangkan hadats atau untuk menjadikan boleh suatu perbuatan yang diwajibkan bersuci, oleh karenanya amalan-amalan yang dilakukan tanpa niat tidak diterima. Dalilnya adalah firman Allah, &lt;em&gt;“Dan mereka tidaklah diperintahkan melainkan agar beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.”&lt;/em&gt; (QS. Al-Bayyinah: 5)&lt;br /&gt;&lt;span id="more-85"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan hadits dari Umar bin al-Khaththab, bahwa Rasulullah bersabda, &lt;em&gt;“Sesungguhnya segala amalan itu tidak lain tergantung pada niat; dan sesungguhnya tiap-tiap orang tidak lain (akan memperoleh balasan dari) apa yang diniatkannya. Barangsiapa hijrahnya menuju (keridhaan) Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya itu ke arah (keridhaan) Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena (harta atau kemegahan) dunia yang dia harapkan, atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Apakah wudhu itu? Apa dalil yang menunjukkan wajibnya wudhu? Dan apa (serta berapa macam) yang mewajibkan wudhu?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Yang dimaksud wudhu adalah menggunakan air yang suci dan mensucikan dengan cara yang khusus di empat anggota badan yaitu, wajah, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki. Adapun sebab yang mewajibkan wudhu adalah hadats, yaitu apa saja yang mewajibkan wudhu atau mandi [terbagi menjadi dua macam, (Hadats Besar) yaitu segala yang mewajibkan mandi dan (Hadats Kecil) yaitu semua yang mewajibkan wudhu].&lt;br /&gt;Adapun dalil wajibnya wudhu adalah firman Allah, &lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.”&lt;/em&gt; (QS. Al-Maidah: 6)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Apa dalil yang mewajibkan membaca basmalah dalam berwudhu dan gugur kewajiban tersebut kalau lupa atau tidak tahu?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Dalil yang mewajibkan membaca basmalah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Nabi, beliau bersabda, &lt;em&gt;“Tidak sah shalat bagi orang yang tidak berwudhu dan tidak sah wudhu orang yang tidak menyebut nama Allah atas wudhunya.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalil gugurnya kewajiban mengucapkan basmalah kalau lupa atau tidak tahu adalah hadits, &lt;em&gt;“Dimaafkan untuk umatku, kesalahan dan kelupaan.”&lt;/em&gt; Tempatnya adalah di lisan dengan mengucapkan &lt;em&gt;bismillah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Apa sajakah syarat-syarat wudhu itu?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Syarat-syarat (sahnya) wudhu adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;(1). Islam, (2). Berakal, (3). Tamyiz (dapat membedakan antara baik dan buruk), (4). Niat, (5). Istishab hukum niat, (6). Tidak adanya yang mewajibkan wudhu, (7). Istinja dan istijmar sebelumnya (bila setelah buang hajat), (8). Air yang thahur (suci lagi mensucikan), (9). Air yang mubah (bukan hasil curian -misalnya-), (10). Menghilangkan sesuatu yang menghalangi air meresap dalam pori-pori.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Ada berapakah fardhu (rukun) wudhu itu? Dan apa saja?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Fardhu (rukun) wudhu ada 6 (enam), yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Membasuh muka (temasuk berkumur dan memasukkan sebagian air ke dalam hidung lalu dikeluarkan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membasuh kedua tangan sampai kedua siku.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengusap (menyapu) seluruh kepala (termasuk mengusap kedua daun telinga).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tertib (berurutan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muwalah (tidak diselingi dengan perkara-perkara yang lain).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Sampai dimana batasan wajah (muka) itu? Bagaimana hukum membasuh rambut/bulu yang tumbuh di (daerah) muka ketika berwudhu?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Batasan-batasan wajah (muka) adalah mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala yang normal sampai jenggot yang turun dari dua cambang dan dagu (janggut) memanjang (atas ke bawah), dan dari telinga kanan sampai telinga kiri melebar. Wajib membasuh semua bagian muka bagi yang tidak lebat rambut jenggotnya (atau bagi yang tidak tumbuh rambut jenggotnya) beserta kulit yang ada di balik rambut jenggot yang jarang (tidak lebat). Karena anda lihat sendiri, kalau rambut jenggotnya lebat maka wajib membasuh bagian luarnya dan di sunnahkan menyela-nyelanya. Karena masing-masing bagian luar jenggot yang lebat dan bagian bawah jenggot yang jarang bisa terlihat dari depan sebagai bagian muka, maka wajib membasuhnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Apa yang dimaksud dengan tertib (urut)? Apa dalil yang mewajibkannya dari al-Qur’an dan As-Sunnah?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Yang dimaksud dengan tertib (urut) adalah sebagaimana yang tertera dalam ayat yang mulia. Yaitu membasuh wajah, kemudian kedua tangan (sampai siku), kemudian mengusap kepala, kemudian membasuh kedua kaki.&lt;br /&gt;Adapun dalilnya adalah sebagaimana tersebut dalam ayat di atas (ayat 6 surat al-Maidah). Di dalam ayat tersebut telah dimasukkan kata mengusap diantara dua kata membasuh. Orang Arab tidak melakukan hal ini melainkan untuk suatu faedah tertentu yang tidak lain adalah tertib (urut).&lt;br /&gt;Kedua, sabda Rasulullah, &lt;em&gt;“Mulailah dengan apa yang Allah telah memulai dengannya.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, hadits yang diriwayatkan dari ‘Amr bin ‘Abasah. Dia berkata, &lt;em&gt;“Wahai Rasulullah beritahukan kepadaku tentang wudhu?” Rasulullah berkata, “Tidaklah salah seorang dari kalian mendekati air wudhunya, kemudian berkumur-kumur, memasukkan air ke hidungnya lalu mengeluarkannya kembali, melainkan gugurlah dosa-dosa di (rongga) mulut dan rongga hidungnya bersama air wudhunya, kemudian (tidaklah) ia membasuh mukanya sebagaimana yang Allah perintahkan, melainkan gugurlah dosa-dosa wajahnya melalui ujung-ujung janggutnya bersama tetesan air wudhu, kemudian (tidaklah) ia membasuh kedua tangannya sampai ke siku, melainkan gugurlah dasa-dosa tangannya bersama air wudhu melalui jari-jari tangannya, kemudian (tidaklah) ia mengusap kepalanya, melainkan gugur dosa-dasa kepalanya bersama air melalui ujung-ujung rambutnya, kemudian (tidaklah) ia membasuh kedua kakinya, melainkan gugur dosa-dasa kakinya bersama air melalui ujung-ujung jari kakinya.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Dan dalam riwayat Ahmad terdapat ungkapan, &lt;em&gt;“Kemudian mengusap kepalanya (sebagaimana yang Allah perintahkan),… kemudian membasuh kedua kakinya sampai mata kaki sebagaimana yang Allah perintahkan.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan di dalam riwayat Abdullah bin Shanaji terdapat apa yang menunjukkan akan hal itu. &lt;em&gt;Wallahu A’lam.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Apa yang dimaksud dengan muwalah dan apa dalilnya?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Maksudnya adalah jangan mengakhirkan membasuh anggota wudhu sampai mengering anggota sebelumnya setelah beberapa saat.&lt;br /&gt;Dalilnya, hadits yang diriwayatkan Ahmad dan Abu Dawud dari Nabi, bahwa beliau melihat seorang laki-laki di kakinya ada bagian sebesar mata uang logam yang tidak terkena air wudhu, maka beliau memerintahkan untuk mengulangi wudhunya.&lt;br /&gt;Imam Ahmad meriwayatkan dari Umar bin al-Khathab bahwa seorang laki-laki berwudhu, tetapi meninggalkan satu bagian sebesar kuku di kakinya (tidak membasahinya dengan air wudhu). Rasulullah melihatnya maka beliau berkata, &lt;em&gt;“Berwudhulah kembali, kemudian shalatlah.”&lt;/em&gt; Sedangkan dalam riwayat Muslim tidak menyebutkan lafal, &lt;em&gt;“Berwudhulah kembali.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Bagaimana tata cara wudhu yang sempurna? Dan apa yang dibasuh oleh orang yang buntung ketika berwudhu?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Hendaknya berniat kemudian membaca &lt;em&gt;basmalah&lt;/em&gt; dan membasuh tangannya sebanyak tiga kali, kemudian berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung (lalu mengeluarkannya) sebanyak tiga kali dengan tiga kali cidukan. Kemudian, membasuh mukanya sebanyak tiga kali, kemudian membasuh kedua tangannya beserta kedua sikunya sebanyak tiga kali, kemudian mengusap kepalanya sekali, dari mulai tempat tumbuh rambut bagian depan sampai akhir tumbuhnya rambut dekat tengkuknya, kemudian mengembalikan usapan itu (membalik) sampai kembali ketempat semula memulai, kemudian memasukkan masing-masing jari telunjuknya ke telinga dan menyapu bagian daun telinga dengan kedua jempolnya, kemudian membasuh kedua kakinya beserta mata kakinya tiga kali, dan bagi yang cacat membasuh bagian-bagian yang wajib (dari anggota tubuhnya) yang tersisa. Jika yang buntung adalah persendiannya maka memulainya dari bagian lengan yang terputus. Demikian pula jika yang buntung adalah dari persendian tumit kaki, maka membasuh ujung betisnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Apa dalil dari tata cara wudhu yang sempurna? Sebutkan dalil-dalil tersebut secara lengkap?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Adapun niat dan membaca &lt;em&gt;basmalah&lt;/em&gt;, telah disebutkan dalilnya di atas. Dan dalam riwayat Abdullah bin Zaid tentang tatacara wudhu (terdapat lafal), &lt;em&gt;“Kemudian Rasulullah memasukkan tangannya, kemudian berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung dengan satu tangan sebanyak tiga kali.”&lt;/em&gt; (Mutafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan dari Humran bahwa Utsman pernah meminta dibawakan air wudhu, maka ia membasuh kedua telapak tangannya tiga kali, …kemudian membasuh tangan kanannya sampai ke siku tiga kali, kemudian tangan kirinya seperti itu pula, kemudian mengusap kepalanya, kemudian membasuh kaki kanannya sampai mata kaki tiga kali, kemudian kaki kirinya seperti itu pula, kemudian berkata, ‘Aku melihat Rasulullah berwudhu seperti wudhuku ini.’”&lt;/em&gt; (Mutafaq alaih)&lt;br /&gt;Dan dari Abdullah bin Zaid bin Ashim dalam tatacara wudhu, ia berkata,  &lt;em&gt;“Dan Rasulullah mengusap kepalanya, menyapukannya ke belakang dan ke depan.”&lt;/em&gt; (Mutafaq alaih)&lt;br /&gt;Dan lafal yang lain, &lt;em&gt;“(Beliau) memulai dari bagian depan kepalanya sampai ke tengkuk, kemudian menariknya lagi ke bagian depan tempat semula memulai.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam riwayat Ibnu Amr tentang tata cara berwudhu, katanya, &lt;em&gt;“Kemudian (Rasulullah) mengusap kepalanya, dan memasukkan dua jari telunjuknya ke masing-masing telinganya, dan mengusapkan kedua jari jempolnya ke permukaan daun telinganya.”&lt;/em&gt; (HR. Abu Dawud, Nasa’i dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Apa saja yang termasuk sunnah-sunnah wudhu beserta dalilnya?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Yang termasuk sunnah-sunnah wudhu adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menyempurnakan wudhu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyela-nyela antara jari jemari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melebihkan dalam memasukkan air ke dalam hidung kecuali bagi yang berpuasa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendahulukan anggota wudhu yang kanan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersiwak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membasuh dua telapak tangan sebanyak tiga kali.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengulangi setiap basuhan dua kali atau tiga kali.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyela-nyela jenggot yang lebat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Dalil tentang siwak telah lalu penjelasannya. Adapun tentang membasuh dua telapak tangan sebelum berwudhu, yaitu apa yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Nasa’i dari Aus bin Aus ats-Tsaqafi ia berkata, &lt;em&gt;“Aku melihat Nabi berwudhu, maka beliau mencuci dua telapak tangannya sebanyak tiga kali.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Adapun tentang menyempurnakan wudhu, menyela-nyela jari jemari dan melebihkan (dalam memasukkan air ke hidung) kecuali bagi yang berpuasa, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Laqith bin Shabrah, katanya, &lt;em&gt;“Aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku tentang wudhu?’” Nabi berkata, “Sempurnakan wudhu-mu, dan sela-selalah antara jari-jemarimu, dan bersungguh sungguhlah dalam memasukkan air ke dalam hidung kecuali jika kamu dalam keadaan berpuasa.”&lt;/em&gt; (Diriwayatkan oleh lima imam, dishahihkan oleh Tirmidzi)&lt;br /&gt;Dan dari ‘Aisyah, ia berkata, &lt;em&gt;“Nabi suka mengawali sesuatu dengan yang kanan, dalam memakai terompah, bersisir, bersuci dan dalam segala sesuatu.”&lt;/em&gt; (Mutafaq alaih)&lt;br /&gt;Adapun menyela-nyala jenggot, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Utsman, &lt;em&gt;“Bahwa Nabi ada menyela-nyala jenggotnya.”&lt;/em&gt; (HR. Ibnu Majah dan Turmudzi dan ia menshahihkannya). Cara menyela-nyela jenggot ini dengan mengambil seraup air dan meletakkannya dari bawahnya dengan jari-jemarinya atau dari dua sisinya dan menggosokkan keduanya. Dan dalam riwayat Abu Dawud dari Anas, &lt;em&gt;“Bahwa Nabi jika berwudhu mengambil seraup air, kemudian meletakkannya di bawah dagunya dan berkata, ‘Demikianlah yang diperintahkan oleh Tuhan kepadaku.’”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Berapa takaran air yang dibutuhkan ketika berwudhu atau mandi (junub)?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Takaran air dalam berwudhu adalah satu mud (Satu mud sama dengan 1 1/3 liter menurut ukuran orang Hijaz dan 2 liter menurut ukuran orang Irak. (Lihat &lt;em&gt;Lisanul Arab&lt;/em&gt; Jilid 3 hal 400). Adapun untuk mandi sebanyak satu sha’ sampai lima mud. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Anas, katanya, &lt;em&gt;“Adalah Rasulullah ketika berwudhu dengan (takaran air sebanyak) satu mud dan mandi (dengan takaran sebanyak) satu sha’ sampai lima mud.”&lt;/em&gt; (HR. Muttafaq alaih). Dan makruh (dibenci) berlebih-lebihan, yaitu yang lebih dari tiga kali dalam berwudhu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tanya:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Bacaan apa yang disunnahkan ketika selesai berwudhu?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawab:&lt;/strong&gt; Bacaan yang disunnahkan adalah mengucapkan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Umar, katanya, &lt;em&gt;“Berkata Rasulullah, ‘Tidaklah salah seorang diantara kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan: asyhadu anlaa ilaaha illalloohu wahdahu laa syariikalahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rosuuluh (Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah semata; yang tidak ada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya), melainkan dibukakan untuknya delapan pintu syurga, ia dapat masuk dari mana saja yang ia kehendaki.’”&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Dan Tirmidzi menambahkan: &lt;em&gt;“Alloohummaj’alni minat tawwabiina waj’alnii minl mutathohhiriin (Ya Allah jadikan aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikan aku termasuk orang-orang yang suka mensucikan diri).”&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-765347462183140136?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/765347462183140136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=765347462183140136' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/765347462183140136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/765347462183140136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/02/fiqih-wudhu.html' title='Fiqih Wudhu'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-3150399757787256035</id><published>2010-02-09T09:46:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T09:46:31.115-08:00</updated><title type='text'>THAHARAH ( Wudhu &amp; Tayamum )</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong style="background-color: white; color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="background-color: black;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="background-color: black;"&gt;WUDHU, TAYAMMUM, MANDI JINABAT)&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong style="background-color: white; color: black;"&gt;CARA RASULULLOH MUHAMMAD SAW&lt;/strong&gt; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Al-Ahzab (33:21): &lt;em&gt;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) &lt;u&gt;bagi orang yang &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;mengharap (rahmat) Allah&lt;/u&gt; dan (kedatangan) hari kiamat dan dia &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;banyak menyebut Allah.&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;â€¦ Barang siapa yang berwudu seperti cara wudhuku ini, lalu &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;salat dua rakaat, di mana dalam dua rakaat itu ia tidak berbicara &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;dengan hatinya sendiri, &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;maka dosanya yang telah lalu akan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;diampuni.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (hadis Sahih Muslim: 331) &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;WUDHU'&lt;/strong&gt; secara bahasa, bila dibaca dhammah artinya melakukan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;wudhu'. Dibaca fathah (WADHU'): air wudhu. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Secara syari'at ialah menggunakan air yang suci (memenuhi &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;syarat) untuk membersihkan anggota-anggota tubuh tertentu yang &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;sudah diterangkan berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Hadist. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;DASAR-DASAR PERINTAH WUDHU' &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;1. Al-Maidah (5): 6.&lt;/strong&gt; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Hai orang-orang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;sholat maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;mata-kaki,... &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;2. Al-Hadist: HSR (Hadist Sahih Riwayat) Bukhary-Fathul Baary, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;I:206; Muslim, no. 225) &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abu Hurairah, Rasulullooh saw bersabda: &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Allah tidak menerima shalat salah seorang diantara kamu &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;apabila ia berhadats, sehingga ia berwudhu'. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;3. Al-Hadist: HSR-Muslim, I:160). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Ibnu Umar: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullooh saw &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;bersabda: Allah tidak akan menerima sholat (orang) yang tidak &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;bersuci dan tidak menerima shodaqah dari hasil penipuan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;(khianat). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;4. Al-Hadist: HSR Abu Dawud, &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;no. 3760; Tirmidzi, no. 1848 &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;(Hasan-Sahih) dan Nasa'i I:73).&lt;/strong&gt; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Ibnu Abbas, telah bersabda Rasulullooh saw: Hanyalah aku &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;diperintah berwudhu', apabila aku hendak sholat. (Hadis ini &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;disahihkan oleh Muh.Nashiruddin Al-Albany dalam "Sahih &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Jaami'us Shaghiir, no. 2333). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;5. Al-Hadist: HSR Abu Dawud, no.60; Tirmidzi, no.3; Ibnu Majah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;no.275). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abu Sa'id, telah bersabda Rasulullooh saw: Kunci sholat &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;adalah bersuci, tahrimnya adalah takbir dan tahlilnya adalah salam. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;(Disahihkan oleh MNA-A dam "Sahih Jaami'us Shaghiir, no.. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;5761). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;MANFAAT WUDHU&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;1. HSR-Muslim, I:1151.dan Mukhtaashar Muslim, no.133.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Dari Abu Hurairah r.a., telah bersabda Rasulullooh saw: &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Maukah aku tunjukkan kepada kalian beberapa hal yang dengan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;itu Allah akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kalian? Mau Ya Rasulullooh, ujar mereka. Sabda beliau: yaitu &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;menyempurnakan wudhu' ketika dalam keadaan sulit, sering &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;melangkah menuju ke Masjid (untuk sholat berjama'ah), dan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;menunggu sholat (berikutnya) sesudah selesai mengerjakan sholat, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;yang demikian itu adalah perjuangan&lt;/em&gt; (Sahih MuslimI:151). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;2. HSR Muslim, I:148 dan Mukht.Muslim no. 121.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abu Hurairah, Rasulullooh bersabda: &lt;em&gt;Apabila seorang hamba &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Muslim(mu'min) berwudhu, lalu ia mencuci wajahnya, maka akan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;keluar dari wajahnya setiap dosa yang pernah ia lihat (yang haram) &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;dengan matanya bersamaan dengan air atau bersama tetesan air &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;yang terakhir; bila ia mencuci kedua tangannya, keluar dari kedua &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;tangannya setiap dosa yang pernah dilakukan oleh kedua &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;tangannyabersamaan dengan air atau tetesan air yang terakhir. Dan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;bila ia mencuci kedua kakinya, akan keluar dosa-dosa yang &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;dilakukan oleh kedua kakinya bersamaan dengan air atau &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;bersamaan dengan tetesan air yang terakhir, hingga ia keluar dalam &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;keadaan bersih dari dosa. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;3. HSR Ahmad,V:252&lt;/strong&gt;. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abu Umamah, telah bersabda Rasulullooh saw: &lt;em&gt;Apabila &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;seorang muslim berwudhu' maka akan keluar dosa-dosanya dengan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;sebab mendengar, melihat, dari tangannya dan dari kedua kakinya. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Apabila ia duduk (menanti sholat), ia masuk dalam keadaan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;diampuni dosa-dosanya&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Hadis ini &lt;u&gt;dihasankan&lt;/u&gt; dalam "Sahih &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Jami'us Shaghiir, no.461. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;4. HSR Muslim I:140. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abu Malik Ay'ariy, telah bersabda Rasulullooh saw.: &lt;em&gt;Bersuci &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;itu sebagian dari iman, alhamdulillah akan memenuhi timbangan, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;subhanallooh dan alhamdulillaah keduanya akan memenuhi antara &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;langit dan bumi, sholat adalah cahaya, shodaqoh adalah bukti, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;shobar adalah sinar, dan Al-Qur'an adalah hujjah atasmu atau &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;bagimu. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;5. HSR Muslim III:133.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Usman ra., telah bersabda Rasulullooh saw: &lt;em&gt;Barangsiapa &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;yang berwudhu, lalu ia sempurnakan wudhunya, niscaya akan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;keluar dosa-dosanya dari tubuhnya, sampai keluar (dosa-dosa) dari &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;bawah kuku-kuku jarinya. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;URUTAN WUDHUâ€™ &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;1. N I A T.&lt;/strong&gt; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;Niat artinya&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;sengaja dengan penuh kesungguhan hati untuk &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;mengerjakan wudhu' semata-mata karena menaati perintah Allah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;SWT dan Rasulullooh Muhammad saw.&lt;/em&gt; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Ibnu Taimiyah berkata &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;tempat NIAT adalah dihati bukan di lisan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;(ucapan) dalam semua masalah ibadah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Dan seandainya ada yang &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;mengatakan bahwa lisannya berbeda dengan hatinya, maka yang &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;diutamakan adalah apa yang &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;diniatkan dalam hatinya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan bukanlah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;yang diucapkan. Dan seandainya seorang berkata dengan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;ucapannya yang niatnya tidak sampai kehati maka tidaklah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;mencukupi untuk ibadah, karena &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;niat adalah kesengajaan dan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;kesungguhan dalam hati. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(Majmuu'atir-Rasaa-ilil-Kubro:I:243). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Rasulullooh menerangkan: Dari Umar bin Khotab, ia berkata, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Telah bersabda Rasulullooh saw:"&lt;em&gt;Sesungguhnya segala perbuatan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;tergantung kepada niat, dan manusia akan mendapatkan balasan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;menurut apa yang diniatkannya. (lanjutan hadiest &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;tsb."Barangsiapa &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;yang hijrahnya karena Allah dan RasulNya, maka &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya, dan barangsiapa yang &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;hijrahnya karena keduniaan yang hendak diperolehnya atau &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;disebabkan karena wanita yang hendak dikawininya, maka &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;hijrahnya itu adalah karena tujuan-tujuan yang ingin dicapainya &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;itu).&lt;/em&gt; HSR (Hadiest Sahih Riwayat Bukhory, Fathul Baary I:9; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Muslim, 6:48). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;2. TASMIYAH (membaca Basmallah). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abu Hurairoh ra., ia berkata: Telah bersabda Rasulullooh &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;saw: &lt;em&gt;"Tidak sempurna wudhu' bagi yang tidak menyebut nama &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Allah padanya&lt;/em&gt; (HR. Ibnu Majah 339; Tirmidzi 26; Abu Dawud &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;101). Kata Syaikh Al-Albany: &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Hadist ini SAHIH&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Lihat Shahih &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Jami'us Shoghiir, no. 7444. Katanya, &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;hukum TASMIYAH adalah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;wajib&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Juga pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad dan Syaukany, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Insya Allah ini yang benar. Walloohu a'lamu (Lihat Tamaamul &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;minnah fii tahriiji fiqhis Sunnah, p. 89 dan As-Sailul Jiraar, I:76-&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;77). Hadist ini juga ditulis dalam Ahmad, 2:418; Hakim 1:146; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Baihaqi 1:43 dan Daraquthny p.29. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Anas ra. ia berkata: sebagian para sahabat Nabi saw &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;mencari air untuk berwudhu', lalu Rasulullooh bersabda: &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;"Apakah ada di antara kalian orang yang mempunyai air &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;(membawa air)? Kemudian beliau meletakkan tangannya ke dalam &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;air tsb. seraya berkata: BERWUDHU' LAH kalian dengan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;membaca BISMILLAH (Wa yaquulu tawadh-dho-uu &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;BISMILLAAHI) (lanjutan hadistnya.. lalu aku melihat air keluar &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;dari jari-jari tangannya, hingga mereka berwudhu' (semuanya) &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;sampai orang terakhir berwudhu'. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kata Tsabit:&lt;/strong&gt; Aku bertanya &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kepada Anas: Berapa engkau lihat jumlah mereka? &lt;strong&gt;Kata Anas:&lt;/strong&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kira-kira jumlahnya ada tujuh puluh oran&lt;/em&gt;g. (HSR. Bukhory I:236; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Muslim 8: 411 dan Nasa'i No.78) &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;3. Mencuci kedua Telapak Tangan.&lt;/strong&gt; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Humran bin Abaan, bahwasanya &lt;em&gt;"Usman minta dibawakan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;air untuk wudhu', lalu ia mencuci kedua telapak tangannya tiga &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kali, kemudian ia berkata: "Aku melihat Rasulullooh saw. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;berwudhu seperti wudhu' saya ini&lt;/em&gt; (lihat HSR. Bukhary dalam &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Fathul Baary I:259 no.159;160; 164; 1934 dan 6433 dan Muslim &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;1:141) &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abu Hurairah, ia berkata: telah bersabda Rasulullooh saw. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Bila salah seorang diantaramu bangun tidur, janganlah ia &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;memasukkan tangannya kedalam bejana, sebelum ia mencucinya &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;tiga kali, karena ia tidak tahu dimana tangannya itu bermalam &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;(HSR. Bukhary, Fathul Baary, 1:229). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Hadist yang bunyinya mirip tetapi dari jalur lain yaitu Abdullah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;bin Zaid (lihat HSR Bukhary, Fathul Baary 1:255 dan Muslim &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;3:121). JUga dari Aus bin Abi Aus, dari kakeknya (HSR Ahmad &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;4:9 dan Nasa'i 1:55). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;4. Berkumur-kumur (Madhmadhoh) dan menghirup air kehidung &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;(Istinsyaaq) &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abdullah bin Zaid al-Anshori, ketika diminta mencontohkan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;cara wudhu' Rasulullooh saw hingga ia berkata: &lt;em&gt;"Lalu ia &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;(Rosulullooh saw.) berkumur-kumur dan menghirup air kehidung &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;dari satu telapak tangan, ia lakukan yang demikian tiga kali&lt;/em&gt; (HSR. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Bukhary dan Muslim /lihat dari hadist-hadist di nomor 3). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Dari Amr bin Yahya, ia berkata: Lalu ia berkumur-kumur dan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;menghirup air kehidung dan menyemburkan dari tiga cidukan&lt;/em&gt; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;(HSR Muslim 1:123 dan 3:122). &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi saw. bersabda: &lt;em&gt;Apabila &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;salah seorang dari kamu berwudhu,maka hiruplah air kehidung &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kemudian semburkanlah&lt;/em&gt; (HR Bukhary, Fathul Baary 1:229; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Muslim 1:146 dan Abu Dawud no.140). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Laqith bin Shobroh, ia berkata: Ya Rasulullooh! &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Beritahukanlah kepadaku tentang wudhu'! Beliau bersabda:&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;"sempurnakanlah wudhu'&lt;/span&gt;, &lt;em&gt;menggosok sela-sela jemari dan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;bersungguh-sungguhlah dalam menghirup air kehidung, &lt;span style="color: blue;"&gt;kecuali &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;kalau kamu berpuasa".&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;(HR. Abu Dawud no.142; Tirmidzi 38; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Nasa'i 114 dan Ibnu Majah no.407). Hadist ini &lt;u&gt;&lt;em&gt;disahihkan&lt;/em&gt;&lt;/u&gt; oleh &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Ibnu Hibban dan Hakim dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;u&gt;&lt;em&gt;disahihkan &lt;/em&gt;&lt;/u&gt;juga oleh Nawawy (Lihat Ta'liq atas Syarah Sunnah lil &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Imam Al-Baghowy, 1:417). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abdu Khoir, ia berkata: &lt;em&gt;Kami pernah duduk memperhatikan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Ali ra. yang sedang berwudhu', lalu ia memasukkan tangan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kanannya yang penuh dengan air dimulutnya berkumur-kumur &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;sekaligus menghirup air kedalam hidungnya, serta &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;menghembuskannya dengan tangan kiri. Hal ini dilakukan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;sebanyak tiga kali, kemudian ia berkata, barangsiapa yang senang &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;melihat cara bersucinya rasulullooh saw. maka inilah carany&lt;/em&gt;a (HR &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Ad-Daarimy 1:178). Kata Al-Albany &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;sanadnya shahih&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (lihat &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Misykaatul Mashaabih 1:129 no.411). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;5. Membasuh muka.&lt;/strong&gt; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Batas Muka meliputi, mulai dari tempat tumbuhnya rambut &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;dikepala sampai kejenggot dan dagu, dan dari samping mulai dari &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;tepi telinga sampai tepi telinga berikutnya. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;Firman Allah S. Sl-Maidah (5):6: Dan basuhlah muka-mukamu&lt;/strong&gt;. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Bukhory dan Muslim meriwayatkan dari Humran bin Abaan, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;bahwa Utsman minta air wudhu, lalu ia menyebut sifat wudhu &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Nabi s.a.w., ia berkata: &lt;em&gt;"kemudian membasuh mukanya tiga kali"&lt;/em&gt; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;(Bukhory I:48; Fathul Baary I:259, no.159 dan Muslim I:141) &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;6. Mencuci Jenggot (Takhliilul Lihyah) &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Berdasarkan hadits Utsman ra.: Bahwasanya Nabi saw. mencuci &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;jenggotnya&lt;/em&gt;. (HR. Tirmidzi no.31, ia berkata hadist ini HASAN-&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;SAHIH; Ibnu Majah no.430; Ibnul Jarud, hal,43; Hakim I:149 dan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;ia berkata: SANADNYA SAHIH). Hadist ini &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;disahihkan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;pula oleh &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban (LIhat Ta'liq syarah Sunan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Imam al-Baghowy I:421). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Anas ra. bahwa Nabi saw. bila berwudhu' mengambil seciduk &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;air (ditelapak tangannya), kemudian imasukkannya kebawah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;dagunya, lalu ia menyela-nyela jenggotnya seraya bersabda: &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;"Beginilah Robb-ku 'Azza wa Jalla menyuruh aku"&lt;/em&gt; (HSR. Abu &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dawud, no.145; Baihaqy I:154 dan Hakim I:149). Syaikh Al-&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Albany berkata &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Hadist ini sahih&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (Shahih Jaami'us Shoghiir, No. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;4572). Sebagian ulama berpendapat bahwa mencuci jenggot ini &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;wajib, tetapi &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;sebagian mengatakan wajib untuk mandi janabat dan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;sunnah untuk wudhu,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Imam Ahmad termasuk yang menyetujui &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;pendapat terakhir('Aunul Ma'bud I:247). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;7. Membasuh kedua tangan sampai kesiku. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Allah berfirman S.Al-Maidah (5):6: Dan basuhlah tangan-&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;tanganmu sampai siku. Dari Humron bin Abaan bahwa Utsman &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;minta air wudhu', lalu ia menyebut sifat (tatacara) wudhu' Nabi &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;saw., kemudian Humron berkata: &lt;em&gt;Kemudian ia membasuh &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;tangannya yang kanan sampai siku, &lt;u&gt;dilakukan tiga kali&lt;/u&gt; dan yang &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kiri demikian pula&lt;/em&gt;. (Lihat hadist yang sama dalam membasuh &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;muka, SAHIH). Dari Nu'aim bin Abdullah Al Mujmir, ia berkata: &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Aku pernah melihat Abu Hurairah berwudhu', lalu ia &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;menyempurnakan wudhu'nya, kemudian ia membasuh tangan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kanannya hingga mengenai bagian lengan atasnya, kemudian &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;membasuh tangan kirinya hingga mengenai bagian lengan atasnya &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;dan diakhir Hadist ia berkata: &lt;u&gt;demikianlah aku melihat &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Rasulullooh saw. berwudhu'&lt;/u&gt;&lt;/em&gt; (HSR. Muslim, I:246 atau Shohih &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Muslim, I:149). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Jabir r.a. &lt;em&gt;bahwa Nabi saw. bila berwudhu' mengalirkan air &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;atas kedua sikunya&lt;/em&gt; (HR. Daruquthni, I:15; Baihaqy, I:56). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Ibnu &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Hajar mengatakan Hadist ini Hasan, dan &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Syaikh Al-Albany berkata &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;SAHIH&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (Shohih Jaami'us Shoghiir, no.4574). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;8. Mengusap Kepala, Telinga dan Sorban. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Allah berfirman: S&lt;em&gt;.Al-Maidah (5):6 Dan usaplah kepala-kepalamu. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Yang dimaksud disini adalah &lt;u&gt;mengusap seluruh kepala&lt;/u&gt;, dan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;bukanlah sebagian kepala&lt;/em&gt; (Lihat Al-Mughni, I:112 &amp;amp; I:176 dan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Nailul Authar, I:84 &amp;amp; I:193). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abdullah bin Zaid, bahwa &lt;em&gt;Rasulullooh saw. mengusap &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kepalanya dengan dua tangannya, lalu ia menjalankan kedua &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;tangannya kebelakang kepala dan mengembalikan-nya, yaitu &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;beliau mulai dari bagian depan kepalanya, kemudian menjalankan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kedua tangannya ketengkuknya, lalu mengembalikan kedua &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;tangannya tadi ke tempat dimana ia memulai&lt;/em&gt; (HSR. Bukhory I:54-&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;55; Muslim I:145; Sahih Tirmidzi No.29; Abu Dawud no.118; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Sahih Ibnu Majah no.348; Nasa'i I:71-72 dan Ibnu Khuzaimah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;no.173. Dalam Fathul Baary I:289 no.185. Dalam Nailul Author &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;I:183. &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Hukumnya WAJIB. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;8.a. Telinga&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abu Umamah, ia berkata: &lt;em&gt;Nabi saw. pernah berwudhu', lalu &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;beliau &lt;u&gt;membasuh mukanya tiga kali&lt;/u&gt;; &lt;u&gt;membasuh kedua tangannya &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;tiga kali dan mengusap kepalanya&lt;/u&gt; dan ia berkata: &lt;span style="color: blue;"&gt;DUA TELINGA &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;ITU TERMASUK KEPALA&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (HSR. Tirmidzi no.37; Abu Dawud &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;no.134 dan Ibnu Majah no.444). Syaikh Muhammad Nashiruddin &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;al-Albany berkata: &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Hadist ini&lt;u&gt; sahih&lt;/u&gt; dan mempunyai banyak jalan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;dari beberapa sahabat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (lih.Silsilah Alhaadits Shohihah juz I: 47-&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;57). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Rubayyi' binti Mu'awwidz, bahwasanya&lt;em&gt; Nabi saw. mengusap &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kepalanya dengan air sisa yang ada di tangannya&lt;/em&gt;. (HR. Abu &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dawud no.130 &amp;amp; Sahih Abu Dawud no.120, hadist ini dihasankan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;oleh Abu Dawud). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abdullah bin Zaid: &lt;em&gt;Bahwa pernah melihat Nabi saw. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;berwudhu' lalu beliau mengusap kepalanya dengan air yang &lt;u&gt;bukan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;dari sisa kedua tangannya&lt;/em&gt;. (Sahih Tirmidzi no.32; Abu Dawud &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;no.120 &amp;amp; Sahih Abu Dawud no.111). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abdullah bin Amr.- &lt;em&gt;tentang sifat wudhu' nabi saw., kemudian &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;ia berkata:" Kemudian beliau saw. mengusap kepalanya dan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;dimasukkan kedua jari telunjukknya dikedua telingannya&lt;/u&gt;, &lt;u&gt;dan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;u&gt;&lt;em&gt;diusap (daun telinga) dengan kedua ibu jarinya&lt;/em&gt;.&lt;/u&gt; (HR. Abu Dawud &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;no.135, Nasa'i no.140 dan Ibnu Majah, no.422 dan &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;disahihkan oleh &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Ibnu Khuzaimah).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Kata Ibnu Abbas: bahwa &lt;em&gt;Nabi saw. mengusap &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kepalanya dan dua telinganya bagian luar dan dalamnya&lt;/em&gt; (HSR. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Tirmidzi no.36; Ibnu Majah no.439; Nasaiy I:74; Baihaqy I:67 dan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Irwaaul Gholil no.90). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;8.b. Mengusap atas sorban &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Amr bin Umayah Adh-Dhamriy, ia berkata: &lt;em&gt;Aku pernah melihat &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Rasulullooh s.a.w. mengusap atas serbannya dan dua sepatunya&lt;/em&gt;. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;(HSR =Hadist Sahih Riwayat; Bukhory, I:59; Fathul Baary, I:308, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;no.204 dan 205). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Bilal r.a. ia berkata: &lt;em&gt;Bahwa Nabi s.a.w mengusap atas dua &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Khufnya (sepatu) dan khimarnya (sorban).&lt;/em&gt; (HSR Muslim, I:159, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Mukhtashar Shahih Muslim no.141; Nailul Authar I:196). &lt;em&gt;Adapun &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;peci/kopiah/songkok, maka &lt;span style="color: red;"&gt;tidak boleh diusap atasnya&lt;/span&gt;, karena &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;tidak ada kesulitan bagi kita untuk melepaskannya&lt;/em&gt;. Walloohu &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;a'lam. &lt;em&gt;Adapun kerudung/ jilbab perempuan,&lt;u&gt; maka dibolehkan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;untuk mengusap di atasnya&lt;/u&gt;, karena &lt;span style="color: blue;"&gt;Ummu Salamah r.a. pernah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;mengusap jilbabnya&lt;/span&gt;.&lt;/em&gt; Hal ini disebutkan oleh Ibnu Mundzir (lihat &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Al-Mughni I:312 dan I:383-384). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;9. Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Allah SWT berfirman:&lt;em&gt; Dan basuhlah kaki-kakimu hingga dua &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;mata kaki&lt;/em&gt; (QS. Al-Maidah: 6). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Dari Abdullah bin 'Amr, ia berkata: Rasulullooh s.a..w pernah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;tertinggal dari kami dalam suatu bepergian, lalu beliau menyusul &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kami, sedang ketika itu kami terpaksa menunda waktu Ashar &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;sampai menjelang akhir waktunya maka kami mulai berwudhu' &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;dan membasuh kaki-kaki kami. Abdullah bin 'Amr berkata &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kemudian Rasulullooh s.a.w. menyeru dengan suara yang keras: &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;"Celaka bagi tumit-tumit dari api neraka! beliau ucapkan yang &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;demikian 2 atau 3 kali.&lt;/u&gt;&lt;/em&gt; (HSR. Bukhory, I:49; Fathul Baary I:265; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Muslim, III:132-133). Imam Nawawy di dalam syarah Shahih &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Muslim sesudah membawakan Hadist di atas, beliau berkata, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Imam Muslim beristidhal (untuk menjadikan dalil) dari hadist ini &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;tentang &lt;span style="color: blue;"&gt;wajibnya membasuh kedua kaki &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;dan &lt;u&gt;tidak cukup hanya &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;u&gt;mengusap saja. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Nu'aim bin Abdillah al-Mujmir r.a. ia berkata: Aku pernah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;melihat Abu Hurairah berwudhu', lalu ia mencuci mukanya, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;kemudian ia menyempurnakan wudhu'nya, lalu ia mencuci tangan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;kanannya hingga mengenai bagian lengan atasnya, kemudian &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;mencuci tangan kirinya hingga mengenai bagian lengan atasnya, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;kemudian mengusap kepalanya, kemudian mencuci bagian &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;kakinya yang kanan hingga mengenai betisnya lalu kakinya yang &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;kiri hingga betisnya, kemudian berkata: &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;demikianlah aku melihat &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Rasulullooh s.a.w. berwudhu', dan bersabda: Kalian adalah orang-&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;orang cemerlang muka, kedua tangan dan kaki pada hari Kiamat, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;karena kalian menyempurnakan wudhu'. Oleh karena itu &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;barangsiapa di antara kalian yang sanggup, maka hendaklah ia &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;memanjangkan kecemerlangan muka, dua tangan dan kakinya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;(HSR. Muslim I:149 atau Syarah Shahih Muslim no.246). &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Mustaurid bin Syaddaad al Fihry, ia berkata:"&lt;em&gt;Aku pernah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;melihat Nabi s.a.w bila berwudhu', beliau menggosok jari-jari &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kedua kakinya dengan jari kelingkingnya. (&lt;/em&gt;HSR Abu Dawud, No. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;148; Shahih Tirmidzi no.37 dan Shahih Ibnu Majah no. 360). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dalam Shahih Ibnu Majah &lt;em&gt;ia menggunakan kata &lt;u&gt;menyela-nyela &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;sebagai pengganti &lt;u&gt;menggosok-gosok celah-celah jari). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;HAL-HAL YG PERLU DIPERHATIKAN &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;1. Mulai dari yang kanan&lt;/strong&gt; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari 'Aisyah r.a., ia berkata: &lt;em&gt;Adalah Rasulullooh s..a.w. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;menyukai mendahulukan yang kanan&lt;/u&gt; ketika memakai sandalnya, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;menyisir, bersuci dan dalam semua urusannya&lt;/em&gt; (Bukhory, Fathul &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Baary, 1:235; Muslim no. 268). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abi Hurairoh r.a., bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda:&lt;em&gt; Apabila &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kamu mengenakan pakaian dan bila kamu berwudhu', maka &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;mulailah dari anggota-angota kananmu&lt;/u&gt;&lt;/em&gt; (Sahih Abu Dawud, no. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;3488; dan Ibnu Majah no.323). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;2. Jumlah air yang digunakan&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Anas r.a., ia berkata&lt;em&gt;:"Nabi biasa &lt;u&gt;berwudhu' dengan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;memakai satu mud &lt;/u&gt;dan &lt;u&gt;mandi dengan satu sha' sampai lima mud &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;(Muslim, 1: 156). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Keterangan: 1 sha' = 4 mud; 1 mud = 675 gram atau 0.688 liter &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;3. Do'a selesai wudhu' &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;'Umar bin Khoththob, ia berkata: telah bersabda Rasulullooh s.a.w. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Tidak seorangpun di antara kamu yang berwudhu', lalu menyem-&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;purnakan wudhu'nya, kemudian membaca: &lt;span style="color: blue;"&gt;Asy-hadu alla ilaaha &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;illalloohu wahdahu laa syarii-kalahu wa asy-hadu anna &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Muhammdan 'abduhu wa roosuuluhu;&lt;/span&gt; kecuali mesti dibukakan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;baginya pintu-pintu surga yang delapan, yang ia akan masuk dari &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;manapun yang ia kehendaki&lt;/em&gt; (Muslim 1:144-145;dll buku hadiest). &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dengan tambahan bacaan: &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Alloo-hummaj'alnii minat-tawwaa-&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;biina waj'alnii minal-mutath-thoh-hiriina.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Ya Allah, jadikanlah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan dijadikan aku &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;termasuk orang-orang yang membersihkan diri.&lt;/em&gt; Katanya tambahan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;ini ada keraguan, tetapi &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;disahihkan oleh Syaikh Al-Albany&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dalam &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Jami'us Shoghiir, no. 6043. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abu Sa'ad al-Khudriy, ia berkata: &lt;em&gt;Telah bersabda Rasulullooh &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;s.a.w.: Siapa yang berwudhu', kemudian sesudah selesai berwudhu' &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;ia membaca: &lt;span style="color: blue;"&gt;Sub-haanakalloohumma wa bihamdika asy-hadu &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;allaa ilaaha illaa an-ta as-tagh-firuka alloohumma wa atuu-bu &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;ilaik&lt;/span&gt;. Maha suci Engkau Ya Allah, dengan memuji Engkau aku &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;mengakui bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;ampun Ya Allah dan bertaubat kepadaMU), akan ditulis dikertas &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;putih, kemudian dialihkan pada stempel yang tidak akan pecah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;sampai hari kiamat&lt;/em&gt; (HR. Ibnus-Sunny) &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Disahihkan dalam Shohih &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Jami'us-Shoghiir, no.6046. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;YANG MEMBATALKAN WUDHU'&lt;/span&gt; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;1. Apa-apa yang keluar dari salah satu dari kedua jalan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;(vulva dan anus/dubur).&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abu Hurairoh, ia berkata: &lt;em&gt;Rasulullooh s.a.w. bersabda: Allah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;tidak menerima sholat salah seorang diantara kamu, apabila ia &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;berhadats,&lt;/span&gt; sampai ia berwudhu&lt;/em&gt;' (Bukhory, 2:43 dan Muslim 1:140-&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;141; Fathul Baary, 1:234 dll buku hadiest Tirmidzi, no.76 dan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Ahmad 2:318). QS. An-Nisa' (4):43: ..atau salah seorang di antara &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;kamu datang dari tempat buang air. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abu Hurairoh r.a., ia berkata: &lt;em&gt;telah bersabda Rasulullooh &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;s.a.w.: Apabila salah seorang di antara kamu merasakan sesuatu di &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;dalam perutnya, kemudian ia ragu-ragu apakah telah keluar atau &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;tidak, maka janganlah keluar dari masjid (janganlah membatalkan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;sholatnya) sampai benar-benar ia mendengar suara atau &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;menemukan bau &lt;/em&gt;(Syarah Muslim 4:51). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;2. Tidur nyenak.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Ali bin Abi THOLIB r.a., ia berkata: Rasulullooh s..a.w. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;bersabda: &lt;em&gt;Mata itu pengikat dubur, maka siapa saja yang tidur &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;(nyenyak) &lt;u&gt;hendaknya ia berwudhu'&lt;/u&gt;&lt;/em&gt; (Shahih Abu Dawud no.188; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Ibnu Majah no.386) berderajat hasan. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;3. Menyentuh kemaluan tanpa ada batas. Ada pertentangan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;didalamnya.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abu Hurairoh r.a. ia berkata: &lt;em&gt;Rasulullooh s.a.w. bersabda: &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Jika salah seorang dari kamu menyentuh tangannya pada &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kemaluannya dengan tanpa alas dan tutupan, &lt;u&gt;maka ia wajib wudhu'&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;u&gt; &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;(Hakim, 1:13). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Qais bin Thalq bin Ali dari ayahnya, &lt;em&gt;ia berkata: &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Rasulullooh s.a.w. ditanya tentang seseorang yang menyentuh &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kemaluannya sesudah berwudhu' (apakah harus wudhu'lagi)? Lalu &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;Nabi s.a.w. menjawab: Sebenarnya kemaluan itu bagian dari &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;tubuhmu sendiri.&lt;/em&gt; (Shahih Abu Dawud no.167; Sh.Ibnu Majah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;no.392). &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Sehingga ada yang mempertentangkan tentang kedua &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;hadist ini. &lt;em&gt;Syaikhu Islam Ibnu Taimiyyah menggabungkan kedua &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;hadist ini dan berkata &lt;u&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;kalau menyentuh yang dimaksud dengan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;syahwat (nafsu)&lt;/span&gt;&lt;/u&gt; maka batal wudhu'. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Aisyah r.a. bahwasanya &lt;em&gt;Nabi s.a.w. &lt;u&gt;mencium&lt;/u&gt; salah seorang &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;istrinya, kemudian keluar ke (masjid) untuk sholat, &lt;u&gt;dan tidak &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;berwudhu'&lt;/u&gt; lagi (&lt;/em&gt;Shahih Tirmidzi no.75; sh. Abu Dawud &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;no.165;Sh.Ibnu Majah no.406). &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;'Aisyah berkata: &lt;em&gt;sesungguhnya &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Rasulullooh s.a.w. pernah melaksanakan sholat malam, sedangkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;aku tidur melintang dihadapannya sebagaimana melintangnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;jenazah, sehingga apabila ia mau sujud, dirabanya kakiku &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;(Muttafaq 'alaihi). &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;'Aisyah berkata: &lt;em&gt;Pada suatu malam aku &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kehilangan Rasulullooh s.a.w. (dari tempat tidurnya), kemudian &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;aku mencarinya sambil tanganku meraba-raba, tiba-tiba tanganku &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;menyentuh kedua (telapak) kakinya, sedang kedua kakinya dalam &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;keadaan ditegakkan ketika beliau sujud&lt;/em&gt; (Muslim 3:203). &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;TAYAMMUM &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Tata cara tayammum secara gamblang dijelaskan dalam hadits &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Ammar sebagai berikut: &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dari Abdurrahman bin Abza ia berkata, Telah datang seorang laki-&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;laki kepada Umar bin Khoththob seraya berkata, &lt;em&gt;"Saya junub &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;sedangkan saya tidak mendapati air." Ammar (bin Yasir) berkata &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;kepada Umar bin Khaththab, Ingatkah engkau ketika kita dahulu &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;pernah dalam suatu safar, engkau tidak sholat sedangkan aku &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;mengguling-guling badanku dengan tanah lalu aku sholat? Setelah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;itu, kuceritakan kepada Nabi kemudian beliau bersabda, &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;"Cukuplah bagimu seperti ini." Nabi &lt;span style="color: blue;"&gt;menepukkan kedua telapak &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;tangannya ke tanah lalu meniupnya dan mengusapkan ke wajah &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;dan telapak tangannya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. HR. Bukhari no. 338 dan Muslim no. 368. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o&gt;&amp;nbsp;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Dalam riwayat lain disebutkan dengan lafadz, &lt;em&gt;Tayammum itu satu &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;em&gt;tepukan, untuk wajah dan kedua telapak tangan&lt;/em&gt;. HR. Abu Dawud &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;(327), Ahmad (4/263), Tirmidzi (144), Darimi (751), Ibnu &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Huzaimah dalam shahih-nya (266, 267) dan Ibnu Jarud dalam Al-&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Muntaqo (126). Dan &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;dishahihkan oleh Imam Darimi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dalam sunan-&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;nya &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;dan Al-Albani dalam Irwa'ul Ghalil&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; no. 161. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Anggota &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;tayammum &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;hanya wajah dan telapak tangan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Inilah pendapat yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;benar. Adapun hadits-hadits yang menjelaskan bahwa tayammum &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;sampai ke siku atau ketiak &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;seluruhnya tidak ada yang shohih &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;sebagaimana dijelaskan dengan bagus oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;dalam Fathul Bari (1/590-891). &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;Lanjut beliau, Di antara hal yang &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;memperkuat riwayat Bukhari Muslim yang hanya mencukupkan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;wajah dan telapak tangan saja adalah&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; fatwa Ammar bin Yasir &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;sepeninggal Nabi bahwa anggota tayammum adalah wajah dan &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;telapak tangan. Tidak diragukan lagi, rowi hadits lebih mengerti &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;tentang makna hadits daripada orang selainnya, lebih-lebih &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Book Antiqua','serif'; font-size: 12pt;"&gt;seorang &lt;em&gt;sahabat mujtahid&lt;/em&gt; (seperti Ammar bin Yasir). At-Talkhis &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-3150399757787256035?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/3150399757787256035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=3150399757787256035' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/3150399757787256035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/3150399757787256035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/02/thaharah-wudhu-tayamum.html' title='THAHARAH ( Wudhu &amp; Tayamum )'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-2794037284551563642</id><published>2010-02-07T19:40:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T19:40:10.782-08:00</updated><title type='text'>Ingatkanlah kematian kita</title><content type='html'>&lt;span class="submitted"&gt;&lt;/span&gt;           &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ingatkanlah kematian kita itu dari detik ke detik dan dari saat ke saat&lt;br /&gt;Justeru Allah tidak janjikan kematian kita di waktu tua&lt;br /&gt;Begitu juga Allah tidak janjikan kematian kita disebabkan sakit&lt;br /&gt;Tidak pun sakit boleh mati juga&lt;br /&gt;Hal ini sepatutnya tidak payah diberitahu&lt;br /&gt;Semua orang tahu, kan pengalaman bersama&lt;br /&gt;Ada orang mati kecil, ada orang mati muda, ada orang mati tua&lt;br /&gt;Ada orang mati tanpa sebab apa-apa&lt;br /&gt;Sedang rehat-rehat atas kerusi tiba-tiba terlintuk saja&lt;br /&gt;Ditengok nafas sudah tiada&lt;br /&gt;Oleh itu janganlah senang-senang hati dengan kematian&lt;br /&gt;Kematian bila-bila masa berlaku&lt;br /&gt;Kita tunggulah kematian itu dari nafas ke nafas&lt;br /&gt;Agar kita tidak ada angan-angan yang melalaikan&lt;br /&gt;Hendak membangun, membangunlah &lt;br /&gt;Tapi ingatlah waktu itu boleh mati&lt;br /&gt;Hendak maju, majulah tapi kematian boleh berlaku di waktu itu&lt;br /&gt;Hendak kejar kekayaan kejarlah&lt;br /&gt;Tidaklah salah selagi halal tapi ingatlah mati&lt;br /&gt;Ingatlah mati di dalam sebarang hal&lt;br /&gt;Agar kita tidak lalai, jiwa sentiasa takut dan gentar dengan Tuhan&lt;br /&gt;Bila jiwa takut dengan Tuhan&lt;br /&gt;Kita takut hendak membuat dosa di dalam sebarang hal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-2794037284551563642?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/2794037284551563642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=2794037284551563642' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/2794037284551563642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/2794037284551563642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/02/ingatkanlah-kematian-kita.html' title='Ingatkanlah kematian kita'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-6816270152749010615</id><published>2010-02-07T19:36:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T19:36:37.449-08:00</updated><title type='text'>Tasawuf</title><content type='html'>&lt;h2&gt;Definisi tasawuf ialah "membersihkan hati dan anggota-anggota lahir daripada dosa-dosa, kesalahan dan kesilapan". Artinya bersih luar dan bersih di dalam. &lt;/h2&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bersih di dalam: Maksudnya membersihkan hati daripada riyak, ujub, pendendam dan lain-lain mazmumah, lebih-lebih lagi daripada syirik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersih di luar: Maksudnya bersih daripada membuat yang haram, berpakaian yang haram, bercakap yang haram, menjaga mata, telinga daripada melihat dan mendengar yang haram serta lain-lain.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Bersih daripada kesalahan dan kesilapan lebih sulit lagi. Kadang-kadang kesalahan atau kesilapan itu kita tidak terasa dosa. Ini yang susah dikesan. Contohnya:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Datang tetamu ke rumah tapi kita sembahyang sunat. Sepatutnya waktu itu tidak payah sembahyang sunat tapi pergi melayan tetamu. Dia memilih perbuatan yang kecil dengan meninggalkan perkara yang besar. Dia memilih yang sunat dan meninggalkan yang wajib.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beri sedekah di tengah orang ramai atau isytihar sedekah dalam media massa. Sepatutnya dia rasa berdosa, rasa malu sebab berbangga-bangga. Dalam berbuat baik itu berlaku dosa. Oleh itu kena usahakan dengan cara beri sedekah secara sembunyi-sembunyi atau minta disampaikan melalui orang lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bilal sudah iqamah, kita masih leka dan berat hendak bangun mendirikan sembahyang. Sepatutnya kita jadi macam tentera, bunyi wisel saja terus bingkas. Itulah yang afdhal. Jadi, bila iqamah saja teruslah bangun untuk menyusun saf. Dalam Islam, selagi saf makmum tidak lurus, imam tidak boleh angkat takbir. Jika tidak, imam dikira sembahyang seorang, bukan sembahyang berjemaah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika membeli kalau boleh jangan tawar-menawar. Apatah lagi tawar-menawar yang berlebih-lebihan sehingga menimbulkan rasa tidak senang hati.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketika berdakwah jangan menyebut nama atau menyentuh peribadi orang tertentu atau memalukan orang lain.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h3 id="TasawufMerupakanIntipatiatauIsiAjaranIslam"&gt;Tasawuf Merupakan Intipati atau Isi Ajaran Islam&lt;/h3&gt;Tamsilannya ibarat buah. Kalau syariat lahir merupakan kulit, tasawuf itu adalah isi buah. Kulit perlu ada sebagai pengawal atau pelindung isi. Walaupun kulit tidak dimakan tapi ia perlu dijaga supaya baik, barulah isi buah baik dan dapat dimakan.&lt;br /&gt;Biasanya orang melihat kulit untuk menilai isi. Untuk mendapat isi yang baik, biasanya kulit mesti baik. Kalau kulit rosak, tentu isinya rosak. Biasanya antara kulit dengan isi, lebih susah hendak mendapatkan isi yang baik berbanding kulit yang baik. Contohnya buah durian. Kalau kulit rosak, seluruh isinya akan rosak. Sedangkan isi itulah yang hendak dimakan untuk membangunkan tenaga.&lt;br /&gt;Kalau kulit baik pun, belum tentu isinya baik. Contohnya rasa ikhlas. Malaikat pun tidak tahu. Ini rahsia Allah. Tidak dikaitkan dengan Syurga atau Neraka, tapi betul-betul kerana Allah atau mardhotillah.&lt;br /&gt;Contohnya: Sembahyang dibuat bukan kerana pahala.&lt;br /&gt;Sembahyang dibuat bukan kerana Syurga dan Neraka. Bukan kerana Allah tapi kerana hendak hadiah daripada Allah. Buat kerana fadhilat. Banyak menceritakan tentang fadhilat tidak mampu mengubah seseorang.&lt;br /&gt;Kalau tidak bersyariat batin tidak ada erti. Syariat lahir macam kulit buah, kalau isinya busuk tak ada ertinya kulit buah itu walaupun nampaknya cantik.&lt;br /&gt;&lt;h3 id="TasawufDikatakanJugaSyariatBatin"&gt;Tasawuf Dikatakan Juga Syariat Batin&lt;/h3&gt;Batin juga perlu bersyariat. Nafsu perlu bersyariat. Akal juga perlu bersyariat. Tasawuf membantu syariat batin. Kalau tiada tasawuf maka Islam tiada seni dan tiada keindahan. Oleh sebab itu tasawuf patut diambil berat dan dipelajari sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;Hendak membangunkan syariat batin ini amat sulit. Bukan senang hendak syariatkan nafsu, akal dan hati. Syariat lahir perlu dibangunkan supaya dengan itu mudah pula dibangunkan syariat batin.&lt;br /&gt;&lt;h3 id="PerananTasawuf"&gt;Peranan Tasawuf&lt;/h3&gt;1. Membersihkan hati dan jawarih (anggota) daripada dosa, kesalahan dan kesilapan.&lt;br /&gt;2. Menghidupkan rasa kehambaan.&lt;br /&gt;3. Menanamkan rasa keikhlasan.&lt;br /&gt;4. Menghidupkan rasa bertuhan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menghidupkan rasa kehambaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ilmu tasawuf dapat menghidupkan rasa kehambaan. Untuk kita terasa hamba. Menghidupkan rasa takut pada Allah yang mesti ada di mana-mana. Rasa malu mesti dihidupkan kerana Allah melihat, Allah memerhati. Menghidupkan rasa hina diri di hadapan Tuhan.&lt;br /&gt;Rasa kehambaan ini bila dihidupkan, mazmumah akan hilang dengan sendiri. Orang yang terlalu sombong, ego, ujub itu adalah disebabkan tidak ada rasa kehambaan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menghidupkan rasa bertuhan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hati sentiasa sedar Allah melihat, mengetahui dan Allah sentiasa ada bersama kita. Inilah kunci kita tidak melakukan dosa.&lt;br /&gt;Contohnya dalam majlis raja, kita tidak akan buat salah sekalipun menguap. Kita amat jaga tingkah laku kerana kita sedar raja yang berkuasa sedang melihat kita. Maka di hadapan Raja segala raja sepatutnya lebih-lebih lagilah kita malu hendak buat dosa.&lt;br /&gt;Rasa bertuhan mesti bertapak di hati, barulah rasa kehambaan itu diperolehi.&lt;br /&gt;Ilmu tasawuf adalah ilmu tentang rohaniah. Ilmu rohaniah ertinya ilmu yang berkait rapat dengan roh (hati nurani manusia). Al Quran menganjurkan ilmu ini yaitu:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;i&gt;Maksudnya: “Beruntunglah orang yang mensucikan hatinya dan rugilah orang-orang yang mengotorinya.” (Asy Syam: 9 - 10)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Ilmu tasawuf adalah salah satu ilmu dasar dalam Islam, selain dari &lt;b&gt;Aqidah&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Syariat&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;I&lt;b&gt;lmu tasawuf/rohani adalah ilmu yang mempelajari perilaku tabiat roh atau hati baik yang baik (mahmudahnya ) maupun buruk (mazmumah)&lt;/b&gt;. Bukan untuk mengetahui hakikat zat roh itu sendiri. Hakikat roh itu sendiri tidak akan dapat dijangkau oleh mata kepala atau tidak akan dapat dibahaskan. Tetapi apa yang hendak dibahaskan adalah sifat-sifatnya sahaja supaya kita dapat mengenal sifat-sifat roh atau hati kita yang semula jadi itu. Mana-mana yang mahmudahnya (positif) hendak dipersuburkan dan dipertajamkan. Kita pertahankannya kerana itu adalah diperintah oleh syariat, diperintah oleh Allah dan Rasul dan digemari oleh manusia. Mana-mana yang mazmumahnya (negatif) hendaklah ditumpaskan kerana sifat-sifat negatif itu dimurkai oleh Allah dan Rasul serta juga dibenci oleh manusia.dfd&lt;br /&gt;Ilmu tasawuf sering disebut juga dengan ilmu batin, namun &lt;b&gt;tidak sama dengan ilmu pengasih atau ilmu kebal&lt;/b&gt;. Orang yang belajar ilmu batin bermakna dia belajar ilmu kebal atau belajar ilmu pengasih. Sebenarnya orang itu belajar ilmu kebudayaan Melayu, yang mana ilmu itu ada dicampur dengan ayat-ayat Al Quran. Kebal juga adalah satu bagian dari kebudayaan orang Melayu yang sudah disandarkan dengan Islam. Kalau kita hendak mempelajarinya tidak salah jika tidak ada unsur-unsur syirik. Tetapi itu bukan ilmu tasawuf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-6816270152749010615?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/6816270152749010615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=6816270152749010615' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/6816270152749010615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/6816270152749010615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/02/tasawuf.html' title='Tasawuf'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-7739259061252174460</id><published>2010-02-07T19:33:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T19:33:35.190-08:00</updated><title type='text'>Adab suami dan istri dalam rumah tangga</title><content type='html'>Ijab Qabul mensahkan dua pribadi halal untuk satu dan lainnya.Laki laki dan perempuan yang telah terikat dalam ijab qabul dikatakan sah sebagai suami dan istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijab qabul ini membawa begitu banyak konsekwensi bagi kedua belah pihak, yang antara lain kewajiban dan hak yang harus kita jalani untuk mencapai suatu keluarga yang tenang dan berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dibalik hak dan kewajiban terdapat begitu banyak pahala yang bisa kita kumpulkan untuk hari akhir kita dalam pernikahan. Sebut saja jika kita melaksanakan kewajiban kita tentunya kita akan menuai hak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kita bertolak dari rasa cinta yang kita miliki pada suami kita, tentunya ringan rasanya melakukan sesuatu yang akan menyenangkan hati suami kita, contohnya suami sangat senang kalo setiap beliau bangun pagi telah tersedia sarapan yang akan memulai aktivitasnya yang padat dengan perut kenyang, rasa bahagia rasa puas yang dirasa suami adalah pahala yang besar buat kita istri.Tentu saja rasa kenyang membuat kita turut bahagia dan rela bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan. Sebaliknya istri pasti sangat bahagia kalau diajak makan keluar oleh suami, karna suami merasa istri capek seminggu penuh dan wochenende ini tidak perlu masak karna akan makan diluar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat pepatah waktu kita kecil dulu siapa yang memberi dia akan menerima, seberapa besar cinta kita pada suami sebegitu pula besar cinta suami kepada kita..aminJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al Quran pun telah dituliskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu menyadari (kebesaran Allah) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(QS Al-Dzariyat [51]: 49).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasuci Allah yang telah menciptakan semua pasangan,baik dari apa yang tumbuh di bumi, dan&amp;nbsp; jenis mereka (manusia) maupun dari (makhluk-makhluk) yang tidak mereka ketahui &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(QS Ya Sin [36]: 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan&amp;nbsp; diantara&amp;nbsp; tanda-tanda&amp;nbsp; kekuasaan-Nya&amp;nbsp; ialah&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri,supaya kamu cenderung dan&amp;nbsp; merasa&amp;nbsp; tenteram&amp;nbsp; kepadanya,dan&amp;nbsp; dijadikan-Nya&amp;nbsp; diantaramu&amp;nbsp; rasa&amp;nbsp; kasih dan sayang. Sesungguhnya&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; demikian&amp;nbsp;&amp;nbsp; itu&amp;nbsp;&amp;nbsp; benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (Ar Rum:21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa kasih dan sayang adalah nikmat yang begitu indah yang&amp;nbsp; diberikan Allah pada manusia dan juga pada mahluknya yang lain. Rahman dan Rahim adalah sifat Allah yang menunjukkan Kasih dan sayang Allah pada kita. KIta akan sangat bahagia sekali kalau Allah sayang kepada kita, selalu kita berdoa agar supaya jodoh kita dipanjangkan agar rasa kasih dan sayang diantara kita*suami dan istri kekal sampai ke hari akhir..amin Oleh karena itu bertolak dari nikmat kasih sayang yang diberikan Allah kepada sepasang suami istri menjadi akar terkuat dalam menjalani kewajiban dan menuai hak kita dalam berumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip dari buku "Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap" karangan H.A. Abdurrahman Ahmad. Ada tersebut Hak bersama suami dan istri yang antara lain adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa': 19 - Al-Hujuraat: 10) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa': 19) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (At-aubah: 24) . Bisa jadi seorang istri dapat menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah clan Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14).Oleh karena itu senantiasa berdo'a kepada Allah meminta istri yang sholehah. (AI-Furqan: 74) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban suami terhadap istri, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Membayar mahar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menggaulinya dengan baik, lemah lembut, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika istri berbuat 'Nusyuz', maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan: (a) Memberi nasehat, (b) Pisah kamar, (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (An-Nisa': 34) ... 'Nusyuz' adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hat ketaatan kepada Allah. Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya.(Ath-Thalaq: 7) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga*keinginan yang berlebih lebihan. Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. Dalam menyelisihi mereka, ada keberkahan. (Baihaqi, Umar bin Khattab ra., Hasan Bashri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu Ya'la)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa': 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa': 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa'i) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa. (AIGhazali) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya. (AI-Baqarah: ?40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupula hendaknya istri menyadari dan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa': 34) dan&amp;nbsp; istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban istri terhadap suaminya, ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menyerahkan dirinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mentaati suami,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tidak keluar rumah, kecuali dengan ijinnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Menggauli suami dengan baik dan bersikap lemah lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Hadits yang berkenaan dengan adab istri antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Al-Ghazali)&amp;nbsp; Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun sedang dalam kesibukan. (Nasa' i, Muttafaqun Alaih) - Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Muslim) - Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tirmidzi) - Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ibnu Majah, TIrmidzi) - Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan oleh Nabi saw.: "Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia, maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada suaminya. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Timidzi) - Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Thabrani) - Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Thabrani) - Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISTRI SHOLEHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Apabila seorang istri, menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan RamAddhan, memelihara kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya Allah swt. akan memasukkannya ke dalam surga. (Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri sholehah itu lebih sering berada di dalam rumahnya, dan sangat jarang ke luar rumah. (Al-Ahzab : 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri sebaiknya melaksanakan shalat lima waktu di dalam rumahnya. Sehingga terjaga dari fitnah. Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada shalat di masjid, dan shalatnya wanita di kamarnya lebih utama daripada shalat di dalam rumahnya. (lbnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata hendaknya kita menjadikan istri-istri Rasulullah saw. sebagai tauladan utama dalam hidup berumah tangganimba ilmu tentang rumah tangga agar tercapai tujuan tercipta keluarga yang tenang, bahagia berhimpun dalam kasih sayang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-7739259061252174460?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/7739259061252174460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=7739259061252174460' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/7739259061252174460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/7739259061252174460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/02/adab-suami-dan-istri-dalam-rumah-tangga_07.html' title='Adab suami dan istri dalam rumah tangga'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-4677136045812468799</id><published>2010-02-07T19:28:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T19:28:28.941-08:00</updated><title type='text'>Adab Seorang Istri terhadap Suami</title><content type='html'>&lt;span class="date"&gt;&lt;/span&gt;"Dunia&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;(hidup di dunia ini) adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan di dunia ini&lt;br /&gt;adalah istri yang baik (sholehah)." (Shahih Muslim, Kitab 14, Bab 17,&lt;br /&gt;Hadits No. 1467).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal&lt;br /&gt;yang patut diperhatikan oleh seorang istri yang sholehah di dalam keluarga,&lt;br /&gt;termasuk pergaulannya terhadap suami. Beberapa hal tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menjadi&lt;br /&gt;seorang istri yang baik adalah sedemikian penting sehingga dari titik pandang&lt;br /&gt;Islam, seorang istri yang baik dipandang sebagai sesuatu yang paling baik di&lt;br /&gt;dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Peranan perempuan&lt;br /&gt;dalam rumah tangga sangat penting. Sesungguhnyalah ia merupakan faktor penentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Istri harus&lt;br /&gt;melakukan yang terbaik untuk menjaga agar suaminya tetap senang kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Istri ideal&lt;br /&gt;harus memadukan tiga hal : Ia dapat membahagiakan suaminya bila suami&lt;br /&gt;melihatnya, dengan cara merawat diri agar selalu tampil cantik menarik di depan&lt;br /&gt;suaminya. Ia harus mentaatinya jika ia menyuruhnya; Ia tidak menentang&lt;br /&gt;keinginan suaminya baik menyangkut diri sang istri atau harta bendanya dengan&lt;br /&gt;melakukan sesuatu yang dicela olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menolak tidur&lt;br /&gt;bersama suaminya ketika ia mengajaknya tidur adalah merupakan satu kesalahan&lt;br /&gt;besar yang harus dihindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ketika sang&lt;br /&gt;istri berniat untuk berpuasa sunat, ia boleh melakukannya hanya setelah ada&lt;br /&gt;izin dari suaminya. Jika ia tidak memperoleh izin suaminya, maka suami berhak&lt;br /&gt;untuk membuatnya membatalkan puasa yang sedang dijalaninya. Alasan untuk ini&lt;br /&gt;adalah bahwa mungkin ia berkeinginan untuk melakukan hubungan seksual&lt;br /&gt;dengannya, yang tentu ia tidak bisa melakukannya jika sang istri berpuasa atas&lt;br /&gt;pemberian izin darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Adalah&lt;br /&gt;kewajiban seorang istri untuk tidak mengizinkan seseorang, yang tidak&lt;br /&gt;diinginkan suaminya, untuk masuk ke dalam rumah tanpa izin darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Istri tidak&lt;br /&gt;boleh memberikan sesuatu yang mungkin hak milik suaminya tanpa perkenannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Seorang istri&lt;br /&gt;tidak patut meminta dari suaminya uang tambahan atau apa yang ia tidak miliki&lt;br /&gt;atau tidak mampu memberikannya, dan ia harus menunjukkan rasa terima kasih atas&lt;br /&gt;apapun yang ia berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Seorang istri&lt;br /&gt;harus mengakui bantuan apapun yang diberikan suaminya di dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Istri yang&lt;br /&gt;baik adalah ia yang taat pada perintah suaminya jika ia memintanya melakukan&lt;br /&gt;sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Pada saat&lt;br /&gt;suami pulang ke rumah, istri harus menyambutnya dengan ramah dan menemuinya&lt;br /&gt;dengan penampilan yang baik dan cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Istri harus&lt;br /&gt;berusaha untuk tidak mengabaikan kebutuhan-kebutuhan suaminya atau melalaikan&lt;br /&gt;tuntutan-tuntutannya. Semakin seorang istri memperhatikan suaminya, maka&lt;br /&gt;semakin besar pula cintanya kepadanya. Kebanyakan para suami  secara faktual,&lt;br /&gt;memandang perhatian sang istri pada mereka sebagai satu ekspresi dari cintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Seorang istri&lt;br /&gt;harus berhati-hati untuk tidak menyampaikan pada suaminya, pada saat ia pulang,&lt;br /&gt;tentang persoalan-persoalan keluarga, atau mengadu padanya tentang anak-anak,&lt;br /&gt;dan lain-lain. Sebaliknya ia harus berupaya menciptakan suasana damai yang&lt;br /&gt;justru dibutuhkan suaminya setelah melewati hari-hari yang panjang dan&lt;br /&gt;melelahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Seorang istri&lt;br /&gt;sebaiknya mendiskusikan masalah-masalah keluarga dengan suaminya pada saat-saat&lt;br /&gt;yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Bagi seorang&lt;br /&gt;istri yang menghormati kerabat dekat suaminya dan memperlakukan mereka dengan&lt;br /&gt;ramah adalah  sesungguhnya  merupakan tanda penghargaan dan hormat bagi&lt;br /&gt;suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Seringkali&lt;br /&gt;meninggalkan rumah adalah suatu kebiasaan buruk bagi perempuan. Ia juga tidak&lt;br /&gt;boleh meninggalkan rumah jika suaminya keberatan ia berbuat demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Istri tidak&lt;br /&gt;boleh bercengkrama dengan laki-laki asing tanpa mengindahkan keberatan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Istri harus&lt;br /&gt;penuh perhatian terhadap suaminya pada saat ia berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Seorang istri&lt;br /&gt;tidak berhak meminjamkan sesuatu dari harta suaminya yang bertentangan dengan&lt;br /&gt;keinginannya. Tetapi ia boleh meminjamkan hak miliknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Menuntut perceraian&lt;br /&gt;dari suami tanpa alasan yang kuat adalah dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Jika seorang&lt;br /&gt;teman suami bertanya tentang dia, ia boleh menjawabnya tetapi tanpa harus&lt;br /&gt;terlibat dalam percakapan panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Terlalu&lt;br /&gt;banyak berargumentasi dan berdebat dengan suami, menghitung-hitung kesalahan&lt;br /&gt;suami, sebenarnya hanya akan menumbuhkan kebencian dan memperburuk hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Memelihara&lt;br /&gt;rumah dan menjalankan tugas-tugas rumah tangga adalah menjadi tanggung jawab&lt;br /&gt;istri. Oleh karena itu ia harus mengerjakan tugas-tugas merawat rumah, perabot&lt;br /&gt;rumah tangga dan lain-lain dan juga harus hemat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Seorang istri&lt;br /&gt;tidak boleh memberi sedekah dari harta suaminya tanpa seizinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Berbicara&lt;br /&gt;tentang atau menceritakan pada orang lain mengenai masalah-masalah seksual&lt;br /&gt;antara suami dan istri adalah merupakan dosa menurut Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Seorang istri tidak perlu merasa takut untuk menyatakan&lt;br /&gt;cinta dan kasih sayangnya terhadap suaminya. Hal itu akan menyenangkan hatinya&lt;br /&gt;dan membuatnya lebih dekat pada keluarganya; selain itu jika ia tidak menemukan&lt;br /&gt;seorang perempuan yang menarik dan mencintainya di rumah, ia mungkin sekali&lt;br /&gt;akan terdorong untuk mencari hiburan dimana saja, di luar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Kepemimpinan dalam keluarga adalah menjadi hak suami.&lt;br /&gt;Bagi perempuan yang menuntut persamaan yang penuh dan sempurna dengan suaminya,&lt;br /&gt;akan berakibat pada adanya dua pemimpin dalam keluarga dan ini tidak dikenal&lt;br /&gt;dalam Islam. Meskipun begitu suami tidak boleh bertindak dengan cara otokratis&lt;br /&gt;dan menyalahgunakan posisinya. Ia harus memperlihatkan cinta dan kasih sayangnya&lt;br /&gt;dan memperlakukan istrinya sebagai partner hidup.&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-4677136045812468799?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/4677136045812468799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=4677136045812468799' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/4677136045812468799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/4677136045812468799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/02/adab-seorang-istri-terhadap-suami.html' title='Adab Seorang Istri terhadap Suami'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-100842563257793153</id><published>2010-01-28T19:32:00.001-08:00</published><updated>2010-01-28T19:32:29.372-08:00</updated><title type='text'>Ciri-Ciri Orang Mukmin</title><content type='html'>&lt;h2 class="gigaboxx_thread_header_subject"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;Disebutkan dalam satu riwayat bahwa pada suatu hari Nabi SAW menemui para shahabat, lalu bertanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana keadaan kalian ketika memasuki pagi hari ?” Mereka menjawab : “Kami berada dalam keadaan beriman kepada Allah.” Beliau SAW bertanya : “Apakah tanda-tanda keimana kalian ?” Mereka menjawab :&lt;br /&gt;1. “Kami bersabar terhadap musibah,&lt;br /&gt;2. bersyukur atas nikmat kelapangan,&lt;br /&gt;3. dan menerima semua ketetapan Allah.”&lt;br /&gt;Beliau SAW bersabda : “Kalau begitu, kalian benar-benar orang mukmin, demi Tuhan pemilik Ka’bah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian yang senada diungkapkan oleh seorang ahli ma’rifat :&lt;br /&gt;1. Sabar dengan tidak mengeluhkan apa pun yang dialami, seperti kesabaran manusia pada umumnya ; ini adalah sabar tingkat tabi’in.&lt;br /&gt;2. Sabar dengan menerima segala ketetapan Allah, seperti kesabaran orang yang tidak mempedulikan masalah duniawi ; ini adalah sabar tingkatan orang-orang zuhud.&lt;br /&gt;3. Sabar dalam pengertian menghadapi semua musibah dengan senang hati karena semuanya itu dari Allah belaka, seperti kesabaran orang-orang yang benar dalam imannya ; ini adalah sabar tingkatan para shidiqqin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;“Sembahlah Allah dengan senang hati. Jika kamu tidak mampu, maka hal yang terbaik bagimu adalah bersikap sabar menghadapi nasib yang tidak kamu sukai.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-100842563257793153?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/100842563257793153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=100842563257793153' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/100842563257793153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/100842563257793153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/01/ciri-ciri-orang-mukmin.html' title='Ciri-Ciri Orang Mukmin'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-8498404325301531985</id><published>2010-01-27T19:25:00.001-08:00</published><updated>2010-01-27T19:25:55.772-08:00</updated><title type='text'>Sudahkah Kita Berbakti Pada Orang Tua?</title><content type='html'>Alloh yang Maha Bijaksana telah mewajibkan setiap anak untuk berbakti kepada orang tuanya. Bahkan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua dalam Al Qur’an digandengkan dengan perintah untuk bertauhid sebagaimana firman-Nya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’” (Al Isro’: 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Penting dan Kedudukan Berbakti Pada Orang Tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu amal sholih yang mulia bahkan disebutkan berkali-kali dalam Al Quran tentang keutamaan berbakti pada orang tua. Alloh Ta’ala berfirman: “Sembahlah Alloh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak.” (An Nisa: 36). Di dalam ayat ini perintah berbakti kepada dua orang tua disandingkan dengan amal yang paling utama yaitu tauhid, maka ini menunjukkan bahwa amal ini pun sangat utama di sisi Alloh ‘Azza wa Jalla. Begitu besarnya martabat mereka dipandang dari kacamata syari’at. Nabi mengutamakan bakti mereka atas jihad fi sabilillah, Ibnu Mas’ud berkata: “Aku pernah bertanya kepada Rosululloh, ‘Amalan apakah yang paling dicintai Alloh?’ Beliau menjawab, ‘mendirikan sholat pada waktunya,’ Aku bertanya kembali, ‘Kemudian apa?’ Jawab Beliau, ‘berbakti kepada orang tua,’ lanjut Beliau. Aku bertanya lagi, ‘Kemudian?’ Beliau menjawab, ‘Jihad di jalan Alloh.’” (HR. Al Bukhori no. 5970). Demikian agungnya kedudukan berbakti pada orang tua, bahkan di atas jihad fi sabililllah, padahal jihad memiliki keutamaan yang sangat besar pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman Durhaka Kepada Orang Tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, Rosululloh menghubungkan kedurhakaan kepada kedua orang tua dengan berbuat syirik kepada Alloh. Dalam hadits Abi Bakrah, beliau bersabda: “Maukah kalian aku beritahukan dosa yang paling besar ?” para sahabat menjawab, “Tentu.” Nabi bersabda, “(Yaitu) berbuat syirik, duraka kepada kedua orang tua.” (HR. Al Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat menangis orang tua juga terhitung sebagaa perbuatan durhaka, tangisan mereka berarti terkoyaknya hati, oleh polah tingkah sang anak. Ibnu ‘Umar menegaskan: “Tangisan kedua orang tua termasuk kedurhakaan yang besar.” (HR. Bukhari, Adabul Mufrod hlm 31. Lihat Silsilah Al Ahaadits Ash Shohihah karya Al Imam Al Albani, 2.898)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh pun menegaskan dalam surat Al Isro’ bahwa perkataan “uh” atau “ah” terhadap orang tua saja dilarang apalagi yang lebih dari itu. Dalam ayat itu pula dijelaskan perintah untuk berbuat baik pada orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita ketahui bersama apa arti penting dan keutamaan berbakti pada orang tua. Kita ingat kembali, betapa sering kita membuat marah dan menangisnya orang tua? Betapa sering kita tidak melaksanakan perintahnya? Memang tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Alloh, akan tetapi bagaimana sikap kita dalam menolak itupun harus dengan cara yang baik tidak serampangan. Bersegeralah kita meminta maaf pada keduanya, ridho Alloh tergantung pada ridho kedua orangtua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-8498404325301531985?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/8498404325301531985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=8498404325301531985' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/8498404325301531985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/8498404325301531985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/01/sudahkah-kita-berbakti-pada-orang-tua.html' title='Sudahkah Kita Berbakti Pada Orang Tua?'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-2774002706244917928</id><published>2010-01-27T19:24:00.003-08:00</published><updated>2010-01-27T19:24:54.188-08:00</updated><title type='text'>Orang-Orang Yang Beruntung</title><content type='html'>"Benar-benar mendapatkan keberuntungan besar orang yang beriman. Yaitu orang yang khusyu' dalam sholat mereka . Dan orang yang berpaling dari berlebihan. Dan orang yang melaksanakan zakat.&lt;br /&gt;Dan orang yang menjaga kelamin-kelaminnya, kecuali pada isteri-isteri mereka atau budak perempuan, sesungguhnya mereka tidak tercela.&lt;br /&gt;Maka siapa yang mencari di luar itu, maka mereka itulah golongan orang memushi dirinya. Dan orang yang menjaga amanah dan janji mereka. Dan orang-orang yang menjaga sholat mereka.&lt;br /&gt;Merekalah para pewaris, yang mewarisi surga firdaus,&lt;br /&gt;mereka abadi di dalamnya.” (Al-Mu’minun: 1-1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberuntungan adalah mereka yang benar-benar beriman  dan yaqin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Disebutkan orang-orang yang khusyu', adalah orang yang hatinya hadir di hadapan Allah ketika sholat, orang yang dipenuhi kepatuhan total atas kharisma Ilahi karena munculnya cahaya keagunganNya.&lt;br /&gt;2. Mereka yang berpaling dari berlebihan, adalah mereka yang terkonsentrasi pada kesibukan jiwanya pada Allah Ta’ala. Karena selain sibuk bersama Allah, hanyalah permainan belaka.&lt;br /&gt;3. Orang yang menunaikan zakat, adalah mereka yang telah membersihkan jiwanya dari sifat-sifat manusiawi yang menghalangi peningkatan 'ubudiyah mereka kepada Allah. Merekalah yang bisa menjawab panggilan Allah dan dekat dengan kehadiran Allah Ta’ala. DariNya, BersamaNya, KepadaNya, BagiNya, bersandar kepadaNya. Itulah Taqarrub.&lt;br /&gt;4. Orang-orang yang menjaga kelaminnya dan seluruh aspek yang mendorong kenikmatannya, syahwatnya, yaitu mereka yang senantiasa menjaga hatinya untuk tidak dipengaruhi hawa nafsunya, sehingga hasratnya hanya kepada Allah Ta'ala semata.&lt;br /&gt;5. Siapa yang mencari di luar itu, maksudnya lebih cenderung pada hawa nafsunya, berarti orang itu telah menumpuh musuh dalam dirinya, yang kelak malah mendzalimi diri sendiri secara berlapis-lapis.&lt;br /&gt;6. Orang-otrang yang menjaga amanah dan janjinya, adalah mereka yang menjaga rahasia Ilahi yang penuh dengan keagungan, yang telah dititipkan oleh Allah ta'ala dalam sirr mereka, dan mereka ini adalah yang menjaga janji di alam Azali, di alam fitrah, dengan menunaikannya dan menghidupkan di alam dunia ini.&lt;br /&gt;7. Dan mereka yang menjaga sholatnya, yaitu mereka yang bermusyahadah melalui ruhnya, menjaga musyahadah itu secara langgeng, sampai meraih ma’rifatullah yang sejati.&lt;br /&gt;8. Mereka adalah para pewaris syurga ruh di puncak Kemahasucian Ilahi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-2774002706244917928?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/2774002706244917928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=2774002706244917928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/2774002706244917928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/2774002706244917928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/01/orang-orang-yang-beruntung.html' title='Orang-Orang Yang Beruntung'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-230706249075678852</id><published>2010-01-27T19:24:00.001-08:00</published><updated>2010-01-27T19:24:07.499-08:00</updated><title type='text'>BAIK SANGKA TERHADAP ALLAH S.W.T</title><content type='html'>JIKA KAMU BELUM MENCAPAI BAIK SANGKA TERHADAP ALLAH LANTARAN KESEMPURNAAN SIFAT-NYA, MAKA HENDAKLAH KAMU MEMPERBAIKI SANGKA TERHADAP WUJUD-NYA KERANA WUJUD-NYA BESERTA KAMU. BUKANKAH DIA TIDAK MELETAKKAN KAMU MELAINKAN PADA YANG BAIK-BAIK DAN TIDAK MENYAMPAIKAN KEPADA KAMU MELAINKAN NIKMAT-NIKMAT-NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menggantungkan harapan dan hajat kepada sesama makhluk kerana kurangnya pengenalan (makrifat) terhadap Allah s.w.t. Apabila kurang kenal maka kita mengadakan sangkaan-sangkaan terhadap-Nya. Sangkaan dibahagikan kepada dua iaitu sangkaan baik dan sangkaan buruk. Sangkaan baik datangnya dari iman dan sangkaan buruk datangnya dari keraguan. Corak sangkaan terhadap Allah s.w.t itulah menentukan haluan hajat dan harapan. Jika kita menyangkakan ada makhluk yang mampu menyampaikan harapan dan hajat kita maka kita bersandar kepada makhluk. Jika kita menyangkakan makhluk tidak berdaya maka kita tidak bersandar kepada makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara sangkaan ini masih lagi di bawah persoalan Iradat dan Kudrat Allah s.w.t. Sangkaan baik dibawa oleh malaikat dan sangkaan buruk dibawa oleh syaitan. Kedatangan sangkaan buruk adalah tanda rohani kita masih terikat dengan alam dunia yang diselubungi oleh cahaya syaitan. Syaitan berada di bawah bumbung langit dunia dan rohani kita juga berada di bawah bumbung yang sama, maka syaitan boleh menjadi kawan dan juru nasihat kepada hati kita. Selagi rohani kita tidak melepasi kongkongan langit dunia selagi itulah gerak hati atau lintasan yang dibawa oleh syaitan mengganggu hati kita. Tujuan latihan kerohanian ialah memberi kekuatan kepada rohani agar ia dapat naik melepasi langit dunia, lalu lepaslah ia daripada taklukan syaitan. Lintasan syaitan tidak lagi mengganggu hatinya, sebaliknya hati akan menerima lintasan malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita memahami tentang hakikat sangkaan buruk maka kita akan berusaha membuangnya agar ia tidak melekat di hati kita. Kemudian sangkaan itu digantikan dengan sangkaan baik. Bagi kita orang awam, baik sangka terhadap Allah s.w.t dibina di atas kesedaran terhadap nikmat-nikmat yang Allah s.w.t kurniakan kepada kita. Nikmat yang kita terima daripada Allah s.w.t tidak pernah putus sejak kita mula dijadikan hinggalah ke detik ini. Dalam surah al-Mu'minuun ayat-ayat 12 hingga 14 Allah s.w.t memberi gambaran yang jelas tentang kejadian manusia, supaya manusia menginsafi nikmat yang diterimanya tanpa diminta dan Allah s.w.t memberi nikmat dengan sebaik-baiknya. Maksud firman-Nya itu ialah:&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya Kami jadikan manusia dari air yang tersaring dari tanah. Kemudian Kami jadikan dia setitik mani di tempat ketetapan yang terpelihara. Kemudian mani itu Kami jadikan segumpal darah, lantas darah itu Kami jadikan seketul daging. Kemudian daging itu Kami jadikan tulang-tulang. Kemudian tulang-tulang itu Kami baluti dengan daging. Lantas Kami jadikan dia kejadian yang lain. Maha Suci Allah, sebaik-baik Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan maksud ayat-ayat di atas. Siapakah kita pada peringkat-peringkat tersebut? Apakah kita sudah ada ikhtiar dan usaha? Adakah kita sudah pandai berharap dan berhajat? Tidak, ketika itu kita tidak memiliki apa-apa dan tidak mengetahui apa-apa. Dalam keadaan yang paling lemah dan paling tidak mengerti apa-apa itu adakah Allah s.w.t membiarkan kita? Adakah lantaran kita tidak berusaha dan berikhtiar maka Dia membiarkan kita kelaparan dan kehausan? Adakah lantaran kita tidak mengajukan harapan dan hajat maka Dia tidak memperdulikan kita? Tidak, sama sekali tidak! Allah s.w.t tidak sekali-kali membiarkan hamba-hamba-Nya. Dia memberi perlindungan dan penjagaan tanpa diminta, tanpa diusahakan, tanpa diharapkan dan tanpa dihajatkan. Apakah ketika di dalam perut ibu sahaja Allah s.w.t memberikan kebaikan kepada kita dan menyekatnya apabila kita meluncur keluar kepada alam dunia ini? Tidak, bahkan nikmat kebaikan Allah s.w.t berjalan terus, cuma bezanya ketika di dalam perut ibu kita menerima tanpa kesedaran dan tanpa pengetahuan, apabila kita berada di dunia kita menerima nikmat serta kebaikan itu dengan kesedaran dan berpengetahuan. Kesedaran dan pengetahuan itu membina sangka baik kita kepada Allah s.w.t. Jika Allah s.w.t telah membuktikan Dia sanggup memberi tanpa diminta mengapa ia enggan memberi apabila harapan dan hajat ditujukan kepada-Nya? Hamba yang insaf akan yakin kepada Allah s.w.t dan dia akan bergantung kepada Allah s.w.t dengan baik sangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedaran dan pengetahuan terhadap kebaikan yang Allah s.w.t lakukan membuat seseorang hamba mengerti bahawa Allah s.w.t berbuat baik kerana Dia bersifat dengan sifat yang baik-baik. Kesan daripada sifat yang baik muncullah perbuatan yang baik. Apabila kebaikan Allah s.w.t dilihat pada sifat-Nya, aneka ragam perbuatan yang sebahagiannya mengelirukan pandangan, tidak lagi memudarkan sangkaan baik seseorang hamba terhadap Allah s.w.t. Walaupun ada perbuatan Allah s.w.t yang kelihatan menekan hamba-Nya, tetapi Allah s.w.t yang sempurna sifat –sifat-Nya, dan semua sifat-Nya adalah baik belaka, tiada sebesar zarah pun yang tidak baik, mana mungkin boleh lahir perbuatan yang tidak baik daripada-Nya. Jadi, baik sangka yang bersandar kepada sifat adalah lebih kuat daripada baik sangka yang terhenti pada perbuatan. Baik sangka yang bersandar kepada perbuatan masih menyembunyikan keraguan yang samar-samar iaitu rasa kurang senang dengan apa yang berlaku, seperti firman-Nya:&lt;br /&gt;Dan boleh jadi kamu benci  pada sesuatu padahal ia baik bagi kamu. ( Ayat 216 : Surah al-Baqarah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik sangka yang bersandarkan kepada sifat akan melahirkan tawakal dan reda yang sebenarnya, sesuai dengan maksud:&lt;br /&gt;Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani.&lt;br /&gt;Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam. Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani. Yang Menguasai pemerintahan hari Pembalasan (hari Akhirat). Engkaulah sahaja (Ya Allah) yang kami sembah, dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan. ( Ayat 1 – 4 : Surah al-Faatihah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah s.w.t sahaja memiliki sifat ketuhanan yang menguasai dan mentadbir seluruh alam. Sifat ketuhanan-Nya tidak berpisah dari sifat Pemurah dan Penyayang. Apa juga yang Dia lakukan kepada alam dan isi alam adalah dengan kasih sayang dan kasihan belas. Tidak ada kezaliman dan kejahatan pada perbuatan-Nya. Dia mampu menaburkan ke seluruh alam akan kasih sayang dan kasihan belas-Nya kerana Dia memiliki hari Agama, iaitu semua kehidupan, dunia, Alam Barzakh, akhirat, yang diketahui oleh makhluk, yang tidak diketahui oleh makhluk, semua khazanah dan segala-galanya adalah milik-Nya yang mutlak, tidak berkongsi dengan sesiapa pun. Lantaran itu hanya Dia yang disembah dan hanya kepada-Nya diajukan permintaan dan harapan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-230706249075678852?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/230706249075678852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=230706249075678852' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/230706249075678852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/230706249075678852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/01/baik-sangka-terhadap-allah-swt.html' title='BAIK SANGKA TERHADAP ALLAH S.W.T'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-7679491303450618110</id><published>2010-01-17T12:08:00.000-08:00</published><updated>2010-01-17T12:08:03.479-08:00</updated><title type='text'>Bukti Ilmiyah Terbelahnya Bulan</title><content type='html'>Kisah ini diceritakan oleh Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar (pakar Geologi Muslim) tentang pengalaman seorang pemimpin Al-Hizb al-Islamy Inggris yang masuk Islam karena takjub dengan kebenaran terbelahnya bulan.&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)".&lt;br /&gt;Apakah kalian akan membenarkan kisah dari ayat Al-Quran ini yang menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris?&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah kisahnya:&lt;br /&gt;Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?&lt;br /&gt;Maka, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut: Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari al-Quran. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi, "Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah", mengandung mukjizat secara ilmiah?"&lt;br /&gt;Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad SAW. sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana Nabi-nabi sebelumnya.&lt;br /&gt;Mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu.&lt;br /&gt;Akan tetapi, hal itu memang benar termaktub di dalam al-Quran dan sunnah-sunnah Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;Allah Ta’alaa memang benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu. Maka, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan.. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Makkah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok) ?"&lt;br /&gt;Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belah bulan". Maka, Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu, Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka, Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya. Maka, serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!" Akan tetapi, para ahli mengatakan bahwa sihir memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya, akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Maka, mereka pun menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Lalu, orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Makkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan.&lt;br /&gt;Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Makkah, orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?" Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali…".&lt;br /&gt;Akhirnya, sebagian mereka pun beriman sedangkan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: Sungguh, telah dekat hari qiamat dan telah terbelah bulan. Ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap …. (sampai akhir surat Al-Qamar).&lt;br /&gt;Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb al-Islamy Inggris.&lt;br /&gt;Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan? " Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati." Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemahan al-Quran yang mulia. Aku pun berterima kasih kepadanya dan membawa terjemah itu pulang ke rumah. Ketika aku membuka-buka terjemahan al-Quran itu di rumah, surat yang pertama aku buka ternyata al-Qamar. Dan aku pun membacanya: "Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah… ".&lt;br /&gt;Aku pun bergumam: "Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Maka, aku pun menghentikan pembacaan ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, Allah Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.&lt;br /&gt;Suatu hari aku pun duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi di antara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, " Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna". Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, "Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, tetapi justru dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.&lt;br /&gt;Dan, di antara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakinya di bulan, di mana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?"&lt;br /&gt;Mereka pun menjawab, "Tidak, !!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun..&lt;br /&gt;Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya? Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!! Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Lalu, kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah kemudian bersatu kembali".&lt;br /&gt;Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad Saw. 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah …..&lt;br /&gt;Maka, aku pun berguman, "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf al-Quran dan aku baca surat Al-Qamar, dan … saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.&lt;br /&gt;Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana – Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;Billahit taufiq wal hidayah&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr.wb.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-7679491303450618110?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/7679491303450618110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=7679491303450618110' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/7679491303450618110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/7679491303450618110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/01/bukti-ilmiyah-terbelahnya-bulan.html' title='Bukti Ilmiyah Terbelahnya Bulan'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-5387515951848411327</id><published>2010-01-17T12:04:00.001-08:00</published><updated>2010-01-17T12:04:22.038-08:00</updated><title type='text'>TANDA MATINYA HATI</title><content type='html'>SEBAHAGIAN DARIPADA TANDA MATINYA HATI IALAH APABILA TIDAK BERASA SEDIH JIKA TERLEPAS SESUATU AMAL KEBAIKAN DARIPADANYA DAN TIDAK MENYESAL JIKA TERJADI PERBUATAN YANG TIDAK BAIK OLEHNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah dinasihatkan supaya jangan meninggalkan zikir walaupun tidak hadhir hati ketika berzikir. Begitu juga dengan ibadat dan amal kebaikan. Janganlah meninggalkan ibadat lantaran hati tidak khusyuk ketika beribadat dan jangan meninggalkan amal kebaikan lantaran hati belum ikhlas dalam melakukannya. Khusyuk dan ikhlas adalah sifat hati yang sempurna. Zikir, ibadat dan amal kebaikan adalah cara-cara untuk membentuk hati agar menjadi sempurna. Hati yang belum mencapai tahap kesempurnaan dikatakan hati itu berpenyakit. Jika penyakit itu dibiarkan, tidak diambil langkah mengubatinya, pada satu masa, hati itu mungkin boleh mati. Mati hati berbeza daripada mati tubuh badan. Orang yang mati tubuh badan ditanam di dalam tanah. Orang yang mati hatinya, tubuh badannya masih sihat dan dia masih berjalan ke sama ke mari di atas muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita renungi kembali kepada diri zahir manusia, kita akan dapat menyusunnya sebagai tubuh, nyawa, naluri-naluri dan akal fikiran. Bila dibandingkan dengan haiwan, kita akan mendapati susunan haiwan seperti susunan manusia juga.. Haiwan mempunyai tubuh badan, nyawa dan naluri-naluri. Bezanya adalah haiwan tidak mempunyai akal fikiran. Oleh sebab manusia memiliki akal fikiran maka manusia boleh diistilahkan sebagai haiwan yang cerdik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haiwan yang cerdik (manusia), dipanggil nafsu natiqah menurut istilah tasauf . Pemilikan akal tidak mengubah manusia dari status kehaiwanan. Jika ada haiwan berbangsa monyet, harimau, kuda dan lain-lain, maka ada haiwan berbangsa manusia. Haiwan berbangsa manusia menjadi raja memerintah semua haiwan yang lain. Akal fikiran yang ada pada mereka membuat mereka boleh membentuk kehidupan yang lebih sempurna dari haiwan lain yang tidak berakal. Akal fikiran juga mampu membuat haiwan bangsa manusia menawan daratan, lautan dan udara. Walaupun mereka berjaya menawan daratan dengan kenderaan mereka namun, itu tidak membezakan mereka daripada kuda dan haiwan lain yang mampu juga menawan daratan. Walaupun mereka berjaya menawan lautan namun, itu tidak membezakan mereka daripada haiwan ikan yang juga menggunakan lautan. Walaupun mereka berjaya menawan udara namun, itu tidak membezakan mereka daripada haiwan burung yang juga menggunakan udara. Kemampuan yang ditunjukkan oleh akal fikiran tidak mengubah status haiwan yang ada pada manusia. Apakah yang menjadikan manusia sebagai insan, bukan haiwan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia menjadi istimewa kerana memiliki hati rohani. Hati mempunyai nilai yang mulia yang tidak dimiliki oleh akal fikiran. Semua anggota dan akal fikiran menghala kepada alam benda sementara hati rohani menghala kepada Pencipta alam benda. Hati mempunyai persediaan untuk beriman kepada Tuhan. Hati yang menghubungkan manusia dengan Pencipta. Hubungan dengan Pencipta memisahkan manusia daripada daerah haiwan dan mengangkat darjat mereka menjadi makhluk yang mulia. Hati yang cergas, sihat dan dalam keasliannya yang murni, berhubung erat dengan Tuhannya. Hati itu menyuluh akal fikiran agar akal fikiran dapat berfikir tentang Tuhan dan kejadian Tuhan. Hati itu menyuluh juga kepada anggota tubuh badan agar mereka tunduk kepada perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya. Hati yang berjaya menaklukkan akal fikiran dan anggota tubuh badannya serta mengarahkan mereka berbuat taat kepada Allah s.w.t adalah hati yang sihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang sihat melahirkan takwa, iaitu pengabdian kepada Allah s.w.t. Takwalah yang membezakan kedudukan seseorang hamba pada sisi Tuhan. Semakin tinggi darjat ketakwaan semakin hampir seorang hamba dengan Tuhannya. Semakin rendah darjat takwa semakin hampir seseorang dengan daerah kehaiwanan. Jika takwa tidak ada jadilah manusia itu haiwan yang pandai berfikir dan berkata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haiwan yang pandai berfikir inilah yang dikatakan manusia yang mati hatinya. Dia tidak dapat menggerakkan fikiran dan anggotanya menuju kepada Allah s.w.t. Bahagian yang menghala kepada Pencipta tidak berfungsi, hanya bahagian yang menghala kepada alam benda merupakan bahagian yang aktif. Manusia yang mati hatinya atau manusia yang berbangsa haiwan ini tidak berasa sedih jika terlepas peluang baginya untuk melakukan amalan yang mendekatkan diri dengan Tuhan dan dia tidak berasa kesal jika dia berbuat dosa dan maksiat yang menjauhkan dirinya daripada Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian hati tidak dapat dikenal jika seseorang itu mengambil daya nilai keduniaan sebagai piawaian. Ramai orang yang menurut pengertian tasauf sudah mati hatinya tetapi mereka mencapai berbagai-bagai kecemerlangan dalam kehidupan dunia. Mereka menjadi pemimpin kepada orang ramai. Mereka menciptakan berbagai-bagai benda keperluan manusia. Mereka berjaya mendaki Gunung Everest. Mereka memegang bermacam-macam rekod kejohanan. Mereka menguasai kekayaan dan berbagai-bagai lagi kejayaan dan kecemerlangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa juga kejayaan dan kecemerlangan yang diperolehi hendaklah diletakkan di atas neraca akhirat. Jika kejayaan dan kecemerlangan itu mampu menambahkan berat dacing kebaikan, maka kejayaan dan kecemerlangan itu adalah benar. Jika tidak ia hanyalah fatamorgana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-5387515951848411327?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/5387515951848411327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=5387515951848411327' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/5387515951848411327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/5387515951848411327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/01/tanda-matinya-hati.html' title='TANDA MATINYA HATI'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-8968511109596145782</id><published>2010-01-12T18:58:00.001-08:00</published><updated>2010-01-12T18:58:42.742-08:00</updated><title type='text'>Firman Allah SWT.</title><content type='html'>Allah s.w.t. berfirman "Barangsiapa yang membuat perbuatan baik sebesar atom akan dilihat-Nya, Dan barangsiapa yang membuat perbuatan jahat sebesar atom akan dilihat-Nya juga" (Surah Az-Zalzalah:7-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah s.w.t. berfirman "Walai manusia, sesungguhnya engkau mesti bekerja keras dengan bersungguh-sungguh menuju kepada Tuhanmu yang akan engkau menemui-Nya" (Surah Al-Insyiqaq:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah s.w.t. berfirman "Jika kamu bertelingkah pendapat pada sesuatu, maka kembalilah dia kepada Allah dan Rasul, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat, kerana itulah yang lebih baik, dan lebih bagus kesudahannya" (Surah An-Nisa:59)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-8968511109596145782?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/8968511109596145782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=8968511109596145782' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/8968511109596145782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/8968511109596145782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/01/firman-allah-swt.html' title='Firman Allah SWT.'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-3505445125643023393</id><published>2010-01-12T18:56:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T18:56:16.832-08:00</updated><title type='text'>Allah ada tanpa tempat الله موجود بلا مكان</title><content type='html'>&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=61402152396"&gt;Al-Hafizh Al Musnid Al-Mufassir Al Habib Umar Bin Hafidz&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم على سيدنا محمد طه الأمين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يقول الله تعالى في القرءان الكريم : قل الله خالق كل شيء &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;و قال تعالى : ليس كمثله شيء  وهو السميع البصير &lt;br /&gt;صدق الله العظيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;و قال عليه الصلاة و السلام &lt;br /&gt;كان الله و لم يكن شيء غيره . رواه البخاري &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله تعالى (خالق كل شيء) , فلا يحتاج إلى شيء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله خلق المكان &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كان (قبل المكان) , بلا مكان&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;المكان شيء غير الله  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الرسول صلى الله عليه و سلم يقول : كان الله و لم يكن شيء غيره&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;و المكان شيء غيره &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;و المكان ليس صفة لله , بل هو مخلوق لله عز وجل&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;و بعد أن خلق المكان , لا يزال موجودا بلا مكان &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لأنه (لا يتغير) من حال إلى حال &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله خلق السماوات و العرش &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كان (قبل السماوات و العرش) بلا سماوات و لا عرش &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;و بعد أن خلق السماوات و العرش , لا يزال موجودا بلا سماوات و لا عرش  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لأنه لا يتغير&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الله خلق جهة فوق و تحت و الجهات كلها و العالم العلوي و السفلي و ما فيهم &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كان (قبل الجهات و الأماكن كلها) , بدونها &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;و بعد أن خلقها , لا يحل فيها لأنه : لا يتغير &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سبحان الذي يغير , و لا يتغير &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;موجود بلا كيف و لا مكان و لا جهة &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لأنه (ليس جسما كثيفا) كالإنسان  و الشجر و الحجر , فهؤلاء (لهم أمكنة) تحويهم &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;و (ليس جسما لطيفا) كالضوء  و الروح  و الريح , فهؤلاء أيضا (لهم أمكنة) تحويهم &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هو (النور) بمعنى (الهادي)  و ليس بمعنى الضوء , كما قال ابن عباس رضي الله عنه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بل هو خالق الضوء  و الشعاع  و الظلام  و الروح  و الريح  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال تعالى : (و جعل الظلمات و النور) . أي : خلق الظلمات و خلق النور &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;و قال تعالى : و يسألونك عن الروح قل الروح من أمر ربي &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سبحانه و تعالى  , عز و جل و تقدس , و تنزه عن الشكل و الهيئة و الصورة و الأعضاء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هو خالقها (كان قبلها) فلا يتصف بها , بل جعلها ربي من صفات خلقه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا يشبه شيئا من خلقه , و لا يشبهه شيء , تبارك و تعالى &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لايحل فيه شيء , و لا ينحل منه شيء , و لا يحل هو في شيء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لأنه ليس كمثله شيء , لم يلد و لم يولد , و لم يكن له كفوا أحد&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مهما تصورت ببالك , فالله بخلاف ذلك . أي : لا يشبه ذلك&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال الله تعالى  : فلا تضربوا لله الأمثال &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;و الحمد لله رب العالمين&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-3505445125643023393?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/3505445125643023393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=3505445125643023393' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/3505445125643023393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/3505445125643023393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/01/allah-ada-tanpa-tempat.html' title='Allah ada tanpa tempat الله موجود بلا مكان'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-1120199913665613106</id><published>2010-01-12T18:53:00.001-08:00</published><updated>2010-01-12T18:53:38.212-08:00</updated><title type='text'>Cerita Karomah Habib Munzir Al Musawwa</title><content type='html'>Cerita dari jamaah Majelis Rasulullah tentang Karomah Habib Munzir Al Musawwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel dibawah ini awalnya, dari web pembaca blog saya. Kemudian si pemilik web, mas yogo saptono memberikan sumber aslinya dari milist MajelisRasulullah majelisrasulullah@yahoogroups.com. Artikel dibawah ini merupakan postingan dalam milist tersebut yang dikirim oleh pemudasuci@yahoo.com. Beberapa bagian saya potong untuk mempermudah pembacaan. Selanjutnya tulisan dibawah ini merupakan isi postingan dimilist tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada orang yg iseng bertanya padanya : wahai habib, bukankah Rasul saw juga punya rumah walau sederhana??, beliau tertegun dan menangis, beliau berkata : iya betul, tapikan Rasul saw juga tidak beli tanah, beliau diberi tanah oleh kaum anshar, lalu bersama sama membangun rumah.., saya takut dipertanyakan Allah kalau ada orang muslim yg masih berumahkan koran di pinggir jalan dan di gusur gusur, sedangkan bumi menyaksikan saya tenang tenang dirumah saya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah ada seorang wali besar di Tarim, guru dari Guru Mulia Almusnid alhabib Umar bin Hafidh, namanya Hb Abdulqadir Almasyhur, ketika hb munzir datang menjumpainya, maka habib itu yg sudah tua renta langsung menangis.. dan berkata : WAHAI MUHAMMAD…! (saw), maka Hb Munzir berkata : saya Munzir, nama saya bukan Muhammad.., maka habib itu berkata : ENGKAU MUHAMMAD SAW..!, ENGKAU MUHAMMAD.. SAW!, maka hb Munzir diam… lalu ketika ALhabib Umar bin Hafidh datang maka segera alhabib Abdulqadir almasyhur berkata : wahai umar, inilah Maula Jawa (Tuan Penguasa Pulau Jawa), maka Alhabib Umar bin Hafidh hanya senyam senyum.. (kalo ga percaya boleh tanya pada alumni pertama DM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat kemanapun beliau pergi pasti disambut tangis ummat dan cinta, bahkan sampai ke pedalaman irian, ongkos sendiri, masuk ke daerah yg sudah ratusan tahun belum dijamah para da’i, ratusan orang yg sudah masuk islam ditangannya, banyak orang bermimpi Rasul saw selalu hadir di majelisnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahkan ada orang wanita dari australia yg selalu mimpi Rasul saw, ia sudah bai’at dengan banyak thariqah, dan 10 tahun ia tak lagi bisa melihat Rasul saw entah kenapa, namun ketika ia hadir di Majelis Hb Munzir di masjid almunawar, ia bisa melihat lagi Rasulullah saw..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka berkata orang itu, sungguh habib yg satu ini adalah syeikh Futuh ku, dia membuka hijabku tanpa ia mengenalku, dia benar benar dicintai oleh Rasul saw, kabar itu disampaikan pada hb munzir, dan beliau hanya menunduk malu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beliau itu masyhur dalam dakwah syariah, namun mastur (menyembunyikan diri) dalam keluasan haqiqah dan makrifahnya. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan orang yg sembarangan mengobral mimpi dan perjumpaan gaibnya ke khalayak umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika orang ramai minta agar Hb Umar maulakhela didoakan karena sakit, maka beliau tenagn tenang saja, dan berkata : Hb Nofel bin Jindan yg akan wafat, dan Hb Umar Maulakhela masih panjang usianya.. benar saja, keesokan harinya Hb Nofel bin Jindan wafat, dan Hb Umar maulakhela sembuh dan keluar dari opname.., itu beberapa tahun yg lalu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika Hb Anis Alhabsyi solo sakit keras dan dalam keadaan kritis, orang orang mendesak hb munzir untuk menyambangi dan mendoakan Hb Anis, maka beliau berkata pd orang orang dekatnya, hb anis akan sembuh dan keluar dari opname, Insya Allah kira kira masih sebulan lagi usia beliau,..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;betul saja, Hb Anis sembuh, dan sebulan kemudian wafat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika gunung papandayan bergolak dan sudah dinaikkan posisinya dari siaga 1 menjadi “awas”, maka Hb Munzir dg santai berangkat kesana, sampai ke ujung kawah, berdoa, dan melemparkan jubahnya ke kawah, kawah itu reda hingga kini dan kejadian itu adalah 7 tahun yg lalu (VCD nya disimpan di markas dan dilarang disebarkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikian pula ketika beliau masuk ke wilayah Beji Depok, yg terkenal dg sihir dan dukun dukun jahatnya., maka selesai acara hb munzir malam itu, keesokan harinya seorang dukun mendatangi panitya, ia berkata : saya ingin jumpa dg tuan guru yg semalam buat maulid disini..!, semua masyarakat kaget, karena dia dukun jahat dan tak pernah shalat dan tak mau dekat dg ulama dan sangat ditakuti, ketika ditanya kenapa??, ia berkata : saya mempunyai 4 Jin khodam, semalam mereka lenyap., lalu subuh tadi saya lihat mereka (Jin jin khodam itu) sudah pakai baju putih dan sorban, dan sudah masuk islam, ketika kutanya kenapa kalian masuk islam, dan jadi begini??, maka jin jin ku berkata : apakah juragan tidak tahu?, semalam ada Kanjeng Rasulullah saw hadir di acara Hb Munzir, kami masuk islam..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kejadian serupa di Beji Depok seorang dukun yg mempunyai dua ekor macan jadi jadian yg menjaga rumahnya, malam itu Macan jejadiannya hilang, ia mencarinya, ia menemukan kedua macan jadi2an itu sedang duduk bersimpuh didepan pintu masjid mendengarkan ceramah hb munzir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikian pula ketika berapa muridnya berangkat ke Kuningan Cirebon, daerah yg terkenal ahli santet dan jago jago sihirnya, maka hb munzir menepuk bahu muridnya dan berkata : MA’ANNABIY.. !, berangkatlah, Rasul saw bersama kalian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka saat mereka membaca maulid, tiba tiba terjadi angin ribut yg mengguncang rumah itu dg dahsyat, lalu mereka mnta kepada Allah perlindungan, dan teringat hb munzir dalam hatinya, tiba tiba angin ribut reda, dan mereka semua mencium minyak wangi hb munzir yg seakan lewat dihadapan mereka, dan terdengarlah ledakan bola bola api diluar rumah yg tak bisa masuk kerumah itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika mereka pulang mereka cerita pd hb munzir, beliau hanya senyum dan menunduk malu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikian pula pedande pndande Bali, ketika Hb Munzir kunjung ke Bali, maka berkata muslimin disana, habib, semua hotel penuh, kami tempatkan hb ditempat yg dekat dengan kediaman Raja Leak (raja dukun leak) di Bali, maka hb munzir senyum senyum saja, keesokan harinya Raja Leak itu berkata : saya mencium wangi Raja dari pulau Jawa ada disekitar sini semalam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maaf kalo gue ceplas ceplos, cuma gue lebih senang guru yg mengajar syariah namun tawadhu, tidak sesohor, sebagaimana Rasul saw yg hakikatnya sangat berkuasa di alam, namun membiarkan musuh musuhnya mencaci dan menghinanya, beliau tidak membuat mereka terpendam dibumi atau ditindih gunung, bahkan mendoakan mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikian pula ketika hb munzir dicaci maki dg sebutan Munzir ghulam ahmad..!, karena ia tidak mau ikut demo anti ahmadiyah, beliau tetap senyum dan bersabar, beliau memilih jalan damai dan membenahi ummat dg kedamaian daripada kekerasan, dan beliau sudah memaafkan pencaci itu sebelum orang itu minta maaf padanya, bahkan menginstruksikan agar jamaahnya jangan ada yg mengganggu pencaci itu,&lt;br /&gt;kemarin beberapa minggu yg lalu di acara almakmur tebet hb munzir malah duduk berdampingan dg si pencaci itu, ia tetap ramah dan sesekali bercanda dg Da’i yg mencacinya sebagai murtad dan pengikut ahmadiyah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Mailing list Majelis Rasulullah pemudasuci@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-1120199913665613106?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/1120199913665613106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=1120199913665613106' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/1120199913665613106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/1120199913665613106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/01/cerita-karomah-habib-munzir-al-musawwa.html' title='Cerita Karomah Habib Munzir Al Musawwa'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-174390376259447351</id><published>2010-01-12T18:51:00.001-08:00</published><updated>2010-01-12T18:51:39.482-08:00</updated><title type='text'>Jangan berfikir dirimu lebih Sholeh</title><content type='html'>&lt;div class="GBThreadMessageRow_Info"&gt;       &lt;span bindpoint="authorLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_AuthorLink_Wrapper"&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span bindpoint="branchLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_BranchLink"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/gigaboxx/dialog/MessageComposer.php?thread=1186973589772&amp;amp;msg_id=0&amp;amp;id=1678364638" rel="dialog-post"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;span bindpoint="reportLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_ReportLink"&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="GBThreadMessageRow_Body_Content"&gt;         Dua orang laki-laki bersaudara . Mereka sudah yatim piatu sejak remaja.Keduanya bekerja pada sebuah pabrik kecap .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hidup rukun , dan sama-sama tekun belajar agama. Mereka berusaha mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk datang ke tempat pengajian, Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah Sang Ustadz. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika sang kakak berdo'a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, dia jabatannya naim dia menjadi kepercayaan sang direktur.Dan tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki.Dia mendapatkan bonus karena omzet perusahaannya naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sang kakak berdo'a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo'a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do'anya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo'a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo'a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, " Dik, sesungguh ketidak mampuan kita menghapal quran, hadits dan bacaan doa. bisa jadi karena hati kita kurang bersih.. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang adik Mengangguk, hatinya terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do'anya tak pernah terkabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do'a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do'a untuk guru mereka, do'a selamat dan ada kalimah di akhir do'anya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu,&lt;br /&gt;Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do'a kakak ku,&lt;br /&gt;Jadikan Kakakku selalu dalam lindungan dan cinta-Mu,&lt;br /&gt;Bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku&lt;br /&gt;didunia dan akhirat.,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya.Dia telah salah menilai adiknya. Tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo'a untuk memenuhi nafsu duniawinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan, kemiskinan, kebaikan, keburukan dan setiap musibah yang menimpa manusia merupakan ujian dari Allah swt. yang diberikan kepada hambanya. Itu bukan ukuran kemuliaan atau kehinaan seseorang. Janganlah bangga karena kekayaan dan jangalah putus asa karena kemiskinan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.”(QS, al-Hujurat [49]: 13) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-174390376259447351?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/174390376259447351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=174390376259447351' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/174390376259447351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/174390376259447351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/01/jangan-berfikir-dirimu-lebih-sholeh.html' title='Jangan berfikir dirimu lebih Sholeh'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-7166808789171512339</id><published>2010-01-12T18:50:00.001-08:00</published><updated>2010-01-12T18:50:42.181-08:00</updated><title type='text'>40 Tahun Berbuat Dosa</title><content type='html'>Dalam sebuah riwayat dijelaskan, bahwa pada zaman Nabi Musa as, kaum bani Israil pernah ditimpa musim kemarau panjang, lalu mereka berkumpul menemui Nabi Musa as dan berkata: "Wahai Kalamullah, tolonglah doakan kami kepada Tuhanmu supaya Dia berkenan menurunkan hujan untuk kami!"&lt;br /&gt;Kemudian berdirilah Nabi Musa as bersama kaumnya dan mereka bersama-sama berangkat menuju ke tanah lapang. Dalam suatu pendapat dikatakan bahwa jumlah mereka pada waktu itu lebih kurang tujuh puluh ribu orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka sampai ke tempat yang dituju, maka Nabi Musa as mulai berdoa. Diantara isi doanya itu ialah: "Tuhanku, siramlah kami dengan air hujan-Mu, taburkanlah kepada kami rahmat-Mu dan kasihanilah kami terutama bagi anak-anak kecil yang masih menyusu, hewan ternak yang memerlukan rumput dan orang-orang tua yang sudah bongkok. Sebagaimana yang kami saksikan pada saat ini, langit sangat cerah dan matahari semakin panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku, jika seandainya Engkau tidak lagi menganggap kedudukanku sebagai Nabi-Mu, maka aku mengharapkan keberkatan Nabi yang ummi yaitu Muhammad SAW yang akan Engkau utus untuk Nabi akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Nabi Musa as Allah menurunkan wahyu-Nya yang isinya: "Aku tidak pernah merendahkan kedudukanmu di sisi-Ku, sesungguhnya di sisi-Ku kamu mempunyai kedudukan yang tinggi. Akan tetapi bersama denganmu ini ada orang yang secara terang-terangan melakukan perbuatan maksiat selama empat puluh tahun. Engkau boleh memanggilnya supaya ia keluar dari kumpulan orang-orang yang hadir di tempat ini! Orang itulah sebagai penyebab terhalangnya turun hujan untuk kamu semuanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa kembali berkata: "Wahai Tuhanku, aku adalah hamba-Mu yang lemah, suaraku juga lemah, apakah mungkin suaraku ini akan dapat didengarnya, sedangkan jumlah mereka lebih dari tujuh puluh ribu orang?" Allah berfirman: "Wahai Musa, kamulah yang memanggil dan Aku-lah yang akan menyampaikannya kepada mereka!."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuruti apa yang diperintahkan oleh Allah, maka Nabi Musa as segera berdiri dan berseru kepada kaumnya: "Wahai seorang hamba yang durhaka yang secara terang-terangan melakukannya bahkan lamanya sebanyak empat puluh tahun, keluarlah kamu dari rombongan kami ini, karena kamulah, hujan tidak diturunkan oleh Allah kepada kami semuanya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar seruan dari Nabi Musa as itu, maka orang yang durhaka itu berdiri sambil melihat kekanan kekiri. Akan tetapi, dia tidak melihat seorangpun yang keluar dari rombongan itu. Dengan demikian tahulah dia bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi Musa as itu adalah dirinya sendiri. Di dalam hatinya berkata: "Jika aku keluar dari rombongan ini, niscaya akan terbukalah segala kejahatan yang telah aku lakukan selama ini terhadap kaum bani Israil, akan tetapi bila aku tetap bertahan untuk tetap duduk bersama mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan oleh Allah SWT."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkata demikian dalam hatinya, lelaki itu lalu menyembunyikan kepalanya di sebalik bajunya dan menyesali segala perbuatan yang telah dilakukannya sambil berdoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah durhaka kepada-Mu selama lebih empat puluh tahun, walaupun demikian Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku dan sekarang aku datang kepada-Mu dengan ketaatan maka terimalah taubatku ini."&lt;br /&gt;Beberapa saat selepas itu, kelihatanlah awan yang bergumpalan di langit, seiring dengan itu hujanpun turun dengan lebatnya bagaikan ditumpahkan dari atas langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keadaan demikian maka Nabi Musa as berkata: "Tuhanku, mengapa Engkau memberikan hujan kepada kami, bukankah di antara kami tidak ada seorangpun yang keluar serta mengakui akan dosa yang dilakukannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Wahai Musa, aku menurunkan hujan ini juga di sebabkan oleh orang yang dahulunya sebagai sebab Aku tidak menurunkan hujan kepada kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa berkata: "Tuhanku, lihatkanlah kepadaku siapa sebenarnya hamba-Mu yang taat itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Wahai Musa, dulu ketika dia durhaka kepada-Ku, Aku tidak pernah membuka aibnya. Apakah sekarang. Aku akan membuka aibnya itu ketika dia telah taat kepada-Ku? Wahai Musa, sesungguhnya Aku sangat benci kepada orang yang suka mengadu. Apakah sekarang Aku harus menjadi pengadu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari buku: "1001 Keinsafan "Kisah-kisah Insan Bertaubat. Oleh: Kasmuri Selamat M A)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-7166808789171512339?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/7166808789171512339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=7166808789171512339' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/7166808789171512339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/7166808789171512339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/01/40-tahun-berbuat-dosa.html' title='40 Tahun Berbuat Dosa'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-9084185876876632126</id><published>2010-01-12T18:48:00.001-08:00</published><updated>2010-01-12T18:48:13.472-08:00</updated><title type='text'>Kisah Si Pemalas &amp; Abu Hanifah</title><content type='html'>Suatu hari ketika Imam Abu Hanifah sedang berjalan-jalan melalui sebuah rumah yang jendelanya masih terbuka, terdengar oleh beliau suara orang yang mengeluh dan menangis tersedu-sedu. Keluhannya mengandungi kata-kata, "Aduhai, alangkah malangnya nasibku ini, agaknya tiada seorang pun yang lebih malang dari nasibku yang celaka ini. Sejak dari pagi lagi belum datang sesuap nasi atau makanan pun di kerongkongku sehingga seluruh badanku menjadi lemah longlai. Oh, manakah hati yang belas ikhsan yang sudi memberi curahan air walaupun setitik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar keluhan itu, Abu Hanifah berasa kasihan lalu beliau pun balik ke rumahnya dan mengambil bungkusan hendak diberikan kepada orang itu. Sebaik sahaja dia sampai ke rumah orang itu, dia terus melemparkan bungkusan yang berisi wang kepada si malang tadi lalu meneruskan perjalanannya. Dalam pada itu, si malang berasa terkejut setelah mendapati sebuah bungkusan yang tidak diketahui dari mana datangnya, lantas beliau tergesa-gesa membukanya. Setelah dibuka, nyatalah bungkusan itu berisi wang dan secebis kertas yang bertulis, " Hai manusia, sungguh tidak wajar kamu mengeluh sedemikian itu, kamu tidak pernah atau perlu mengeluh diperuntungkan nasibmu. Ingatlah kepada kemurahan Allah s.w.t. dan cubalah bermohon kepada-Nya dengan bersungguh-sungguh. Jangan suka berputus asa, hai kawan, tetapi berusahalah terus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada keesokan harinya, Imam Abu Hanifah melalui lagi rumah itu dan suara keluhan itu kedengaran lagi, "Ya Allah Tuhan Yang Maha Belas Kasihan dan Pemurah, sudilah kiranya memberikan bungkusan lain seperti kelmarin, sekadar untuk menyenangkan hidupku yang melarat ini. Sungguh jika Tuhan tidak beri, akan lebih sengsaralah hidupku, wahai untung nasibku." Mendengar keluhan itu lagi, maka Abu Hanifah pun lalu melemparkan lagi bungkusan berisi wang dan secebis kertas dari luar jendela itu, lalu dia pun meneruskan perjalanannya. Orang itu terlalu riang sebaik sahaja mendapat bungkusan itu. Lantas terus membukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dahulu juga, di dalam bungkusan itu tetap ada cebisan kertas lalu dibacanya, "Hai kawan, bukan begitu cara bermohon, bukan demikian cara berikhtiar dan berusaha. Perbuatan demikian 'malas' namanya. Putus asa kepada kebenaran dan kekuasaan Allah s.w.t.. Sungguh tidak redha Tuhan melihat orang pemalas dan putus asa, enggan bekerja untuk keselamatan dirinya. Jangan….jangan berbuat demikian. Hendak senang mesti suka pada bekerja dan berusaha kerana kesenangan itu tidak mungkin datang sendiri tanpa dicari atau diusahakan. Orang hidup tidak perlu atau disuruh duduk diam tetapi harus bekerja dan berusaha. Allah s.w.t. tidak akan perkenankan permohonan orang yang malas bekerja. Allah s.w.t. tidak akan mengkabulkan doa orang yang berputus asa. Sebab itu, carilah pekerjaan yang halal untuk kesenangan dirimu. Berikhtiarlah sedapat mungkin dengan pertolongan Allah s.w.t.. Insya Allah, akan dapat juga pekerjaan itu selama kamu tidak berputus asa. Nah…carilah segera pekerjaan, saya doakan lekas berjaya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik sahaja dia selesai membaca surat itu, dia termenung, dia insaf dan sedar akan kemalasannya yang selama ini dia tidak suka berikhtiar dan berusaha. Pada keesokan harinya, dia pun keluar dari rumahnya untuk mencari pekerjaan. Sejak dari hari itu, sikapnya pun berubah mengikut peraturan-peraturan hidup (Sunnah Tuhan) dan tidak lagi melupai nasihat orang yang memberikan nasihat itu. Dalam Islam tiada istilah pengangguran, istilah ini hanya digunakan oleh orang yang berakal sempit. Islam mengajar kita untuk maju ke hadapan dan bukan mengajar kita tersadai di tepi jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(SELESAI)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-9084185876876632126?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/9084185876876632126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=9084185876876632126' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/9084185876876632126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/9084185876876632126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/01/kisah-si-pemalas-abu-hanifah.html' title='Kisah Si Pemalas &amp; Abu Hanifah'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-2480079986445671888</id><published>2010-01-12T18:45:00.001-08:00</published><updated>2010-01-12T18:45:37.450-08:00</updated><title type='text'>Antara Sabar dan Mengeluh</title><content type='html'>&lt;div class="GBThreadMessageRow_Info"&gt;       &lt;span bindpoint="authorLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_AuthorLink_Wrapper"&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span bindpoint="branchLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_BranchLink"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/gigaboxx/dialog/MessageComposer.php?thread=1063215237268&amp;amp;msg_id=0&amp;amp;id=1678364638" rel="dialog-post"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;span bindpoint="reportLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_ReportLink"&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="GBThreadMessageRow_Body_Content"&gt; Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.&lt;br /&gt;"Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih hati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, "Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hassan bertanya, "Bagaimana hal yang merisaukanmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu menjawab, "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu disuruh adiknya baring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkahwin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pengsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Abul Hassan bertanya, "Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu menjawab, "Tiada seorang pun yang dapat membezakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berzeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari Allah.&lt;br /&gt;Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi,:&lt;br /&gt;" Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda,: " Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sabdanya pula, " Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari wap api neraka." (Riwayat oleh Imam Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(SELESAI)       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-2480079986445671888?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/2480079986445671888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=2480079986445671888' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/2480079986445671888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/2480079986445671888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/01/antara-sabar-dan-mengeluh.html' title='Antara Sabar dan Mengeluh'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-239332203059319632</id><published>2010-01-12T18:44:00.001-08:00</published><updated>2010-01-12T18:44:47.510-08:00</updated><title type='text'>Akhir sebuah Pengembaraan..</title><content type='html'>&lt;div class="GBThreadMessageRow_Info"&gt;       &lt;span bindpoint="authorLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_AuthorLink_Wrapper"&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span bindpoint="branchLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_BranchLink"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/gigaboxx/dialog/MessageComposer.php?thread=204045774006&amp;amp;msg_id=0&amp;amp;id=1678364638" rel="dialog-post"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;span bindpoint="reportLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_ReportLink"&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="GBThreadMessageRow_Body_Content"&gt; Pada zaman dahulu ada seorang pemuda pengembara bernama Ahmad. Ahmad adalah seorang pengembara yang soleh dan taat kepada Allah. Hutan, gunnung serta padang pasir telah dilalui dalam pengembaraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika disaat Ahmad sedang menyusuri sebuah sungai. Dia merasa dahaga yang tiada terhingga, karena hari memang sangat panas sekali. Ahmadpun kemudian berhenti dipinggir sungai untuk minum dan mencuci mukanya. “Alhamdulillah….. terimakasih ya Allah, engkau telah memberikan keselamatan kepadaku dengan air sungai ini”. Tiba-tiba Ahmad melihat sesuatu mengapung-apung disungai menuju kearahnya. Tanpa berfikir panjang Ahmad pun kemudian mencebur dan mengambilnya yang ternyata adalah sebuah apel. “Ini mungkin rizki untukku”. Ahmad kemudian memakan apel itu. Tetapi disaat apel itu termakan hampir habis, Ahmad teringat sesuatu. “Astaghfirullah, Kalau ada buah apel terjatuh, berarti disekitar sini ada sebuah kebun. Dan bila ada sebuah kebun, mungkin kebun itu ada yang memiliki. Ya Allah Ampunilah hambamu yang telah memakan buah ini tanpa meminta izin kepada pemiliknya. Sebaiknya aku mencari dimana pemilik kebun dari buah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadpun kemudian menyusuri sungai itu tanpa merasa letih. Dan benarlah, ternyata diujung sebuah hulu sungai ada sebuah kebun apel yang sangat luas. Ahmad kemudian mendatangi kebun itu dan mencari pemiliknya. Disaat Ahmad sedang mencari tiba-tiba seorang kakek mengejutkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum. Sedang mencari apa gerangan anak muda?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waalaikumussalam… Apakah bapak tau siapa pemilik kebun anggur ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayalah pemiliknya. Kenapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, jadi pemilik kebun ini adalah bapak sendiri. Oh.. Kebetulan sekali. Saya minta maaf karena saya telah memakan sebuah apel yang saya duga berasal dari kebun bapak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dimana engkau menemukannya anak muda?” tanya kakek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Disebuah sungai disaat saya sedang minum dan membasuh muka saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek Pemilik kebun apel itu terdiam dan menatap mata Ahmad dengan tajam. Ahmadpun kemudian berkata, “Maafkanlah saya pak, saya siap menerima hukuman apapun dari bapak. Apapun hukumannya, asalkan bapak memaafkan saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, ya ya…. Kalau begitu kau akan menerima hukuman dariku”. Kata kakek itu seraya terus menatap tajam mata ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silahkan kek, apa hukuman yang akan aku terima ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau harus membersihkan kebunku selama satu bulan penuh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah kek, saya akan menjalankan hukuman itu dengan ikhlas karena Allah” Kata Ahmad sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, berhari-hari Ahmad membersihkan kebun apel itu dengan rajin dan senang. Dia berharap dapat menghapus kesalahan yang telah dilakukannya. Hingga tidak terasa satu bulan penuh Ahmad telah menjalankan hukuman. Ahmadpun kemudian mendatangi pemilik kebun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya telah menjalankan hukuman untuk membersihkan kebun selama satu bulan penuh. Dan hari ini adalah hari yang terakhir, Apakah ada hukuman lain untuk menebus kesalahan saya?” Tanya Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada. Aku mempunyai seorang anak gadis bernama Rokayah. Dia buta, tuli, bisu dan lumpuh. Kau harus menikahinya.Jawab Kakek pemilik kebun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuman terkejut, Ahmadpun gemetar. Tubuhnya berkeringat. Karena Ahmad berfikir begitu berat ujian dan hukuman yang dia terima. pemilik kebun itupun bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa, apakah kau tidak bersedia?” tanya pemilik kebun itu membuat ahmad berfikir. Tidak lama kemudian ahmad dapat menguasai diri. Dia yakin apabila pemilik kebun tidak memaafkannya, maka Allahpun tidak akan memaafkan kesalahannya yang telah memakan apel yang bukan miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, saya akan penuhi. Saya ikhlas karena Allah untuk menikahi anak kakek. Jawab Ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesabaran dan keikhlasan Ahmadpun kemudian menikahi gadis pemilik kebun apel. Disaat usai pernikahan, Ahmad hendak memasuki kamar pengantin yang didalamnya telah menunggu gadis pemilik kebun apel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum”…. Ucap Ahmad seraya membuka tirai kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa’alaikummussalam, Silahkan masuk. Aku telah menunggu sedari tadi” Seorang gadis menjawab dari dalam kamar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad terkejut bukan kepalang mendengar jawaban itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, maafkan saya. Mungkin saya salah memasuki kamar ini. Sebenarnya saya mencari gadis bernama Rokayah. Dia anak pemilik kebun apel”. Kata Ahmad bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayalah yang engkau cari”. Jawab gadis itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh tidak…. Tidak mungkin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadpun berlalu dengan tergesa meninggalkan gadis itu dan menemui pemilik kebun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebelumnya maafkan saya yang telah lancang memasuki sebuah kamar seorang gadis cantik. Tapi… dimanakah sebenarnya kamar Rokayah istri saya?” Tanya Ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau tidak salah. Yang kau masuki memang kamar rokayah anakku satu-satunya. Dan yang didalam kamar memang anakku. Dialah rokayah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi kenapa saya tidak melihat dia buta, tuli, bisu dan lumpuh?” Tanya Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anakku….. Rokayah memang buta, tuli, bisu dan lumpuh. Tapi yang aku maksud dia buta, karena dia tidak pernah menggunakan kedua matanya untuk melihat hal-hal yang buruk. Dia tuli, karena telinganya tidak pernah digunakan untuk mendengarkan pembicaraan-pembicaraan yang buruk. Dia bisu, karena dia tidak pernah menggunakan mulutnya untuk berbicara kotor. Dan dia lumpuh, karena dia tidak pernah berjalan ketempat-tempat maksiat. Sekarang segeralah kau kembali kekamarnya. Temuilah dia yang sekarang menjadi istrimu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bahagianya Ahmad yang ternyata mendapatkan seorang istri yang bukan cantik jelita, namun seorang gadiis yang beriman dan taat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(SELESAI)       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-239332203059319632?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/239332203059319632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=239332203059319632' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/239332203059319632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/239332203059319632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/01/akhir-sebuah-pengembaraan.html' title='Akhir sebuah Pengembaraan..'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-5190841447591975581</id><published>2010-01-12T18:43:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T18:43:09.924-08:00</updated><title type='text'>Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penerima Taubat</title><content type='html'>&lt;div class="GBThreadMessageRow_Info"&gt;       &lt;span bindpoint="authorLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_AuthorLink_Wrapper"&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span bindpoint="branchLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_BranchLink"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/gigaboxx/dialog/MessageComposer.php?thread=1298754264319&amp;amp;msg_id=0&amp;amp;id=1678364638" rel="dialog-post"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;span bindpoint="reportLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_ReportLink"&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div class="GBThreadMessageRow_Body_Content"&gt; Pada suatu hari Umar bin Khathab masuk ke rumah Rasulullah SAW dalam keadaan menangis, padahal beliau terkenal orang yang keras dan kuat hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di depan pintu Rasulullah SAW ini, ada seorang pemuda yang menangis tersedu-sedu. Aku terharu melihatnya, hingga aku sendiri turut menangis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW berkata, "Perintahkan dia masuk!" Anak muda itu pun masuk ke rumah Rasulullah SAW dalam keadaan masih mencucurkan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bertanya, "Apakah sebabnya engkau menangis, wahai anak muda?"&lt;br /&gt;"Aku menangis mengenang dosaku yang amat banyak. Saking banyaknya, rasanya pundakku tiada kuasa lagi memikulnya.", jawab anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadilah tanya jawab antara Rasulullah SAW dengan pemuda itu.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bertanya, "Apakah engkau menyekutukan Tuhan, syirik?"&lt;br /&gt;"Tidak!" jawab pemuda.&lt;br /&gt;"Kalau demikian, Tuhan akan mengampuni dosa-dosamu, walaupun dosamu itu seberat langit, bumi dan gunung," sahut Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dosaku lebih berat daripada itu lagi," kata pemuda itu.&lt;br /&gt;"Apakah dosamu itu lebih berat dari seluruh tahta?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Memang, lebih berat dari itu, ya Rasulullah," jawab pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bertanya lagi, "Apakah lebih berat daripada Arsy?"&lt;br /&gt;Jawab pemuda itu, "Lebih berat lagi!"&lt;br /&gt;"Apakah dosamu itu lebih berat dari Tuhanmu sendiri, yang mempunyai sifat pengampun dan penerima taubat?" sahut Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;Jawab pemuda itu, "Tidak ya Rasulullah, ampunan Tuhan lebih berat daripada dosaku. Tidak ada sesuatu yang lebih berat daripada ampunan Tuhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya Rasulullah SAW, "Terangkanlah dosa yang telah engkau lakukan itu, dan jangan engkau segan dan merasa malu-malu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, anak muda itu menerangkan, "Saya bekerja sebagai penjaga kuburan, sudah tujuh tahun lamanya. Pada suatu hari, meninggal seorang budak perempuan milik seorang golongan Anshar, dan dikuburkan di pemakaman yang saya jaga itu. Saya digoda oleh iblis sehingga diwaktu malam aku bongkar kuburan itu kembali. Saya curi kain kafan yang membalut mayat wanita itu. Kemudian saya meninggalkan tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika yang lain, saya berjalan kembali ke dekat kuburan itu. Tiba-tiba wanita yang sudah mati itu bangkit dari kuburnya dan berkata kepada saya dengan suaranya yang lantang, "Celakalah engkau hai anak muda! Tidakkah engkau melakukan perbuatan kejam terhadap seorang wanita yang tidak berdaya lagi? Sampai hatikah engkau membiarkan aku menghadap Tuhan dalam keadaan telanjang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar keterangan itu, maka Rasulullah SAW sangat marah seraya berkata, "Engkau memang seorang yang fasik dan akan masuk neraka!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu juga beliau mengusir anak muda itu. Dengan gemetar tetapi masih dalam keadaan kesadaran, anak muda itu menyesali perbuatannya itu tiada putus-putusnya. Setiap malam ia berkhalwat dan tak habis-habisnya menyesali perbuatannya yang zalim itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia selalu memohon do'a kepada Tuhan, "Ya Tuhanku, aku menyatakan taubat dari perbuatan yang sesat itu. Jika Engkau, ya Tuhan, masih memberikan ampunan atas dosa yang aku perbuat itu, maka sampaikan hal itu kepada Rasulullah SAW. Jika dosaku itu memang tidak Engkau ampuni lagi, maka turunkanlah api dari langit untuk membakar kulitku sehingga aku menjadi hangus, sebagai balasan atas dosa yang aku lakukan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tidak berapa lama, kemudian Malaikat Jibril menyampaikan kepada Rasulullah SAW wahyu yang menyatakan bahwa Tuhan mengampuni dosa anak muda itu, sebab taubatnya itu dilakukan dengan tulus ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah wahyu turun, maka Rasulullah SAW memanggil anak muda itu menyampaikan kepadanya berita yang menggembirakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(SELESAI)       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-5190841447591975581?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/5190841447591975581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=5190841447591975581' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/5190841447591975581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/5190841447591975581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/01/allah-maha-pengampun-lagi-maha-penerima.html' title='Allah Maha Pengampun Lagi Maha Penerima Taubat'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-2855865962935298711</id><published>2010-01-12T18:41:00.001-08:00</published><updated>2010-01-12T18:41:38.682-08:00</updated><title type='text'>BUKTI ILMIAH TERBELAHNYA BULAN</title><content type='html'>&lt;div class="GBThreadMessageRow_Info"&gt;       &lt;span bindpoint="authorLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_AuthorLink_Wrapper"&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span bindpoint="branchLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_BranchLink"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/gigaboxx/dialog/MessageComposer.php?thread=1203748138318&amp;amp;msg_id=0&amp;amp;id=1678364638" rel="dialog-post"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;span bindpoint="reportLinkWrapper" class="GBThreadMessageRow_ReportLink"&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/div&gt;Kisah ini diceritakan oleh Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar (pakar Geologi Muslim) tentang pengalaman seorang pemimpin Al-Hizb al-Islamy Inggris yang masuk Islam karena takjub dengan kebenaran terbelahnya bulan.&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)".&lt;br /&gt;Apakah kalian akan membenarkan kisah dari ayat Al-Quran ini yang menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris?&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah kisahnya:&lt;br /&gt;Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?&lt;br /&gt;Maka, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut: Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari al-Quran. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi, "Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah", mengandung mukjizat secara ilmiah?"&lt;br /&gt;Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad SAW. sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana Nabi-nabi sebelumnya.&lt;br /&gt;Mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu.&lt;br /&gt;Akan tetapi, hal itu memang benar termaktub di dalam al-Quran dan sunnah-sunnah Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;Allah Ta’alaa memang benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu. Maka, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan.. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Makkah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok) ?"&lt;br /&gt;Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belah bulan". Maka, Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu, Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka, Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya. Maka, serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!" Akan tetapi, para ahli mengatakan bahwa sihir memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya, akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Maka, mereka pun menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Lalu, orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Makkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan.&lt;br /&gt;Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Makkah, orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?" Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali…".&lt;br /&gt;Akhirnya, sebagian mereka pun beriman sedangkan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: Sungguh, telah dekat hari qiamat dan telah terbelah bulan. Ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap …. (sampai akhir surat Al-Qamar).&lt;br /&gt;Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb al-Islamy Inggris.&lt;br /&gt;Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan? " Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati." Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemahan al-Quran yang mulia. Aku pun berterima kasih kepadanya dan membawa terjemah itu pulang ke rumah. Ketika aku membuka-buka terjemahan al-Quran itu di rumah, surat yang pertama aku buka ternyata al-Qamar. Dan aku pun membacanya: "Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah… ".&lt;br /&gt;Aku pun bergumam: "Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Maka, aku pun menghentikan pembacaan ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, Allah Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.&lt;br /&gt;Suatu hari aku pun duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi di antara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, " Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna". Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, "Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, tetapi justru dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.&lt;br /&gt;Dan, di antara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakinya di bulan, di mana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?"&lt;br /&gt;Mereka pun menjawab, "Tidak, !!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun..&lt;br /&gt;Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya? Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!! Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Lalu, kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah kemudian bersatu kembali".&lt;br /&gt;Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad Saw. 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah …..&lt;br /&gt;Maka, aku pun berguman, "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf al-Quran dan aku baca surat Al-Qamar, dan … saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.&lt;br /&gt;Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana – Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;Billahit taufiq wal hidayah&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr.wb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-2855865962935298711?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/2855865962935298711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=2855865962935298711' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/2855865962935298711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/2855865962935298711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/01/bukti-ilmiah-terbelahnya-bulan.html' title='BUKTI ILMIAH TERBELAHNYA BULAN'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-8691849862853723490</id><published>2010-01-01T09:36:00.001-08:00</published><updated>2010-01-01T09:36:49.768-08:00</updated><title type='text'>Da'wah habib umar bin hafidh</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/MZkV4csf6Gw&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/MZkV4csf6Gw&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/9-Nt2tfynz8&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/9-Nt2tfynz8&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/zRIAyYfeSxE&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/zRIAyYfeSxE&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/eth-1jbfPZA&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/eth-1jbfPZA&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-8691849862853723490?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/8691849862853723490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=8691849862853723490' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/8691849862853723490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/8691849862853723490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2010/01/dawah-habib-umar-bin-hafidh_01.html' title='Da&apos;wah habib umar bin hafidh'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-5750062298976906416</id><published>2009-12-25T19:42:00.000-08:00</published><updated>2009-12-25T19:42:13.752-08:00</updated><title type='text'>Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu</title><content type='html'>&lt;img alt="masjid nabawi 360 derajat Download Gratis: Foto Super Panoramik Masjidil Haram &amp;amp; Masjid Nabawi" class="aligncenter size-full wp-image-709" height="133" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2009/04/masjid-nabawi-360-derajat.jpg" title="masjid-nabawi-360-derajat" width="495" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-708"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://akhmadguntar.com/?download=Download%20View%20Nabawi%20360%20derajat"&gt;Download View Nabawi 360′&lt;/a&gt; – Ukuran file = 5,5 Mb&lt;br /&gt;Dua yang berikut ini akan memberikan sorot pandang dari lantai atas Masjidil Haram di kondisi malam dan siang hari. Sayangnya bukan pandangan 360 derajat full seperti di atas, ya emg klo ngeliat model gambar super panoramik Nabawi, ya susah dong mau ngambil yg persis seperti itu di tengah keramaian tempat thawaf Ka’bah. Bagaimanapun, yg dua ini sudah lumayan lah untuk bisa berikan view yang membangkitkan emosi rindu dan lega.&lt;br /&gt;&lt;img alt="mekkah 180 malam hari Download Gratis: Foto Super Panoramik Masjidil Haram &amp;amp; Masjid Nabawi" class="aligncenter size-full wp-image-710" height="121" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2009/04/mekkah-180-malam-hari.jpg" title="mekkah-180-malam-hari" width="490" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://akhmadguntar.com/?download=Download%20View%20Masjidil%20Haram%20180%20derajat%20Malam%20Hari"&gt;Download View Masjidil Haram 180′ Malam Hari&lt;/a&gt; – Ukuran file = 1,8 Mb&lt;br /&gt;&lt;img alt="mekkah 180 siang hari Download Gratis: Foto Super Panoramik Masjidil Haram &amp;amp; Masjid Nabawi" class="aligncenter size-full wp-image-711" height="100" src="http://akhmadguntar.com/wp-content/uploads/2009/04/mekkah-180-siang-hari.jpg" title="mekkah-180-siang-hari" width="490" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://akhmadguntar.com/?download=Download%20View%20Masjidil%20Haram%20180%20derajat%20Siang%20Hari"&gt;Download View Masjidil Haram 180′ Siang Hari&lt;/a&gt; – Ukuran file = 1,9 Mb&lt;br /&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt; &lt;span class="post-comment-link" style="float: right;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="post-icons"&gt;&lt;span class="item-control blog-admin pid-1296823625"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=7780815333500885950&amp;amp;postID=1155347944306950742" title="Edit Entri"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;img alt="nabawi 01 50 Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu" class="alignnone" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-01.jpg" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" width="495" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="nabawi 02 50 Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu" class="alignnone" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-02.jpg" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" width="495" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-370"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;// &lt;![CDATA[ google_ad_client = "pub-4719427592386440"; /* AkhmadGuntar 468x60, bag.dalam content */ google_ad_slot = "9371314139"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 60;// ]]&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/expansion_embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script src="http://googleads.g.doubleclick.net/pagead/test_domain.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script&gt;google_protectAndRun("ads_core.google_render_ad", google_handleError, google_render_ad);&lt;/script&gt;&lt;ins style="border: medium none; display: inline-table; height: 60px; margin: 0pt; padding: 0pt; position: relative; visibility: visible; width: 468px;"&gt;&lt;ins style="border: medium none; display: block; height: 60px; margin: 0pt; padding: 0pt; position: relative; visibility: visible; width: 468px;"&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" height="60" hspace="0" id="google_ads_frame1" marginheight="0" marginwidth="0" name="google_ads_frame" scrolling="no" src="http://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?client=ca-pub-4719427592386440&amp;amp;output=html&amp;amp;h=60&amp;amp;slotname=9371314139&amp;amp;w=468&amp;amp;lmt=1261736319&amp;amp;flash=10.0.12&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fmajelisal-kahfi.blogspot.com%2F&amp;amp;dt=1261798730034&amp;amp;correlator=1261798730037&amp;amp;frm=0&amp;amp;ga_vid=724266023.1261798730&amp;amp;ga_sid=1261798730&amp;amp;ga_hid=710478466&amp;amp;ga_fc=0&amp;amp;u_tz=420&amp;amp;u_his=3&amp;amp;u_java=0&amp;amp;u_h=768&amp;amp;u_w=1024&amp;amp;u_ah=738&amp;amp;u_aw=1024&amp;amp;u_cd=32&amp;amp;u_nplug=10&amp;amp;u_nmime=19&amp;amp;biw=969&amp;amp;bih=510&amp;amp;fu=0&amp;amp;ifi=1&amp;amp;dtd=32&amp;amp;xpc=Y7WlddHS3h&amp;amp;p=http%3A//majelisal-kahfi.blogspot.com" style="left: 0pt; position: absolute; top: 0pt;" vspace="0" width="468"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/expansion_embed.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script src="http://googleads.g.doubleclick.net/pagead/test_domain.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script&gt;google_protectAndRun("ads_core.google_render_ad", google_handleError, google_render_ad);&lt;/script&gt;&lt;ins style="border: medium none; display: inline-table; height: 60px; margin: 0pt; padding: 0pt; position: relative; visibility: visible; width: 468px;"&gt;&lt;ins style="border: medium none; display: block; height: 60px; margin: 0pt; padding: 0pt; position: relative; visibility: visible; width: 468px;"&gt;&lt;iframe allowtransparency="true" frameborder="0" height="60" hspace="0" id="google_ads_frame1" marginheight="0" marginwidth="0" name="google_ads_frame" scrolling="no" src="http://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?client=ca-pub-4719427592386440&amp;amp;output=html&amp;amp;h=60&amp;amp;slotname=9371314139&amp;amp;w=468&amp;amp;lmt=1261735631&amp;amp;flash=10.0.32&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fakhmadguntar.com%2Fwawasan%2F50-gambar-foto-eksklusif-masjid-nabawi-madinah-pengobat-rindu%2F&amp;amp;dt=1261735642335&amp;amp;correlator=1261735642337&amp;amp;frm=0&amp;amp;ga_vid=1477579223.1261735683&amp;amp;ga_sid=1261735683&amp;amp;ga_hid=1106418617&amp;amp;ga_fc=0&amp;amp;u_tz=420&amp;amp;u_his=5&amp;amp;u_java=0&amp;amp;u_h=768&amp;amp;u_w=1024&amp;amp;u_ah=738&amp;amp;u_aw=1024&amp;amp;u_cd=32&amp;amp;u_nplug=16&amp;amp;u_nmime=73&amp;amp;biw=1007&amp;amp;bih=545&amp;amp;ref=http%3A%2F%2Fwww.google.co.id%2Fsearch%3Fhl%3Did%26source%3Dhp%26q%3Dmadinah%26btnG%3DTelusuri%2Bdengan%2BGoogle%26meta%3D%26cts%3D1261735603831%26aq%3Df%26oq%3D&amp;amp;fu=0&amp;amp;ifi=1&amp;amp;dtd=M&amp;amp;xpc=ETMfbmHeEr&amp;amp;p=http%3A//akhmadguntar.com" style="left: 0pt; position: absolute; top: 0pt;" vspace="0" width="468"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/ins&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="nabawi 03 50 Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu" class="alignnone" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-03.jpg" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" width="495" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="nabawi 04 50 Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu" class="alignnone" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-04.jpg" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" width="495" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="nabawi 05 50 Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu" class="alignnone" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-05.jpg" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" width="495" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="nabawi 06 50 Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu" class="alignnone" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-06.jpg" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" width="495" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="nabawi 07 50 Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu" class="alignnone" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-07.jpg" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" width="495" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="nabawi 08 50 Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu" class="alignnone" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-08.jpg" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" width="495" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="nabawi 09 50 Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu" class="alignnone" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-09.jpg" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" width="495" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="nabawi 10 50 Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu" class="alignnone" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-10.jpg" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" width="495" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="nabawi 11 50 Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu" class="alignnone" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-11.jpg" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" width="495" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="nabawi 12 50 Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu" class="alignnone" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-12.jpg" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" width="495" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="nabawi 13 50 Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu" class="alignnone" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-13.jpg" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" width="495" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="nabawi 14 50 Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu" class="alignnone" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-14.jpg" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" width="495" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="nabawi 15 50 Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu" class="alignnone" src="http://akhmadguntar.com/donlod/akhmadguntar-nabawi/nabawi-15.jpg" title="Foto Masjid Nabawi Madinah" width="495" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-5750062298976906416?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/5750062298976906416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=5750062298976906416' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/5750062298976906416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/5750062298976906416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2009/12/foto-eksklusif-masjid-nabawi-madinah_25.html' title='Foto Eksklusif Masjid Nabawi Madinah Pengobat Rindu'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-9091041657953682948</id><published>2009-12-23T02:11:00.001-08:00</published><updated>2009-12-23T02:11:48.741-08:00</updated><title type='text'>HADRAMAUT - WIRID ALLATHIEF</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="242" style="width: 704px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr align="left" valign="top"&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align="left" valign="top"&gt;                                                     &lt;td class="TextObject" width="687"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                                                         &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Album: Kumpulan Doa &amp;amp; Zikir&lt;br /&gt;Year: 2003&lt;br /&gt;Genre: Other&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Search&lt;/b&gt; above to listen to other artist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://easymusicdownload.com/Hadramaut-Hizbul-Nasr_1094839.html" title="Hadramaut Hizbul Nasr mp3"&gt;Hadramaut - Hizbul Nasr&lt;/a&gt; 5:13&lt;br /&gt;&lt;a href="http://easymusicdownload.com/Hadramaut-Ratib-AlAttas_1094841.html" title="Hadramaut Ratib AlAttas mp3"&gt;Hadramaut - Ratib AlAttas&lt;/a&gt; 16:02&lt;br /&gt;&lt;a href="http://easymusicdownload.com/Hadramaut-Wirid-AlLathief_1094837.html" title="Hadramaut Wirid AlLathief mp3"&gt;Hadramaut - Wirid AlLathief&lt;/a&gt; 14:03&lt;br /&gt;&lt;a href="http://easymusicdownload.com/Hadramaut-Wirid-AsSakran-Wirid-Imam-Nawawi_1094838.html" title="Hadramaut Wirid AsSakran Wirid Imam Nawawi mp3"&gt;Hadramaut - Wirid AsSakran Wirid Imam Nawawi&lt;/a&gt; 11:11&lt;br /&gt;&lt;a href="http://easymusicdownload.com/Hadramaut-Wirid-Habib-Abu-Bakar-Bin-Salim_1094836.html" title="Hadramaut Wirid Habib Abu Bakar Bin Salim mp3"&gt;Hadramaut - Wirid Habib Abu Bakar Bin Salim&lt;/a&gt; 3:03&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-9091041657953682948?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/9091041657953682948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=9091041657953682948' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/9091041657953682948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/9091041657953682948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2009/12/hadramaut-wirid-allathief.html' title='HADRAMAUT - WIRID ALLATHIEF'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-3301642535512998397</id><published>2009-12-18T01:25:00.001-08:00</published><updated>2009-12-18T01:25:22.237-08:00</updated><title type='text'>Jangan berfikir dirimu lebih Sholeh</title><content type='html'>&lt;h2 class="gigaboxx_thread_header_subject"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;Dua orang laki-laki bersaudara . Mereka sudah yatim piatu sejak remaja.Keduanya bekerja pada sebuah pabrik kecap .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hidup rukun , dan sama-sama tekun belajar agama. Mereka berusaha mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk datang ke tempat pengajian, Mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah Sang Ustadz. Jaraknya sekitar 10km dari rumah peninggalan orangtua mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika sang kakak berdo'a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, dia jabatannya naim dia menjadi kepercayaan sang direktur.Dan tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki.Dia mendapatkan bonus karena omzet perusahaannya naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sang kakak berdo'a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo'a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do'anya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo'a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo'a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, " Dik, sesungguh ketidak mampuan kita menghapal quran, hadits dan bacaan doa. bisa jadi karena hati kita kurang bersih.. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang adik Mengangguk, hatinya terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do'anya tak pernah terkabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do'a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do'a untuk guru mereka, do'a selamat dan ada kalimah di akhir do'anya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu,&lt;br /&gt;Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do'a kakak ku,&lt;br /&gt;Jadikan Kakakku selalu dalam lindungan dan cinta-Mu,&lt;br /&gt;Bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku&lt;br /&gt;didunia dan akhirat.,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya.Dia telah salah menilai adiknya. Tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo'a untuk memenuhi nafsu duniawinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan, kemiskinan, kebaikan, keburukan dan setiap musibah yang menimpa manusia merupakan ujian dari Allah swt. yang diberikan kepada hambanya. Itu bukan ukuran kemuliaan atau kehinaan seseorang. Janganlah bangga karena kekayaan dan jangalah putus asa karena kemiskinan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.”(QS, al-Hujurat [49]: 13)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-3301642535512998397?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/3301642535512998397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=3301642535512998397' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/3301642535512998397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/3301642535512998397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2009/12/jangan-berfikir-dirimu-lebih-sholeh.html' title='Jangan berfikir dirimu lebih Sholeh'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-5460300248868104428</id><published>2009-12-18T01:21:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T01:21:12.819-08:00</updated><title type='text'>40 Tahun Berbuat Dosa</title><content type='html'>&lt;h2 class="gigaboxx_thread_header_subject"&gt;40 Tahun Berbuat Dosa&lt;/h2&gt;Dalam sebuah riwayat dijelaskan, bahwa pada zaman Nabi Musa as, kaum bani Israil pernah ditimpa musim kemarau panjang, lalu mereka berkumpul menemui Nabi Musa as dan berkata: "Wahai Kalamullah, tolonglah doakan kami kepada Tuhanmu supaya Dia berkenan menurunkan hujan untuk kami!"&lt;br /&gt;Kemudian berdirilah Nabi Musa as bersama kaumnya dan mereka bersama-sama berangkat menuju ke tanah lapang. Dalam suatu pendapat dikatakan bahwa jumlah mereka pada waktu itu lebih kurang tujuh puluh ribu orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka sampai ke tempat yang dituju, maka Nabi Musa as mulai berdoa. Diantara isi doanya itu ialah: "Tuhanku, siramlah kami dengan air hujan-Mu, taburkanlah kepada kami rahmat-Mu dan kasihanilah kami terutama bagi anak-anak kecil yang masih menyusu, hewan ternak yang memerlukan rumput dan orang-orang tua yang sudah bongkok. Sebagaimana yang kami saksikan pada saat ini, langit sangat cerah dan matahari semakin panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku, jika seandainya Engkau tidak lagi menganggap kedudukanku sebagai Nabi-Mu, maka aku mengharapkan keberkatan Nabi yang ummi yaitu Muhammad SAW yang akan Engkau utus untuk Nabi akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Nabi Musa as Allah menurunkan wahyu-Nya yang isinya: "Aku tidak pernah merendahkan kedudukanmu di sisi-Ku, sesungguhnya di sisi-Ku kamu mempunyai kedudukan yang tinggi. Akan tetapi bersama denganmu ini ada orang yang secara terang-terangan melakukan perbuatan maksiat selama empat puluh tahun. Engkau boleh memanggilnya supaya ia keluar dari kumpulan orang-orang yang hadir di tempat ini! Orang itulah sebagai penyebab terhalangnya turun hujan untuk kamu semuanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa kembali berkata: "Wahai Tuhanku, aku adalah hamba-Mu yang lemah, suaraku juga lemah, apakah mungkin suaraku ini akan dapat didengarnya, sedangkan jumlah mereka lebih dari tujuh puluh ribu orang?" Allah berfirman: "Wahai Musa, kamulah yang memanggil dan Aku-lah yang akan menyampaikannya kepada mereka!."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuruti apa yang diperintahkan oleh Allah, maka Nabi Musa as segera berdiri dan berseru kepada kaumnya: "Wahai seorang hamba yang durhaka yang secara terang-terangan melakukannya bahkan lamanya sebanyak empat puluh tahun, keluarlah kamu dari rombongan kami ini, karena kamulah, hujan tidak diturunkan oleh Allah kepada kami semuanya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar seruan dari Nabi Musa as itu, maka orang yang durhaka itu berdiri sambil melihat kekanan kekiri. Akan tetapi, dia tidak melihat seorangpun yang keluar dari rombongan itu. Dengan demikian tahulah dia bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi Musa as itu adalah dirinya sendiri. Di dalam hatinya berkata: "Jika aku keluar dari rombongan ini, niscaya akan terbukalah segala kejahatan yang telah aku lakukan selama ini terhadap kaum bani Israil, akan tetapi bila aku tetap bertahan untuk tetap duduk bersama mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan oleh Allah SWT."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkata demikian dalam hatinya, lelaki itu lalu menyembunyikan kepalanya di sebalik bajunya dan menyesali segala perbuatan yang telah dilakukannya sambil berdoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah durhaka kepada-Mu selama lebih empat puluh tahun, walaupun demikian Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku dan sekarang aku datang kepada-Mu dengan ketaatan maka terimalah taubatku ini."&lt;br /&gt;Beberapa saat selepas itu, kelihatanlah awan yang bergumpalan di langit, seiring dengan itu hujanpun turun dengan lebatnya bagaikan ditumpahkan dari atas langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keadaan demikian maka Nabi Musa as berkata: "Tuhanku, mengapa Engkau memberikan hujan kepada kami, bukankah di antara kami tidak ada seorangpun yang keluar serta mengakui akan dosa yang dilakukannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Wahai Musa, aku menurunkan hujan ini juga di sebabkan oleh orang yang dahulunya sebagai sebab Aku tidak menurunkan hujan kepada kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa berkata: "Tuhanku, lihatkanlah kepadaku siapa sebenarnya hamba-Mu yang taat itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Wahai Musa, dulu ketika dia durhaka kepada-Ku, Aku tidak pernah membuka aibnya. Apakah sekarang. Aku akan membuka aibnya itu ketika dia telah taat kepada-Ku? Wahai Musa, sesungguhnya Aku sangat benci kepada orang yang suka mengadu. Apakah sekarang Aku harus menjadi pengadu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari buku: "1001 Keinsafan "Kisah-kisah Insan Bertaubat. Oleh: Kasmuri Selamat M A)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-5460300248868104428?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/5460300248868104428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=5460300248868104428' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/5460300248868104428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/5460300248868104428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2009/12/40-tahun-berbuat-dosa.html' title='40 Tahun Berbuat Dosa'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-3886859521672497591</id><published>2009-12-11T00:17:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T00:17:34.066-08:00</updated><title type='text'>Tabligh Akbar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_gmHqyJgAoYc/SyH_225C1oI/AAAAAAAAALs/bZeFbvLvUQw/s1600-h/13.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_gmHqyJgAoYc/SyH_225C1oI/AAAAAAAAALs/bZeFbvLvUQw/s320/13.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-3886859521672497591?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/3886859521672497591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=3886859521672497591' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/3886859521672497591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/3886859521672497591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2009/12/tabligh-akbar.html' title='Tabligh Akbar'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gmHqyJgAoYc/SyH_225C1oI/AAAAAAAAALs/bZeFbvLvUQw/s72-c/13.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-107112260602510319</id><published>2009-12-06T00:26:00.000-08:00</published><updated>2009-12-06T00:26:35.273-08:00</updated><title type='text'>Download MP3 Hadroh 2010. The album the best</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; text-decoration: underline;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ownload Kitab Digital&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95034851/d02cce15/BlooghAlmaram.html"&gt;Bulughul Marom (Bhs Arab)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95034858/a9f076b1/Riyadhus_shalihin_-_Imam_an_Nawawi.html"&gt;Riyadhussholihin (Bhs Indonesia)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95034862/6208cc6c/RiyadhAlsalheen.html"&gt;Riyadhussholihin (Bhs Arab)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95035309/17693ae6/Mojaz.html"&gt;Nahwu (Mojaz)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95035626/b32b871e/KtabAltaoheed.html"&gt;Tauhid&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95035721/2c8d788a/OsoolAltafseer.html"&gt;Ushuluttafsir&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/98069884/4eb572ba/FathulBareeSyarhShahehBukharee.html" style="font-weight: bold;"&gt;Fathul Baree Syarah Shohih Bukhori&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;El Quds Kudus&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Apid &amp;amp; Shofa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/1885791/ZAROBADAJAFA.mp3.html"&gt;Zaro Ba’da Jafa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/1885468/HADZAMINFADHLIROBBI.mp3.html"&gt;Hadza Min Fadli Robbii&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/1689788/08JinakaAl-Quds.mp3.html"&gt;Ji’ Naaka&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/1689790/07NaurohAl-Quds.mp3.html"&gt;Nurok Yaa Robii’&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95024986/c744667c/Sa_Altullaha.html"&gt;Saaltullah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95024985/5e4d37c6/Yaa_Hana_Qolbi.html"&gt;Ya Hana Qolbi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95029341/a68e1d8/Robbi_Qowwil_Azma.html"&gt;Robbi Qowwil Azma&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95024994/30513611/Al_Majdu_Yusyroqu.html"&gt;Al Majdu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95024988/20fc4b7b/Laa_Ilaaha_Illallah.html"&gt;La ilaha illallah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95024991/403bc29e/Nuurul_Uyuun.html"&gt;Nurul Uyuni&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al Aqsho Group&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Gemerlap Bintang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/81371000/a8605baf/01_Al_Aqso_-_Inlam_Yakun.html"&gt;Inlam Yakun&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/81387304/a70e9e2/02_Al_Aqso_-_Kaima_Tafuza.html"&gt;Kaima Tafuza&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/81388108/582161f1/03_Al_Aqso_-_Mahuribat.html"&gt;Ma Huribat&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/81388984/975df66a/04_Al_Aqso_-_Fashidqu.html"&gt;Fashidqu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/81389739/b83a1973/05_Al_Aqso_-_Kaannama.html"&gt;Ka Annama&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/81391349/8a62637/06_Al_Aqso_-_Nabiyyunal_Amirun.html"&gt;Nabiyyunal Amirun&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/81392320/359596fb/07_Al_Aqso_-_Falatarum_Bilmaash.html"&gt;Fala Tarum Bil Maash&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/81393846/3e451ccc/08_Al_Aqso_-_Amintadzakkuri_Jironin.html"&gt;Amin Tadzakuriji&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/81393846/3e451ccc/08_Al_Aqso_-_Amintadzakkuri_Jironin.html"&gt;ronin&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al Madaniyyah Pekalongan (Ilham &amp;amp; Apang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/94825109/63a94ee1/03FarrijKurbyAlMadaniyyah.html"&gt;Farrij Kurbiy&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/1689603/02AhlunNuhaAlMadaniyyah.mp3.html"&gt;Ahlun nuha&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/1689395/01QodKafaniAlMadaniyyah.mp3.html"&gt;Qod Kafaani&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al Mubarok Madrasah Qudsiyyah Kudus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/94864997/16fc48b2/Q_-_Al-quran.html"&gt;Al Qur’an&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/94865537/5db53e39/Q_-_As-Syauq.html"&gt;As Syauq&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/94866106/14235a5e/Q_-_Billahi_Billahi.html"&gt;Billahi Billahi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/94868954/6996e9bc/Q_-_Doa_Nikah.html"&gt;Do’a Nikah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/94868953/f7f27c1f/Q_-_Hajii.html"&gt;Haji&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/94868952/80f54c89/Q_-_Mahbuubee.html"&gt;Mahbubi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/94868948/793b94d6/Q_-_Mun4.html"&gt;Asyrofil Alami&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/94868955/1e91d92a/Q_-_Sholawat_Asnawiyyah_08.html"&gt;Sholawat Asnawiyyah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ahbabul Musthofa Kudus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/94869795/6dc49/sulu_ya_ala_bait.html"&gt;Sulu Ya Ala Baitin Nabi (Ghofur)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/94872269/6282e0f7/ya_ala_baitin_nabi.html"&gt;Ya Ala Baitin Nabi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/94872268/1585d061/ya_habib_dkk.html"&gt;Ya Habibii  Habib Syeh(Medley)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/94872267/853acdf0/imam.html"&gt;Ya Rasulalloh Salam Alaik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95027304/feb1a760/45_MARAWIS.html"&gt;Marawis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95027312/ec93314/43_KHOBBIRI.html"&gt;Khobbiri&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95027311/97c062ae/46_MARHABAN.html"&gt;Marhaban&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95027310/e0c75238/47_SA_ALTULLAH.html"&gt;Saaltullah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95027316/9a4f70d/44_MAHALLULQIYAM.html"&gt;Mahallul Qiyam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95027321/bced316d/27_SHOLATUMMINALLAH.html"&gt;Alfa Salam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95036502/96833032/QOD_TAMAMA.html"&gt;Qod Tamallah (Habib Syeh feat. Ghofur)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sami Yusuf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95007904/89e671d6/01_Allahu.html"&gt;Allahu-Allahu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95007903/1782e475/02_My_Ummah.html"&gt;My Ummah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95008694/b1b9df4/02_Sami_Yusuf_-_Who_Is_The_Loved_One.html"&gt;Who Is Loved One&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95008690/c7659ed/03_Hasbi_Rabbi.html"&gt;Hasbi Robbi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95008688/1bb6e09e/03_Sami_Yusuf_-_The_Cave_Of_Hira.html"&gt;The Cave Of Hira&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95010114/3e590026/04_Ya_Rasulallah.html"&gt;Ya Rosulallah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95014227/1592b51/05_Sami_Yusuf_-_The_Creator.html"&gt;The Creator&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95010103/b926a4c4/05_Try_Not_To_Cry.html"&gt;Try Not To Cry&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95010101/5728c5e8/06_Sami_Yusuf_-_Meditation.html"&gt;Meditation&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95010091/87281496/07_Make_a_Prayer.html"&gt;Make A prayer&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95010112/d73aa513/08_Eid_Song.html"&gt;Eid Song&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95010110/3934c43f/08_Sami_Yusuf_-_Supplication.html"&gt;Supplication&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95010109/59f34dda/09_Free.html"&gt;Free&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95010105/504501f1/10_Munajat__Arabic_.html"&gt;Munajat(Arabic)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95010106/c94c504b/11_Mother__Arabic_.html"&gt;Mother(Arabic)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95011578/de002432/13_We_Will_Never_Submit.html"&gt;We Will Never Submit&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95011572/3ed5cd2c/Amr-Mostfa_Ayame.html"&gt;Amr Musthofa (Ayyami)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95011571/a7dc9c96/Islam-Sami_Yusuf-Allahouma_Touba__Aleyna.html"&gt;Tuba ‘Alaina&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95011567/57a408e2/Sami_Yusuf_-_La-illa-ha-illallah.html"&gt;Lailaha Illallah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95036503/e18400a4/Al_Muallim.html"&gt;Mu’allim&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95036504/7fe09507/Allahuma_shali_ala_Muhammad.html"&gt;Allahumma Sholli Ala Muhammad&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;An Nabawiyyah Langitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95015998/c6fb678f/Azka_Taslimi.html"&gt;Azka Taslimi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95015990/c820efbd/Habiibii.html"&gt;Habibii Ya Muhammad&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95015987/4f5f4b5f/Rochatil.html"&gt;Rohatil&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95015986/38587bc9/Ya_Imamar_Rusli.html"&gt;Ya Imaamarrusli&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95015997/56447a1e/Habibi_Ya_Waladi.html"&gt;Habibi Ya Waladi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;An Nabawiyyah Langitan (Simtudduror)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/77636703/b64c34cc/01_Assalamualaika.html"&gt;Assalamu Alaik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/77637709/ee25bab7/02_Ya_Imamarrusli.html"&gt;Ya Imamarrusli&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/77638456/59c8fd6c/03_Ya_Ala_Baitin_Nabi.html"&gt;Ya Ala baitin Nabi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/77639247/8be5e76c/04_Sholawatullah.html"&gt;Sholawatullah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/77640266/1fc26e2/05_Ana_Dhoifak.html"&gt;Ana Dhoifak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/77641806/e28d63d7/06_Qoshidah_Indalqiyam.html"&gt;Mahallul Qiyam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/77643044/ccf55ecc/07_Ilahibiya.html"&gt;Ilahiya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;An Nabawiyyah (Top hits Sholawat&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/62171868/97588c07/01_Ya_Sayyidar_Rusli.html"&gt;Ya Sayyidarrusli&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/1411118/02Shollallahu.MP3.html"&gt;Shollallahu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/62173820/57e609ba/03_Siru_Linailil_Khoiri.html"&gt;Sirru Linailil Khoiri&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/1291751/04MaMadda.MP3.html"&gt;Ma Madda&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/66495473/845b013c/05_Sholi_Dzal_Jalali.html"&gt;Sholli Dzal jalaali&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/1484509/06FiHubbiThohalHadi.MP3.html"&gt;Fi Hubbi Thohal Hadi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/66496752/d199429f/07_Halumman_Syud.html"&gt;H&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/66496752/d199429f/07_Halumman_Syud.html"&gt;alumman &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/66496752/d199429f/07_Halumman_Syud.html"&gt;Syud&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/66497488/3e180cf0/09_Tahaniinaa.html"&gt;Tahaanina&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/66499069/304ace07/10_Marhaban_Ya_Rasulullah.html"&gt;Marhaban Ya Rasulallah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al Muqtashida Langitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018447/19584fdd/Al_Aqlu.html"&gt;Al Aqlu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018446/6e5f7f4b/Al_Yamaniyyah.html"&gt;Al Yamaniyyah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018445/f7562ef1/Buduwwush_Shobah.html"&gt;Buduwus Shobah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018440/873cda7e/Duauth_Tholabah.html"&gt;Doa tholabah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018443/1e358bc4/Doa_Tholabah_2.html"&gt;Doa Tholabah 2&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018439/b1a1f41d/Habli_Hudaya.html"&gt;Habli Hudaya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018438/c6a6c48b/Hubbu_Ahmadi.html"&gt;Hubbu Ahmadi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018434/cf1088a0/Khoirul_Bariyah.html"&gt;Khoiril Bariyyah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018433/51741d03/Madaaihuna.html"&gt;Madaaihuna&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95019020/6ed3b241/Manal_Hayah.html"&gt;Ma’nal Hayah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018432/26732d95/Muhasabah.html"&gt;Muhasabah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018429/a8bac55c/Shautudl_Diomir.html"&gt;Shoutut Dhomir&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018431/bf7a7c2f/Thobaatka.html"&gt;Thobaatka&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018428/dfbdf5ca/Ya_Uhailal_Hub.html"&gt;Ya Uhailal Hub&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mahabbatain Langitan (Album Subhanak)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/68987938/4f5075b/01_Al_Mahabbatain_Group_-_Subhanak.html"&gt;Subhaanak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/68988497/3e1e7145/02_Al_Mahabbatain_Group_-_Ya_Hadi.html"&gt;Yaa Hadii&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69061358/441b9eca/03_Al_Mahabbatain_Group_-_Robbi_Lah.html"&gt;Robbi lah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69062076/8166c0f8/04_Al_Mahabbatain_Group_-_Innal_Habib.html"&gt;Innal Habib&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69062789/930ed723/05_Al_Mahabbatain_Group_-_Assalam.html"&gt;Assalam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69063695/3adda71b/06_Al_Mahabbatain_Group_-_Ya_Robbi_Sholli.html"&gt;Ya Robbi Sholli&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69064573/d2aca940/07_Al_Mahabbatain_Group_-_Sholawatullah_Taghsya.html"&gt;Sholawatullahi Taghsya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69065748/d56b9000/08_Al_Mahabbatain_Group_-_Anal_Faqir.html"&gt;Anal Faqir&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al Madaniyyah ( apang &amp;amp; ilham Album Air Mata)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95021719/bb791d9c/01_Ya_Robba_Makkah__Al_MAdaniyyah_.html"&gt;Ya Robba Makkah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95021716/2bc6000d/02_Ya_Qolbu__Al_MAdaniyyah_.html"&gt;Ya Qolbu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95021714/c5c86121/03_Atainakum__Al_MAdaniyyah_.html"&gt;Atainakum&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95021713/5bacf482/04_Ya_Nurol_Aini__Al_MAdaniyyah_.html"&gt;Ya Nurol Ain&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95021712/2cabc414/05_Shollu_Alaihi__Al_MAdaniyyah_.html"&gt;Shollu Alaihi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95021711/b5a295ae/06_Syafiuna__Al_MAdaniyyah_.html"&gt;Syafi’una&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95021710/c2a5a538/07_Ya_Dunya__Al_MAdaniyyah_.html"&gt;Ya Dunya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Haddal Alwi &amp;amp; Sulis Cinta Rasul (Seribu salam bagi Rasul)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/96114591/f4358812/01_Alfu_Salam_Seribu__Salam_Bagi_Rasul_.html"&gt;Alfu Salam (Seribu Salam Bagi Rasul)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/96114599/faee0020/02_Ziarah_Rasul_Ya_Imamar_Rusli__Wahai_Imam_Para_Rasul_.html"&gt;Ziarah Rasul, Ya Imamar Rusli (Wahai Imam Para Rasul)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/96114598/8de930b6/03_Sholawat_Badar.html"&gt;Sholawat Badar&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/96114595/f3584c0b/04_Ya_Nabi_Salam_Alaika__Salam_Bagimu_Wahai_Nabi_.html"&gt;Ya Nabi Salam Alaika (Salam Bagimu Wahai Nabi)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/96114594/845f7c9d/05_Ya_Robbi_Bil_Musthafa__Demi_Nabi_Pilihan_.html"&gt;Ya Robbi Bil Musthafa (Demi Nabi Pilihan)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/96116252/6ecf48aa/06_Ya_Thoybah__Wahai_Sang_Penawar_.html"&gt;Ya Thoybah (Wahai Sang Penawar)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/96116260/abec7a45/07_Ya_Rasullah_Salamu_Alaik__Salam_Bagimu_Wahai_Rasul_.html"&gt;Ya Rasullah Salamu ‘Alaik (Salam Bagimu Wahai Rasul)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/96116259/f91d9122/08_Al_Itirof__Sebuah_Pengakuan_.html"&gt;Al I’tirof (Sebuah Pengakuan)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/96116257/1ea5bc25/09_Akhlaaqui_Karimah__Akhlaq_Mulia_.html"&gt;Akhlaaqui Karimah (Akhlaq Mulia)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sulis Cinta Rasul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95022274/87ecaba2/robbi_inni.html"&gt;Robbi Inni&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95022273/19883e01/ya_illahana.html"&gt;Ya Ilahana&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wafiq Azizah (Gambus Modern)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/61264163/b299dfb1/01_Hamawi_Ya_Mis_Mis.html"&gt;Hamawiya Mis-mis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/61265398/19eba9fd/02_Sukaro.html"&gt;Sukaro&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/61266092/e9cd5154/03_Alaik_Sholatillah.html"&gt;‘Alaik Sholatillah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/61267706/82915fe4/04_Ya_Robbi_Barik.html"&gt;Ya Robbi Baarik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/61269628/b6020d65/05_Farok_Mabaina.html"&gt;Farok Ma Baina&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/61270960/97816154/06_Tawakkaltu_Alallah.html"&gt;Tawakkaltu Alallah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/61272027/c851c2f7/07_Nawarti_Ayyami.html"&gt;Nawarti Ayyami&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/61273387/8844f341/08_Magadir.html"&gt;Magadir&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/61274194/96057f6d/09_Habibi_Ya_Nur_Aini.html"&gt;Habiibi Ya Nurol Ain&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sawunggaling (Album Vo.2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/66500744/c2c638e3/1ya_nabi_yamin_qidam.html"&gt;Ya Nabiyyam Min Qidam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/66501359/1ad9baa6/2aktsir_bi_dzikirillah.html"&gt;Aktsir Bi Dzikrillahi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/66501837/a76edfc6/3_arif_bi_hubbillah.html"&gt;A’rif Bi hubbillahi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/66502473/dfc08851/4_yahlil_jaziroh.html"&gt;Yahlil Jaziroh&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/66503150/ca881ee7/5_ya_izzana.html"&gt;Ya Izzana&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/66503760/e5283196/6_ya_robbi_salllimna.html"&gt;Ya Robbi Sallimna&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/account/file/66504368/712d29c1/7_Assalamualaik.html"&gt;Assalamu’alik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fasabaqna (Lembaran Baru)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69432588/b4fcfebd/01_Addin_-_Fasabaqna_Group.html"&gt;Addin&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69433113/4d5953c5/02_Habibi_-_Fasabaqna_Group.html"&gt;Habibi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69433748/a37102ba/03_Sakinarruh_-_Fasabaqna_Group.html"&gt;Sakinarruh&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69434408/588c415e/04_Azka_Sholati_-_Fasabaqna_Group.html"&gt;Azka Sholati&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69434836/9d03c6fe/05_Umrun_Jadid_-_Fasabaqna_Group.html"&gt;Umrun Jadid&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69435352/78dd2de5/06_Laisal_Fala_-_Fasabaqna_Group.html"&gt;Laisal Fala&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69435893/af3abd9e/07_Taubah_Nasuha_-_Fasabaqna_Group.html"&gt;Taubah Nasuha&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69436482/da89eac3/08_Doa_-_Fasabaqna_Group.html"&gt;Doa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fasabaqna (Ikhlas)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/61810238/c6a32404/01_Tawaalatil_Mashoib_-_Fasabaqna_Group.html"&gt;Tawalatil Mashoib&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/61811245/4fefa91b/02_Ikhlas_-_Fasabaqna_Group.html"&gt;Ikhlas&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/61811879/60e33325/03_Arbaatun_-_Fasabaqna_Group.html"&gt;Arbaatun&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/61923598/a74adc90/04_Ya_Mustaka_-_Fasabaqna_Group.html"&gt;Ya Mustaka&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/61924390/30cb10a9/05_Kullukum_Rooin_-_Fasabaqna_Group.html"&gt;Kullukum roin&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/1294808/06FityatalHaq-FasabaqnaGroup.MP3.html"&gt;Fityatal Haq&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/1411558/07SyafilIlal-FasabaqnaGroup.MP3.html"&gt;SyafilIlal&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;An Nabawiyyah Langitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95015998/c6fb678f/Azka_Taslimi.html"&gt;Azka Taslimi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95015990/c820efbd/Habiibii.html"&gt;Habibii Ya Muhammad&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95015987/4f5f4b5f/Rochatil.html"&gt;Rohatil&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95015986/38587bc9/Ya_Imamar_Rusli.html"&gt;Ya Imaamarrusli&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95015997/56447a1e/Habibi_Ya_Waladi.html"&gt;Habibi Ya Waladi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;An Nabawiyyah Langitan (Simtudduror)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/77636703/b64c34cc/01_Assalamualaika.html"&gt;Assalamu Alaik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/77637709/ee25bab7/02_Ya_Imamarrusli.html"&gt;Ya Imamarrusli&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/77638456/59c8fd6c/03_Ya_Ala_Baitin_Nabi.html"&gt;Ya Ala baitin Nabi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/77639247/8be5e76c/04_Sholawatullah.html"&gt;Sholawatullah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/77640266/1fc26e2/05_Ana_Dhoifak.html"&gt;Ana Dhoifak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/77641806/e28d63d7/06_Qoshidah_Indalqiyam.html"&gt;Mahallul Qiyam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/77643044/ccf55ecc/07_Ilahibiya.html"&gt;Ilahiya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;An Nabawiyyah (Top hits Sholawat&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/62171868/97588c07/01_Ya_Sayyidar_Rusli.html"&gt;Ya Sayyidarrusli&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/1411118/02Shollallahu.MP3.html"&gt;Shollallahu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/62173820/57e609ba/03_Siru_Linailil_Khoiri.html"&gt;Sirru Linailil Khoiri&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/1291751/04MaMadda.MP3.html"&gt;Ma Madda&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/66495473/845b013c/05_Sholi_Dzal_Jalali.html"&gt;Sholli Dzal jalaali&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/1484509/06FiHubbiThohalHadi.MP3.html"&gt;Fi Hubbi Thohal Hadi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/66496752/d199429f/07_Halumman_Syud.html"&gt;H&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/66496752/d199429f/07_Halumman_Syud.html"&gt;alumman &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/66496752/d199429f/07_Halumman_Syud.html"&gt;Syud&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/66497488/3e180cf0/09_Tahaniinaa.html"&gt;Tahaanina&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/66499069/304ace07/10_Marhaban_Ya_Rasulullah.html"&gt;Marhaban Ya Rasulallah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al Muqtashida Langitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018447/19584fdd/Al_Aqlu.html"&gt;Al Aqlu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018446/6e5f7f4b/Al_Yamaniyyah.html"&gt;Al Yamaniyyah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018445/f7562ef1/Buduwwush_Shobah.html"&gt;Buduwus Shobah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018440/873cda7e/Duauth_Tholabah.html"&gt;Doa tholabah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018443/1e358bc4/Doa_Tholabah_2.html"&gt;Doa Tholabah 2&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018439/b1a1f41d/Habli_Hudaya.html"&gt;Habli Hudaya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018438/c6a6c48b/Hubbu_Ahmadi.html"&gt;Hubbu Ahmadi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018434/cf1088a0/Khoirul_Bariyah.html"&gt;Khoiril Bariyyah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018433/51741d03/Madaaihuna.html"&gt;Madaaihuna&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95019020/6ed3b241/Manal_Hayah.html"&gt;Ma’nal Hayah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018432/26732d95/Muhasabah.html"&gt;Muhasabah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018429/a8bac55c/Shautudl_Diomir.html"&gt;Shoutut Dhomir&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018431/bf7a7c2f/Thobaatka.html"&gt;Thobaatka&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/95018428/dfbdf5ca/Ya_Uhailal_Hub.html"&gt;Ya Uhailal Hub&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mahabbatain Langitan (Album Subhanak)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/68987938/4f5075b/01_Al_Mahabbatain_Group_-_Subhanak.html"&gt;Subhaanak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/68988497/3e1e7145/02_Al_Mahabbatain_Group_-_Ya_Hadi.html"&gt;Yaa Hadii&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69061358/441b9eca/03_Al_Mahabbatain_Group_-_Robbi_Lah.html"&gt;Robbi lah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69062076/8166c0f8/04_Al_Mahabbatain_Group_-_Innal_Habib.html"&gt;Innal Habib&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69062789/930ed723/05_Al_Mahabbatain_Group_-_Assalam.html"&gt;Assalam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69063695/3adda71b/06_Al_Mahabbatain_Group_-_Ya_Robbi_Sholli.html"&gt;Ya Robbi Sholli&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69064573/d2aca940/07_Al_Mahabbatain_Group_-_Sholawatullah_Taghsya.html"&gt;Sholawatullahi Taghsya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/69065748/d56b9000/08_Al_Mahabbatain_Group_-_Anal_Faqir.html"&gt;Anal Faqir&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Download MP3 Burdah Imam Busyiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="width: 480px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="624"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="width: 482px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;1. kamal uddin- qasidah burdah.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/75308858/3798d345/kamal_uddin-_qasidah_burdah.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;2. 5 Mesut Kurtis – Salawat – 03  – Burdah.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/65551262/5eeccf37/5_Mesut_Kurtis_-_Salawat_-_03%20_-_Burdah.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;3. Burdah-Mesut Kurtis.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/47203850/3c0e1919/Burdah-Mesut_Kurtis.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;4. Burdah-Atwani – 02.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/60757877/915e5f/Burdah-Atwani_-_02.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;5. 08 Alarm Me – Qasidah Al  Burdah.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/63834641/950a77a5/08_Alarm_Me_-_Qasidah_Al_%20Burdah.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;6. Salawa- burdah.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/63351861/7ffbcd7c/Salawa-_burdah.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;7. AMAR – Selawat Burdah.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/55349913/cafd6326/AMAR_-_Selawat_Burdah.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;8. Amar – Selawat Burdah.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/56476427/dd4b270c/Amar_-_Selawat_Burdah.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;9. kamal uddin- qasidah burdah.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/54197393/fc4375c5/kamal_uddin-_qasidah_burdah.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;10. 03 – Mesut Kurtis – Burdah  TasbihBlogskyCom.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/65329859/4e49d748/03_-_Mesut_Kurtis_-_Burdah_%20TasbihBlogskyCom_.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;11. Burdah.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/62165234/5c0c0f58/Burdah.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;12. Burdah.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/31930019/796a2cdf/Burdah.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;13. burdah.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/31930019/796a2cdf/burdah.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;14. Mesut Kurtis – Burdah  Ft  Sami Yusuf.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/45347462/d6162189/Mesut_Kurtis_-_Burdah__Ft_%20Sami_Yusuf_.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;15. Burdah.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/get/62165234/5c0c0f58/Burdah.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;16. kamal uddin- qasidah burdah.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/75308858/3798d345/kamal_uddin-_qasidah_burdah.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;17. Dehearty – Selawat Burdah.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/56189716/9d9ec34/Dehearty_-_Selawat_Burdah.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;18. SYAIR QOSIDAH BURDAH  IMAM BUSHIRI.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/59092101/5d5e3999/SYAIR_QOSIDAH_BURDAH_%20IMAM_BUSHIRI.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;19. Burdah Night at the Zaytuna  Institute.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/48407536/249c8c5a/Burdah_Night_at_the_Zaytuna_%20Institute.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;20. Mesut Kurtis – Burdah  Ft  %20Sami Yusuf.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/45347462/d6162189/Mesut_Kurtis_-_Burdah__Ft_%20%20Sami_Yusuf_.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30"&gt;21. Mesut Kurtis – Burdah  Ft  Sami Yusuf.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="100"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/45347462/d6162189/Mesut_Kurtis_-_Burdah__Ft_%20Sami_Yusuf_.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;b&gt;Download MP3 Shalawat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="width: 402px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr bgcolor="#f8f8f8"&gt;&lt;td align="left" bgcolor="#ffffff" width="10"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="left" bgcolor="#ffffff"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="height: 1019px; width: 467px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;1. 06 Shalawat Nabi.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/52522817/87ed623a/06_Shalawat_Nabi.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;2. ungu-shalawat.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/61028185/37e7ef79/ungu-shalawat.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;3. Shalawat The Fikr.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/52515992/e4eb34e3/Shalawat_The_Fikr.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;4. Shalawat Badar Jefri al  Buchori.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/52516350/b97230fb/Shalawat_Badar_Jefri_al_%20Buchori.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;5. 01 shalawat nariyah.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/48013850/baeee14b/01_shalawat_nariyah.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;6. Neo Shalawat Snada.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/52515286/f6c82e5a/Neo_Shalawat_Snada.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;7. SHALAWAT NABI.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/67368177/4eb573ce/SHALAWAT_NABI.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;8. Opick – Shalawat Nabi.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/57238556/81bed230/Opick_-_Shalawat_Nabi.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;9. 09 SNADA – Neo Shalawat.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/68177615/2d2d4be5/09_SNADA_-_Neo_Shalawat.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;10. Mustofa Bisri – Shalawat.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/78217080/4d76ff01/Mustofa_Bisri_-_Shalawat.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;11. Ungu – Shalawat.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/64364227/4aba9cf7/Ungu_-_Shalawat.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;12. Shalawat Nabi Opick.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/52516576/66aa8bfe/Shalawat_Nabi_Opick.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;13. 05 – Ungu – Shalawat.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/44880707/66f7e216/05_-_Ungu_-_Shalawat.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;14. Opick – Shalawat Nabi.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/65236511/8279e36e/Opick_-_Shalawat_Nabi.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;15. 06 Cinta Rasul – Shalawat  Badar.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/71245487/236ac056/06_Cinta_Rasul_-_Shalawat_%20Badar.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;16. 06 Shalawat Nabi.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/63594171/4d46399c/06_Shalawat_Nabi.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;17. Ungu – Shalawat.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/get/64364227/4aba9cf7/Ungu_-_Shalawat.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;18. Ungu – Shalawat.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/65357826/c348f73d/Ungu_-_Shalawat.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;19. Bimasakti Ungu – Shalawat.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/65032801/51107720/Bimasakti_Ungu_-_Shalawat.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;20. Chrisye – Shalawat Badar.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/63239884/10ba1a97/Chrisye_-_Shalawat_Badar.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;21. Ungu – Shalawat.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/get/65357826/c348f73d/Ungu_-_Shalawat.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;22. Neo Shalawat Snada.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/52515286/f6c82e5a/Neo_Shalawat_Snada.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;23. Ungu shalawat.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/75682030/6e0a975f/Ungu_shalawat.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;24. Emha Ilir-ilir  Shalawat Badar.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/24574141/98b6e44a/Emha_Ilir-ilir__Shalawat_Badar.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;25. Opick – Shalawat Nabi.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/57238556/81bed230/Opick_-_Shalawat_Nabi.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;26. 17 – Shalawat nabi.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/38971154/bad17b27/17_-_Shalawat_nabi.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;27. al maidany-shalawat.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/66123312/a23f7fd7/al_maidany-shalawat.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;28. 02 Duta Shalawat – Robbi  Tamannan.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/68314875/a1d43a2c/02_Duta_Shalawat_-_Robbi_%20Tamannan.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;29. RAIHAN Senyum – Cahaya  Shalawat.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/63981596/37d43094/RAIHAN_Senyum_-_Cahaya_%20Shalawat.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;30. Ungu – ShaLawat.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/45106388/adfb9332/Ungu_-_ShaLawat.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;31. 13 Duta Shalawat – Ya Imama  Rusli.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/68320646/d1acf8d8/13_Duta_Shalawat_-_Ya_Imama%20_Rusli.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;32. UNGU – ShaLawat.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/45106388/adfb9332/UNGU_-_ShaLawat.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;33. Neo Shalawat.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/53563846/66d66cf8/Neo_Shalawat.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="left" height="30" width="292"&gt;34. 01 Shalawat Badar.mp3&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" width="98"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/67391410/7f185b5b/01_Shalawat_Badar.html"&gt;&lt;img alt="download mp3" border="0" height="20" src="http://www.kusirmedia.com/images/download.jpg" width="73" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-107112260602510319?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/107112260602510319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=107112260602510319' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/107112260602510319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/107112260602510319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2009/12/download-mp3-hadroh-2010-album-best.html' title='Download MP3 Hadroh 2010. The album the best'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-4609596506176494210</id><published>2009-11-18T10:09:00.000-08:00</published><updated>2009-11-18T10:09:26.114-08:00</updated><title type='text'>Dakwah Habib Munzir Bin Fuad Almusawa Bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf Solo</title><content type='html'>Dakwah Habib Munzir Bin Fuad Almusawa Bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf Solo Bag-1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/1VzKEfa8DcM&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/1VzKEfa8DcM&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah Habib Munzir Bin Fuad Almusawa Bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf Solo Bag-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/1VzKEfa8DcM&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/1VzKEfa8DcM&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah Habib Munzir Bin Fuad Almusawa Bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf Solo Bag-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="384" height="313"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/EZlWYEFkYaQ&amp;hl=en_US&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/EZlWYEFkYaQ&amp;hl=en_US&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" width="384" height="313" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-4609596506176494210?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/4609596506176494210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=4609596506176494210' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/4609596506176494210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/4609596506176494210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2009/11/dakwah-habib-munzir-bin-fuad-almusawa.html' title='Dakwah Habib Munzir Bin Fuad Almusawa Bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf Solo'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-9213257268531135723</id><published>2009-11-14T10:19:00.000-08:00</published><updated>2009-11-14T10:19:55.535-08:00</updated><title type='text'>KUNJUNGAN Habib Umar Bin Hafidz</title><content type='html'>&lt;span class="cur-location"&gt;&lt;/span&gt;     &lt;div id="mainContent"&gt;              &lt;div id="news-box"&gt; &lt;div id="itemtools"&gt;  &lt;div class="bookmarks" id="st20080920637"&gt;&lt;span&gt; &lt;script src="http://cdn.socialtwist.com/20080920637/script.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="news-item"&gt;&lt;div&gt;&lt;h2&gt;وقائع رحلة الحبيب عمر بن حفيظ إلى جمهورية الهند&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry"&gt;  توجه الحبيب العلامة عمر بن محمد بن حفيظ مساء يوم الثلاثاء 24 شوال 1425هـ الموافق 7 ديسمبر 2004م إلى جمهورية الهند وقصد ولاية كيرالا الواقعة جنوب الهند ( وهي من أشهر الولايات المشتهرة بانتشار الإسلام ) تلبية لدعوة كريمة من مركز معدن الثقافة الإسلامية الذي يعتبر من أهم المؤسسات الإسلامية بكيرالا - الهند ، ويقوم بالخدمات الدينية والنشاطات التعليمية بين المسلمين ويدرس في مختلف معاهده زهاء 2500 طالب وطالبة، والإدارة تزودهم بجميع متطلباتهم من التغذية والسكن والملابس والعلاج وغيرها بصورة مجانية وذلك بمساعدة أهل الخير والإحسان، ويضم أكثر من اثني عشر معهدا فرعيا في مجالات متعددة تصب في خدمة الشريعة.&lt;br /&gt;وقد حرص الحبيب عمر على تلبية الدعوة إقامةً لسنة التزاور في الله وتقوية للروابط بين أهل الإسلام والإيمان، وسعيا لنشر الدعوة إلى الله عز وجل وتفقدًا لأحوال المسلمين وإحياءً للسير والأخلاق الفاضلة وربطا لطلاب العلم والعلماء وتعاونهم على نصرة الشرع الشريف ، ووصل بحفظ الله ورعايته إلى مطار الولاية ضحى يوم الأربعاء 25 شوال 1425هـ - 8 ديسمبر 2004م ويرافقه السيد زين بن عمر العيدروس ، وكان في استقبالهما في المطار عدد من العلماء وطلبة العلم ومحبي العلم وهم يرددون الأناشيد الترحيبية المتضمنة الذكر والدعاء والصلاة على النبي محمد صلى الله عليه وآله وسلم ، وفور وصوله مقر إقامته في المدينة اجتمع معه أعداد من المشايخ والطلاب الذين وفدوا للترحيب بقدومه، وضمه معهم مجلس مبارك افتتحه بدعوات وتوجهات إلى الحق عز وجل، ثم حدَّثهم بالحديث المسلسل بالأولية ( الراحمون يرحمهم الرحمن تبارك وتعالى ، ارحموا من في الأرض يرحمكم من في السماء ) على طريقة أهل العلم وذلك لتتصل الأسانيد .. &lt;a href="http://www.habibomar.com/audio/rhlat/india/m1.rm"&gt;واستمعوا بعد ذلك منه إلى توجيهات مباركة.&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india1.jpg" rel="prettyPhoto"&gt;&lt;img align="left" alt="إستقبال الحبيب عمر في المطار" border="0" hspace="3" src="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india1s.jpg" vspace="3" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;وعصر هذا اليوم توجه حفظه الله لزيارة بعض المآثر الإسلامية في الولاية وزار قبر الحبيب علوي بن محمد بن سهل مولى الدويلة أحد أعلام العلماء والدعاة الذي خرج من حضرموت إلى الهند ، وكان له دور كبير في القيام بالتعليم ونشر الدعوة إلى الله في أجزاء متعددة من الهند .&lt;br /&gt;وكان أول لقاءاته العامة بعد أن صلى المغرب في مسجد السني بمدينة جماد حيث ألقى محاضرة عن العلم وفضائله وآدابه مستهلا حديثه بذكر تلقي الصحابة للعلم عن النبي محمد صلى الله عليه وآله وسلم ثم تفرُّقهم في الأمصار ليبلغوا عن رسول الله، ومنهجهم المتمثل في ربط العلم بالعمل والدعوة إلى الله مع المحبة والمودة للمسلمين، وأخذهم له بالتعظيم مع الأدب والانكسار لله عز وجل ومضى التابعون فمَن بعدهم على هذا الحال، وبحمد الله فقد حُفظ هذا المنهج وانتشر في الأمة بأسانيد متصلة إلى النبي صلى الله عليه وآله وسلم، وبهذه الأسانيد وصل الإسلام إلى مناطق الهند، وبقي محفوظا إلى يومنا هذا ، وجاءت هذه الزيارة لتذاكر الواجب نحو هذا المنهج، ولرؤية ما يسر القلوب من الالتفات نحو العلم وتلقيه بسنده إلى النبي صلى الله عليه وسلم. وقال لهم: يجب أن تأخذ منكم هذه الدروس قلوبكم وعقولكم وأفكاركم وتعظيمكم فإن انتفاع كل واحد منكم على قدر تعظيم قلبه، ويعلم أنه في جهاد في سبيل الله، وليكن العلم داعيه لتطهير قلبه وحسن تقواه لربه في الغيب والشهادة، وليحرص على العمل به. &lt;a href="http://www.habibomar.com/audio/rhlat/india/m2.rm"&gt;( الاستماع إلى المحاضرة )&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;اليوم الثاني : الخميس 26شوال – 9ديسمبر&lt;br /&gt;في صباح هذا اليوم زار الحبيب عمر بيت السيد إبراهيم الخليل البخاري مدير معهد معدن الثقافة الإسلامية، ثم توجه لزيارة بعض المراكز التابعة لمعهد معدن الثقافة الإسلامية بكيرالا ومضى يومه متنقلا من معهد إلى معهد يتفقد أوضاع المتعلمين والمناهج الدراسية وسير الدراسة فيها، مبتهجا بما يراه من اهتمام بالغ بالعلوم الشرعية وحرص طيب على تعليمها وتلقِّيها، وافتتح زياراته بزيارة مدرسة تعليم اللغة الإنجليزية التابعة لمعهد معدن الثقافة الإسلامية، ثم قصد مسجد المعهد، وهناك افتتح مجلسا أسبوعيا للقراءة في كتاب إحياء علوم الدين للإمام الغزالي.. وقد تحدث في افتتاحيته عن كتاب الإحياء واهتمام العلماء والأخيار بقراءته وتدبر ما فيه وثناءهم البالغ عليه ، وذكر ترجمة مختصرة للإمام الغزالي ثم افتتح القراءة في الفصل الأول من فصول كتاب الإحياء، وبين لهم ما تضمنه من علوم غزيرة وتوجيهات سديدة . &lt;a href="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india2.jpg" rel="prettyPhoto"&gt;&lt;img align="left" alt="الحبيب عمر وهو يفتتح الدرس الأسبوعي في كتاب إحياء علوم الدين" border="0" hspace="3" src="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india2s.jpg" vspace="3" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ثم واصل برنامج زياراته بزيارة طلاب القسم الداخلي لمعهد معدن الثقافة الإسلامية القادمين من عدة مناطق من ولايات الهند ليتزودوا منه بالعلوم النافعة والتربية الصالحة. ثم قام بزيارة طلاب المدرسة الثانوية التابعة لمعدن الثقافة. وبعدها زار كلية الشريعة التابعة للمركز أيضا. وزار مدرسة دار الأيتام التابعة للمركز التي تعتني بتربية الأيتام وتعليمهم أمور دينهم ومساعدتهم في أمور معيشتهم.&lt;br /&gt;ثم توجه إلى المركز الخاص بتعليم العميان القراءة والعلوم الشرعية، وتعرف على طرق تدريسهم، وتابع حفظهم للقرآن الكريم ، واستمع إلى نماذج من حفظهم لبعض سور القرآن الكريم ، وابتهج بما شاهده من جهود مباركة من الإخوان القائمين على المدرسة، والتقى بالطلاب، وحمد اللهَ الذي يسر لهم تعلم كتابه وأحكام دينه، وبدوره شكر الإخوة القائمين على المدرسة ، وحثهم على بذل المزيد من هذه الجهود الطيبة التي تثمر ثمارا طيبة مباركة بإذن الله تعالى .&lt;br /&gt;وانتقل الحبيب بعد ذلك لزيارة مركز آخر يؤدي نفس الدور، وبمثل تلك الجهود الطيبة المباركة ويعتني بتعليم الصم للقراءة في كتاب الله تعالى وحفظ ما تيسر منه ومن الحديث الشريف، وتلقي العلوم النافعة ، وبالمثل فقد تابع باهتمام بالغ سير تلقيهم للدروس وحفظهم لآيات القرآن الكريم وحديث النبي صلى الله عليه وسلم.. وتفقد أيضا المركز الخاص برعاية المتخلفين عقليا الذي يهتم بتربيتهم وتأهيلهم وتعليمهم ما تيسر من أحكام دينهم ، ويبذل القائمون عليه جهودا طيبة في هذا السبيل والمساعي الحسنة .&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india3.jpg" rel="prettyPhoto"&gt;&lt;img align="left" alt="الحبيب عمر وهو يتفقد الطلاب" border="0" hspace="3" src="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india3s.jpg" vspace="3" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;وأول الظهر افتتح حفظه الله مركز المعدن لتحفيظ القرآن الكريم، ويديره السيد/ إسماعيل البخاري وهو من طلاب معدن الثقافة الذين درسوا في دار المصطفى بتريم، وقد اجتمع فيه الكثير من الطلاب الحريصين على حفظ كتاب الله عز وجل واستمعوا إلى كلمة طيبة من الحبيب عمر هنَّأهم فيها بافتتاح هذا المركز، وذكر فضيلة حفظ كتاب الله عز وجل ، وحث على الاهتمام بمدارسة القرآن ومراجعة ما حفظوه، ونبه على آداب متعددة ينبغي للمهتم بحفظ القرآن أن يلتزم بها . ثم استمع إلى نماذج متعددة من تلاوتهم للقرآن الكريم .&lt;br /&gt;وفي عصر هذا اليوم التقى الحبيب عمر بأعداد كبيرة من العلماء والمهتمين بالتدريس والدعوة إلى الله وكبار طلبة العلم في ملتقى لعلماء كيرالا في قاعة كبرى تضم حوالي 7آلاف شخص، تذاكر معهم واجبات العلماء في أمانة التبصير والتذكير وربط العلوم بالتربية والتزكية والأعمال التي من شأنها إنهاض الأمة وإرجاعها إلى معدنها في الأخذ والفهم لتنصبغ بصبغة الصلة بالله التي هي أساس حماية الأمة من كل من يعاديها .&lt;br /&gt;وقد افتتح اللقاء الشيخ/ محمد مسليار كومبم بكلمة رحب فيها بالحبيب عمر ، وتعرض للحديث عن تاريخ وصول الإسلام إلى الهند، وما تميزت به هذه الولاية من كثرة وجود المساجد التي تزيد على 40000مسجد، وذكر أن أكثر من&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4000مسجد منها تنتشر فيها مجالس العلم وحلقات التعليم، كما توجد بالولاية ما يقارب 10000مدرسة دينية منتشرة في كثير من المدن والقرى، ومنها ما يعادل الثانوية العامة ومنها ما يعادل شهادة البكالوريوس. وذكر اشتهار كثير من علماء الهند وإقبال الطلاب على الاستفادة منهم ومن مؤلفاتهم وحمد الله على هذه النعمة، وحث العلماء على الاستفادة من توجيهات ضيفهم الكريم.&lt;br /&gt;ثم ألقى السيد إبراهيم خليل البخاري كلمة حمدَ الله الذي يسر لهم فرصة لقاء الحبيب عمر للانتفاع من علومه والاستماع إلى توجيهاته التي من دون شك سيكون لها تأثير طيب في حسن القيام بخدمة للعلم والدعوة إلى الله .&lt;br /&gt;ثم تحدث الحبيب عمر عن عظيم منة الله على المسلمين وخصوصية مَن شاء الله منهم ليكونوا دعاةً إليه ومبلغين عن رسوله المصطفى صلى الله عليه وآله وسلم ، وقال بأن العلم إذا اقترن بالخشية يكون وسيلة لتحقيق الغايات العظمى من القرب من الحق ورسوله، واعتبر ساعة لقائه بالعلماء من أهم ساعات رحلته إلى الهند ووصفها بأنها ساعة أمانة ومسئولية تجاه مواريث النبوة .&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india4.jpg" rel="prettyPhoto"&gt;&lt;img align="left" alt="الحبيب عمر وهو يلقي خطابه في اجتماع العلماء" border="0" hspace="3" src="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india4s.jpg" vspace="3" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;وحمد الله على وجود الاتصال بالعلم على مذهب أهل السنة والجماعة، وذكر مجموعة من علماء حضرموت الذين هاجروا إلى الهند واستوطنوا بها لنشر العلوم النافعة ودورهم في نشر الإسلام في شرق آسيا والفلبين وأجزاء من الصين . وحثهم على بذل جهودهم للحفاظ على هذا المنهج الذي خلَّفه لهم الصالحون، وكيف يتعاملون مع واقع الأمة وما يشهده المسلمون من غفلات وتسلطات لأهل الباطل عليهم ، وبين أن هذا الواقع المؤلم يقتضي منا أن نحسن الفكرة في كيفية إحياء حقائق الدين في القلوب فتظهر حياة الدين في البيوت والمساجد والمجتمعات والأرض ومن عليها ، ولا يكون ذلك إلا بقلوب تتصل بالله وتدرك حقيقة الأدب مع الله، وتظهر عليها حقيقة الخشية لله تبارك وتعالى، لذلك جاءت عادة السلف بقراءة كتب الفقه ومعها كتب التصوف لتتهذب النفس فيزداد علما ويزداد تواضعا وخشوعا وأدبا ومعرفة بالله تبارك تعالى. وحث على حسن صلة الخلق بخالقهم ودلالتهم عليه ونشر التربية النبوية بين أوساط الطلاب والموظفين والمهندسين والتجار وكافة أفراد المجتمع حتى نقضي على جميع مظاهر الفساد في الأرض ، وأعرب عن استبشاره بما شاهد في بلدتهم من مساجد ومدارس وإقبال طيب على مجالس العلم، وأشاد بالرعاية الكريمة التي يحظى بها العُمي والمعاقون والأيتام وتعليمهم أمور دينهم ، ليغلقوا بذلك الباب على الجمعيات التنصيرية، التي تستغل مثل هذه الأعمال في تنصير الكثيرين وتفسد أخلاقهم وتصدهم عن سواء السبيل.&lt;br /&gt;وعن تأثير العلماء في مجتمعاتهم قال حفظه الله: نريد ثمرة تحدث في قلوبكم، ووراءكم مئات الآلاف بل الملايين بوجهتكم يتوجهون وبصدقكم يصدقون فقووا هممكم ونواياكم واشكروا الذي أقامكم مقام العلم ، وما شكره إلا بحسن القيام بهذه المهمة من خلال نياتكم وما يخالط مشاعركم من رحمة وشفقة وحرقة على ما وصلت إليه الأمة وبالتوجه الصادق تنفتح أبواب الفرج وترتفع التسلطات.&lt;br /&gt;وفي ختام كلمته نبه الحاضرين على مسألة مهمة سببت مشاكل كثيرة بسبب سوء الفهم لها، فقال: أختم كلمتي بتنبيه حول فقه تعدد المذاهب في الشريعة والطرق في المسلك والتربية، فالأمة تحتاج إلى علم ومسلك تزكَّى به النفس، وفي العلم اشتهرت المذاهب الأربعة، وفي التزكية ظهرت الطرق، فمهمة المذاهب والطرق حسن الترجمة عن سعة الشريعة وعظمتها، فلا يجوز ضرب بعضها ببعض، فعلى اختلاف نظر الناظرين من المؤهلين للاجتهاد في أدلة الأحكام جاء الاختلاف في فروع الأحكام، وعلى اختلاف نظر الناظرين في كيفية تزكية النفس وتهذيبها جاءت الطرق في تزكية الأنفس، وخير كل واحد أن يشهد الخير والمحبة والتعظيم للآخر، وإلا فما هو بصادق مهما كان عالما أو متعلما لا عبرة بما يظهر من مخالفة وانحراف فنقوم كلنا ضد المخالفة بما هو أقرب وأقرب، فأصول هذه الطرق والمذاهب هو حق وهدى فيجب أن تكون سببا للإتحاد والتقارب .. فهم ترجموا سعة الشريعة لمختلف أصناف الناس باجتهاداتهم الصحيحة.. لا باجتهادات المدعين .. فعلى ذلك الحال مضوا، وفي آدابهم نقرأ سير الأئمة الأربعة رضوان الله عليهم أجمعين.. ( &lt;a href="http://www.habibomar.com/audio/rhlat/india/m3.rm"&gt;الاستماع إلى الكلمة كاملة&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;وبعد هذا اللقاء القيم والهادف توجه الحبيب عمر مع السادة العلماء لوضع حجر الأساس للمبنى الجديد للمركز الرئيسي لمعهد معدن الثقافة الإسلامية، ( وهو عبارة عن عمارة كبيرة بثلاثة أدوار مع كامل التجهيزات وبجميع الإمكانيات والمواصفات الحديثة) ليستوعب أكبر عدد من طلاب العلم الشريف . وقد شارك في الحفل جمع كبير من المهتمين بالعلم ونشر الدعوة الغراء ولهم أمل كبير في سرعة إنجاز العمل فيه ليساهم في تعزيز العمل في المركز ، واستيعاب أكبر عدد من الطلاب ، وتوفير الظروف الملائمة والمساعدة لهم للتحصيل العلمي الجاد .&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india5.jpg" rel="prettyPhoto"&gt;&lt;img align="left" alt="الحبيب عمر برفقة مجموعة من العلماء في وضع حجر الأساس لمبنى المركز" border="0" hspace="3" src="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india5s.jpg" vspace="3" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india12.jpg" rel="prettyPhoto"&gt;&lt;img align="left" alt="مخطط المبنى الجديد لمعهد معدن الثقافة الإسلامية" border="0" hspace="3" src="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india12s.jpg" vspace="3" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;وليلة الجمعة كان الجمع الكبير المبارك الذي يحتشد فيه عشرات الآلاف من مناطق مختلفة من الولاية وخارجها، في مجلس استمر لمدة ست ساعات للصلاة على النبي محمد صلى الله عليه وآله وصحبه وسلم، والاستماع إلى المواعظ والمذاكرات من أهل العلم ، وابتدأت الكلمات &lt;a href="http://www.habibomar.com/audio/rhlat/india/iprahim.rm"&gt; بكلمة ترحيبية ألقاها الشيخ إبراهيم الخليل&lt;/a&gt; رحب فيها بالحبيب عمر وهنأ الجميع بحضوره معهم وأشاد بدور أهل حضرموت في نشر الإسلام في مناطقهم وبلدان شتى في العالم . &lt;a href="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india6.jpg" rel="prettyPhoto"&gt;&lt;img align="left" alt="جموع الحاضرين في المجلس" border="0" hspace="3" src="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india6s.jpg" vspace="3" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;وأنشدت قصيدة ترحيبية بالحبيب عمر وقدمت له العديد من الهدايا التذكارية والرمزية تقديرًا وتشريفا لضيفهم الكريم.&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india7.jpg" rel="prettyPhoto"&gt;&lt;img align="right" alt="العلماء يقدمون هدية تذكارية للحبيب عمر" border="0" hspace="3" src="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india7s.jpg" vspace="3" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ثم كانت &lt;a href="http://www.habibomar.com/audio/rhlat/india/abobkr.rm"&gt;الكلمة للشيخ / أبي بكر بن أحمد&lt;/a&gt; الأمين العام لجمعية علماء الهند مدير مركز الثقافة السنية أحد كبار المؤسسات التعليمية بالهند، الذي رحب بالحبيب عمر، وأعرب عن ابتهاج أهل الهند بقدوم علماء اليمن وذكر حديث ( الإيمان يمان والحكمة يمانية ) ولذلك انتشر الإسلام في مناطق كثيرة ومن بينها الهند بواسطة أهل اليمن. وقدم له الشكر على اهتمامه بزيارة بلادهم ومعاهدهم الدينية .&lt;br /&gt;ثم ألقى الحبيب عمر الكلمة الرئيسية في المجلس بعنوان ( روابط الإيمان وفوائد الاجتماعات ) افتتحها بالتوجه إلى الله في صلاح أحوال الأمة وكشف ما نزل بهم من الهموم والغموم، وعظمة الاجتماع على كلمة التوحيد، وحث على التحقق بمعناها والصدق فيها، وذكر أن للصادقين في التحقق بمعناها عناية ورعاية من الحق جل وعلا، وأوضح أن من مقاصد هذا الاجتماع الكريم أن نرقى إلى سلم الصدق في التحقق بمعنى لا إله إلا الله،&amp;nbsp; لتثمر صدقا في الوجهة إلى الحق، وحرصا على أداء الصلوات وامتثال أوامر الله واجتناب نواهيه، وبيَّن أن لأهل الإيمان روابط خاصة من المودة المحبة تبقى معهم حتى يوم القيامة في حين تفنى وتضمحل كافة الصلات الأخرى المبنية على أساس غير الإيمان بالله.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india8.jpg" rel="prettyPhoto"&gt;&lt;img align="left" alt="الحبيب عمر يلقي خطابه في المجلس الكبير" border="0" hspace="3" src="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india8s.jpg" vspace="3" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp; ( &lt;a href="http://www.habibomar.com/audio/rhlat/india/mtv1.rm"&gt;مشاهدة الكلمة&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;وتواصلت فقرات المجلس حتى منتصف الليل، واختتم بالصلاة على النبي محمد صلى الله عليه وآله وسلم، وبدعوات مباركة من الحبيب عمر.&lt;br /&gt;اليوم الثالث : الجمعة 27 شوال – 10 ديسمبر&lt;br /&gt;قام حفظه الله صباح الجمعة حوالي التاسعة بزيارة لمستشفى الهلال الأحمر بالولاية وكان في استقباله مدير المستشفى وطاقم العمل بها تفقد أقسام المستشفى وبعض الأجنحة وألقى كلمة في مسجد المستشفى وكتب انطباعاته عن زيارته وأشاد بما يحظى به المرضى من عناية واهتمام .. &lt;a href="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india9.jpg" rel="prettyPhoto"&gt;&lt;img align="right" alt="في فناء المستشفى" border="0" hspace="3" src="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india9s.jpg" vspace="3" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ثم توجه حفظه الله إلى مدينة كلكتا عاصمة الولاية لزيارة مركز الثقافة السنية الذي يضم أكثر من ثمانية آلاف طالب من مناطق متعددة، وقد قام بوضع حجر الأساس لبنائه السيد العلامة محمد بن علوي المالكي قبل سبعة وعشرين عاما وقد زاره رحمه في شهر ربيع الأول من هذا العام أي قبل وفاته بحوالي خمسة أشهر، وقد كان في استقبال الحبيب عمر مدير العهد والمدرسين والطلاب الذي ابتهجوا بمقدمه، ثم استمعوا باهتمام بالغ إلى كلمته المباركة التي تضمنت توجيهات طيبة تنير لهم السبيل في طريقهم ليتحلوا به علما وعملا ويقومون بدورهم في خدمة الشريعة والدعوة إلى الله عز وجل. &lt;a href="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india10.jpg" rel="prettyPhoto"&gt;&lt;img align="left" alt="في كلمة توجيهية لطلاب معهد الثقافة السنية" border="0" hspace="3" src="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india10s.jpg" vspace="3" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ثم تفقد الحبيب عمر أقسام المركز، وتجول في مكتبته التي تضم الكثير من أمهات الكتب والمراجع الإسلامية إضافة على مجموعات أخرى من الكتب المنهجية وكتب الثقافة الإسلامية واللغة العربية..&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india11.jpg" rel="prettyPhoto"&gt;&lt;img align="right" alt="زيارة المكتبة مع مدير المركز" border="0" hspace="3" src="http://www.alhabibomar.com/archives/images/i/india11s.jpg" vspace="3" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ثم ألقى خطبة الجمعة في مسجد المركز الذي ازدحم فيه آلاف المصلين في هذا اليوم،&amp;nbsp; وقد وضح الحبيب في خطبته الأساس والطريق الذي يحقق به المؤمن تقواه لربه عز وجل بحسن التلقي للعلوم النافعة عن رجالها بأسانيد متصلة إلى النبي محمد مع غاية في الأدب والخضوع لله وكمال الرحمة والشفقة للمسلمين، وبين أثرها في تقوية باعث الطاعة والعبادة، وتخليص النفس من صفاتها الذميمة بحسن التزكية لها ليدرك الفوز والفلاح في الدنيا والآخرة ، وأشاد بما رآه من سعي المؤسسات العلمية في الولاية لتحقيق هذه التزكية، ودعا إلى إحياء سير الرعيل الأول من الصحب الكرام في طلبهم العزة بخضوعهم لله وأدبهم مع الله، وحسن قيامهم بالخدمة لإخوانهم المسلمين مع كمال المودة والمحبة لهم وحرصهم الشديد على محاسبة أنفسهم والبكاء في جوف الليل. وذكر أن وجود الاهتمام بالمؤسسات التعليمية التي تهتم بالتزكية وإحياء الأخلاق الفاضلة يبشر بخير كبير مقبل على الأمة بإذن الله تعالى. ( &lt;a href="http://www.habibomar.com/audio/rhlat/india/kh1.rm"&gt;استمع إلى الخطبة&lt;/a&gt; )&amp;nbsp;&lt;br /&gt;وبعد الجمعة قام حفظه الله بعدد من الزيارات لمشائخ من أهل العلم والفضل المشتغلين بالتدريس والدعوة إلى الله تقديرا لهم ولدورهم البارز في خدمة الشرع المصون ونشره في هذه الأقطار ..&lt;br /&gt;وفي المساء حضر الحفل السنوي في معهد الحسنية في منطقة بلكات التي تبعد حوالي 90كيلو عن معدن الثقافة الإسلامية والذي احتفلوا فيه بتخرج دفعة جديدة من طلاب المعهد، وألقى الحبيب عمر فيهم كلمة مختصرة بيَّن فيها السلوك المثالي لطالب العلم، وما ينبغي أن يكون عليه ، وآثارهم الطيبة في صلاح المجتمعات وتقويمها .&lt;br /&gt;اليوم الرابع : السبت 28شوال – 11ديسمبر&lt;br /&gt;ضحى هذا اليوم قام الحبيب عمر بعدة زيارات لعدد من المساجد ، كما التقى بعدد من المشايخ المهتمين بالدعوة إلى الله، وكان من أهمها: زيارة السيد عبدالله خليل البخاري في مدرسته ( بمدينة جرامانقلم قريب من بربنغادي الساحل).. وألقى كلمة طيبة في مسجد المدينة ذكر فيها فضيلة الحب في الله ومنزلة المتحابين في الله وما لهم من الكرامة في القيامة ، وحمد الله على وجود آثار هذه المحبة في هذه الولاية بسبب وجود المشايخ المرشدين. ( &lt;a href="http://www.habibomar.com/audio/rhlat/india/m4.rm"&gt;الاستماع إلى الكلمة&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;ومنه توجه إلى معهد الإحسان الذي يضم أكثر من ( 700 طالب ) وافتتح فيه درسا أسبوعيا في كتاب رياض الصالحين للإمام يحيى بن شرف النووي .&lt;br /&gt;ثم زار مدرسة دينية أخرى بمنطقة وينغرا بكورالور، ويشرف عليها السيد شهاب الدين البخاري وتفقد أحوال الطلبة وافتتح درسا أسبوعيا آخر في كتاب الدعوة التامة والتذكرة العامة للإمام الحداد رحمه الله .&lt;br /&gt;وضحى الأحد 29شوال – 12ديسمبر غادر الحبيب عمر ولاية كيرالا إلى بومباي ومنها إلى صنعاء ، ليختتم بذلك زيارة طيبة ابتهج بها أبناء هذه الولاية غاية الابتهاج، وقد أحيت فيهم قيمة الاتصال بأهل العلم والتلقي عن رجاله بأسانيدهم إلى النبي محمد صلى الله عليه وآله وسلم، وقدموا فيها أروع الأمثلة في حسن الاستقبال والحرص على الاستفادة وحضور المجالس وتقديم ما يستطيعونه من خدمات متعددة إكراما للعلم وأهله، نسأل الحق عز وجل أن يجزيهم جميعا بالجزاء الحسن من عنده، لاسيما مشايخ وأعيان الولاية ، ومدير معهد معدن الثقافة السيد إبراهيم البخاري، والأخ الكريم الذي فرغ بيته وعاش مع عائلته في منزل آخر إكراما لوفادة أهل العلم إليهم ، إضافة إلى الأخ&amp;nbsp;&amp;nbsp; حسين بن أبي بكر الباقوي المنسق العام لهذه الرحلة الذي بذل جهدا طيبا في تجديد العلاقة ما بين الهند واليمن .&amp;nbsp;&lt;br /&gt;هذا وقد تصدرت أخبار رحلة الحبيب عمر إلى الهند كثيرا من الصحف المحلية اليومية الصادرة في الهند باللغتين الهندية والإنجليزية، وكانت محور اهتمامها، فقد أبرزت أهم المجالس والمحاضرات، مع الحرص على انتقاء كلمات مختارة من دروسه وكلماته، مبينةً اهتمام المسلمين في الهند بحضور مجالسه وابتهاجهم بقدومه وتأثرهم البالغ بمواعظه وتذكيراته، ورجاءهم الكبير أن تتكرر مثل هذه الزيارة في مرات قادمة بمشيئة الله تعالى&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-9213257268531135723?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/9213257268531135723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=9213257268531135723' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/9213257268531135723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/9213257268531135723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2009/11/kunjungan-habib-umar-bin-hafidz.html' title='KUNJUNGAN Habib Umar Bin Hafidz'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-8402077244427441120</id><published>2009-11-14T09:44:00.000-08:00</published><updated>2009-11-14T09:44:03.272-08:00</updated><title type='text'>DO’A CAHAYA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;DO’A CAHAYA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِّي نُورًا فِي قَلْبِي وَنُورًا فِي قَبْرِي وَنُورًا فِي سَمْعِي وَنُورًا فِي بَصَرِي وَنُورًا فِي شَعْرِي وَنُورًا فِي بَشَرِي وَنُورًا فِي لَحْمِي وَنُورًا فِي دَمِي وَنُورًا فِي عِظَامِي وَنُورًا فِي عَصَبِي وَنُورًا مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَنُورًا مِنْ خَلْفِي وَنُورًا عَنْ يَمِينِي وَنُورًا عَنْ شِمَالِي وَنُورًا مِنْ فَوقِي وَنُورًا مِنْ تَحْتِي . اللَّهُمَّ زِدْنِي نُورًا وَأَعْطِنِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا . وَصَلَّى الله ُعَلَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7780815333500885950-8402077244427441120?l=majelisal-kahfi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/feeds/8402077244427441120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7780815333500885950&amp;postID=8402077244427441120' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/8402077244427441120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7780815333500885950/posts/default/8402077244427441120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majelisal-kahfi.blogspot.com/2009/11/doa-cahaya.html' title='DO’A CAHAYA'/><author><name>MAJELIS AL-KAHFI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06988841295602138684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7780815333500885950.post-2566072587757157062</id><published>2009-11-14T09:16:00.001-08:00</published><updated>2009-11-14T09:16:20.144-08:00</updated><title type='text'>وقت السحر (WAKTU LARUT MALAM)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;وقت السحر&lt;br /&gt;(WAKTU LARUT MALAM)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;وَقْتِ السَّحَرْ بِهْ يَطِيْب الْحَالْ لاَهْلِ الصَّفَا&amp;nbsp; وَبِهْ يَجُوْدُ الْعَلِي بِالْفَضْلِ لأَهْلِ الْوَفَا&lt;br /&gt;Waktu larut malam adalah saat termuliakannya keadaan orang orang suci, dan pada waktu itu pula semakin pemurah Sang Maha Mulia dengan anugerah untuk mereka yg menepati janji untuk 
